DETAIL KOLEKSI

Optimasi Penanganan Stockpile Untuk Pencegahan Terjadinya Swabakar Pada Temporary Stockpile Muara Tiga Besar Timur Pt. Bukit Asam (persero), Tbk. Tanjung Enim, Sumsel


Oleh : Regandra Laksono Haryono

Info Katalog

Nomor Panggil : 455/TT/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Masagus Ahmad Azizi

Pembimbing 2 : Chairul Nas

Subyek : Coal;Prevention of swab burn

Kata Kunci : coal, spontaneous combustion, temperature, wind speed


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TB_073001300086_Halaman-judul.pdf 1300.19
2. 2018_TA_TB_073001300086_Bab-1.pdf 523.18
3. 2018_TA_TB_073001300086_Bab-2.pdf 1081.55
4. 2018_TA_TB_073001300086_Bab-3.pdf 1288.92
5. 2018_TA_TB_073001300086_Bab-4.pdf 1084.62
6. 2018_TA_TB_073001300086_Bab-5.pdf 2495.19
7. 2018_TA_TB_073001300086_Bab-6.pdf 486.96
8. 2018_TA_TB_073001300086_Daftar-pustaka.pdf 489.74
9. 2018_TA_TB_073001300086_Lampiran.pdf 2612.65

P Pada area penimbunan batubara (stockpile) Muara Tiga Besar-Timur PT BukitAsam, sering ditemukan swabakar batubara. Swabakar batubara merupakan prosesdimana batubara terbakar dengan sendirinya akibat dari reaksi oksidasi. Olehkarena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisa bagaimana swabakar padaarea temporary stockpile Muara Tiga Besar – Timur dapat terjadi, melakukanpencegahan terjadinya swabakar batubara dengan cara pengambilan data polapenimbunan, pengecekan temperatur batubara perharinya dan pengambilan datakecepatan angina serta penentuan safety limit temperatur batubara, yang kemudianmerekomendasikan cara pencegahan dan penanganan terhadap swabakar batubara.Metode pengolahan data yang digunakan adalah uji fitting dan metode chi-square.Pengolahan data ini dilakukan untuk menentukan distribusi dan nilai rata-ratatemperatur dari tiap elevasi yang ada (2m, 4m, 6m dan 8m), yang kemudiandidapatkan hasil rata-rata temperatur pada tiap elevasi dan seberapa besar pengaruhangin terhadap kenaikan temperatur pada timbunan, serta dari data temperatur yangada, ditentukan titik safety limit temperatur dengan menggunakan pengolahan datatemperatur secara keseluruhan.Dari pengolahan data yang dilakukan menggunakan data temperatur dan kecepatanangin dapat disimpulkan bahwa swabakar di area temporary stockpile Muara TigaBesar – Timur terjadi karena oksigen dan panas yang berada didalam timbunantidak dapat dikeluarkan dengan baik yang disebabkan oleh kurangnya penangananpada area timbunan. Pada kategori temperatur normal didapatkan rata-rataperelevasi sebesar 55°, 55°, 58° dan 56°. Pada kategori temperatur swabakardidapatkan rata-rata perelevasi sebesar 141°, 134°, 146° dan 137°. Dimana turunnaik nilai temperatur ini disebabkan oleh tidak adanya penanganan terhadaptumpukan batubara temporary stockpile Muara Tiga Besar. Dari pengolahan datasecara keseluruhan, titik safety limit temperatur adalah sebesar 55°.

I In the area of stockpile of Muara Tiga Besar-Timur PT Bukit Asam, often foundswabakar coal. Spontaneous combustion of coal is the process by which coal burnsby itself as a result of oxidation reactions. Therefore, this research is conducted toanalyze how spontaneous combustion in temporary stockpile area of Muara TigaBesar - Timur can occur, preventing spontaneous combustion of coal by collectingdata of hoarding pattern, checking coal temperature per day and taking angina speeddata and determining safety limit of temperature coal, which then recommends howto prevent and treat spontaneous combustion of coal.Data processing method used is fitting test and chi-square method. This dataprocessing is done to determine the distribution and the average value oftemperature of each existing elevation (2m, 4m, 6m and 8m), which then get theaverage result of temperature at each elevation and how big is the influence of windto the temperature rise in the embankment, and from the existing temperature data,determined temperature safety limit point by using the processing of temperaturedata as a whole.From data processing conducted using temperature and wind speed data, it can beconcluded that spontaneous combustion in the temporary stockpile area of MuaraTiga Besar - Timur occurs because the oxygen and heat inside the pile can not beremoved properly caused by the lack of handling in the embankment area. In thenormal temperature category obtained an average of 55 °, 55 °, 58 ° and 56 °. In thecategory of spontaneous combustion temperatures, the average perelevation is 141°, 134 °, 146 ° and 137 °. Where it goes down this temperature value is caused bythe absence of handling of the pile of temporary stockpile of Muara Tiga Besar coal.From the data processing as a whole, the temperature safety limit point is 55 °

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?