DETAIL KOLEKSI

Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pada Pekerja Kantor


Oleh : Vicky Zein Daniel Fenarialdo

Info Katalog

Nomor Panggil : S703

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Kartini

Subyek : Anciety;Sleep deprivation

Kata Kunci : sleep quality, anxiety level, office workers


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_KD_03011298_Manuskrip.pdf 452.15
2. 2016_TA_KD_03011298_Halaman-judul.pdf 1909.33
3. 2016_TA_KD_03011298_Bab-1.pdf 451.95
4. 2016_TA_KD_03011298_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 603.02
5. 2016_TA_KD_03011298_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 658.86
6. 2016_TA_KD_03011298_Bab-4-Metode.pdf 711.88
7. 2016_TA_KD_03011298_Bab-5-Hasil.pdf 775.66
8. 2016_TA_KD_03011298_Bab-6-Pembahasan.pdf 436.85
9. 2016_TA_KD_03011298_Bab-7-Kesimpulan.pdf 431.67
10. 2016_TA_KD_03011298_Daftar-pustaka.pdf 509.1
11. 2016_TA_KD_03011298_Lampiran.pdf 1389.46

T Tidur merupakan salah satu aktivitas terpenting setiap manusia. Tidur berpengaruh terhadap kewaspadaan, energi, konsentrasi, dan seterusnya. Di Indonesia, prevalensi terjadinya gangguan yang menyebabkan kualitas tidur berkurang sekitar 14,7%. Kualitas tidur yang buruk dihubungkan dengan faktor-faktor stress, kecemasan, dan depresi yang dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pekerja kantor. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian yang digunakan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2015 dikantor Bank Central Asia Balikpapan. Sebanyak 46 data pegawai kantor berhasil dikumpulkan secara simple random sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner dari PSQI dan Zung’s Self-rating Anxiety Scale Analisis statistik menggunakan uji Chi-squaret dengan batas kemaknaan p<0,05, dengan menggunakan SPSS 23.00 for mac. Berdasarkan karakteristik responden, sebagian besar subjek berjenis kelamin perempuan (60%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Pada sebagian besar responden yang berjenis kelamin laki- laki (63,6%) memiliki kualitas tidur yang buruk, sedangkan pada tingkat kecemasan didapatkan (81%) responden mengalami kecemasan dengan kualitas tidur yang buruk. Pada penelitian ini diperoleh hasil terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pekerja kantor. Dari penelitian ini disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pekerja kantor. Hal ini kemungkinan karena seseorang yang dipenuhi pikirannya dengan masalah pribadi maupun pekerjaan merasa sulit untuk rileks saat memulai tidur.

S Sleep is one of the most important activities of every human being. Sleep affects alertness, energy, concentration, and so on. In Indonesia, the prevalence of disorders that lead to sleep quality is reduced by approximately 14.7%. Poor sleep quality is associated with stress, anxiety, and depression factors that can affect a person's sleep quality. The purpose of this study to determine there is a relationship between the level of anxiety with sleep quality in office workers. The type of this research is observational analytic with cross-sectional research design. This research was conducted in October 2015 at Bank Central Asia Balikpapan office. A total of 46 data from office employees were collected by simple random sampling. Data were collected using questionnaires from PSQI and Zung's Self-rating Anxiety Scale Statistical analysis using Chi-squaret test with p <0.05 significance, using SPSS 23.00 for mac. Based on the characteristics of the respondents, most of the subjects of female sex (60%) had poor sleep quality. Most male respondents (63.6%) had poor sleep quality, while anxiety levels (81%) experienced anxiety with poor sleep quality. In this study, the results showed that there was a relationship between anxiety level and sleep quality in office workers. From this study concluded there is a relationship between the level of anxiety with sleep quality in office workers. This is probably because a person who is filled with his or her mind with personal and work problems finds it difficult to relax when he or she begins to fall asleep.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?