DETAIL KOLEKSI

Studi Awal Potensi Pengolahan Air Asam Tambang Menggunakan Karbon Aktif Berbahan Baku Batubara Di Pt. Bukit Asam (persero).tbk. Tanjung Enim, Sumatera Selatan ; Studi Penyerapan Logam Fe Dan Mn, Serta Pengaruhnya Terhadap Ph


Oleh : Kenny Halim

Info Katalog

Nomor Panggil : 458/TT/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Reza Aryanto

Pembimbing 2 : Sulistyah

Subyek : Coal;Acid water treatment

Kata Kunci : acid mine drainage, coal, activated carbon, size activated carbon


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TB_07300130063_Halaman-judul.pdf 1338.62
2. 2018_TA_TB_07300130063_Bab-1.pdf 701.16
3. 2018_TA_TB_07300130063_Bab-2.pdf 1325.07
4. 2018_TA_TB_07300130063_Bab-3.pdf 1595.82
5. 2018_TA_TB_07300130063_Bab-4.pdf 1156.3
6. 2018_TA_TB_07300130063_Bab-5.pdf 1518.15
7. 2018_TA_TB_07300130063_Bab-6.pdf 1019.76
8. 2018_TA_TB_07300130063_Bab-7.pdf 626.39
9. 2018_TA_TB_07300130063_Daftar-pustaka.pdf 729.14
10. 2018_TA_TB_07300130063_Lampiran.pdf 3606.67

P Permasalahan air asam tambang menjadi permasalahan utama yang sering dihadapi oleh perusahaan pertambangan batubara. Pengolahan air asam tambang di PT Bukit Asam dilakukan secara aktif, dimana pengolahannya menggunakan kapur tohor. Penelitian ini dilakukan untuk mencari alternatif lain untuk menggantikan kapur tohor dalam pengolahan air asam tambang, salah satunya dengan menggunakan karbon aktif yang materialnya berbahan baku batubara, dimana batubara yang digunakan berasal dari PTBA dengan kategori batubara subbituminous A. Sehingga diharapkan karbon aktif ini dapat memiliki daya serap yang tinggi terhadap logam berat seperti Fe dan Mn, serta pengaruh dalam pH.Karbon aktif yang digunakan berukuran 20, 28, 35, 48 dan 60 mesh dengan komposisi batubara 70% dan ZnCl2 30% sebagai aktivator kimia, dikarbonisasi selama 1 jam dengan aliran gas N2 pada suhu 500oC. Karakteristik karbon aktif dilakukan dengan uji luas permukaan, volume pori dan bilangan iodin. Selanjutnya karbon aktif diaplikasikan untuk penyerapan logam berat dalam air limbah buatan yang menggunakan konsentrasi awal Fe (1,96 ppm dan 44,31 ppm) dan Mn (8,18 ppm dan 53,57 ppm), dimana larutan ini di treatment dengan karbon aktif selama 3 jam. Hasil yang didapat akan diuji konsentrasi akhirnya dengan menggunakan metode AAS, didapatkan hasil daya serap karbon aktif terhadap logam Fe konsentrasi awal 1,96 ppm paling tinggi adalah pada karbon aktif ukuran 20 mesh sebesar 99,28% , sedangkan untuk Fe konsentrasi awal 44,31 ppm paling tinggi adalah pada karbon aktif ukuran 28 mesh sebesar 99,89%. Hasil yang didapat untuk penyerapan logam Mn dengan konsentrasi awal 8,18 ppm paling tinggi adalah pada karbon aktif ukuran 48 mesh sebesar 57,33% , sedangkan untuk Mn konsentrasi awal 53,57 ppm paling tinggi adalah pada karbon aktif ukuran 28 mesh sebesar 17,28%.Dengan menggunakan software spss akan diketahui, parameter yang paling berpengaruh dalam penyerapan logam berat pada treatment larutan limbah buatan adalah ukuran butir karbon aktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karbon aktif berpotensi untuk penyerapan logam Fe dan Mn dalam air asam tambang, meskipun daya serap terhadap Mn perlu ditingkatkan pada penelitian lebih lanjut.

A An acid mine drainage is a main problems that faced by Coal companies. Acid mine drainage management actively in PTBA is using quicklime. This research are conducted to find an alternative to replace the quicklime in acid mine drainage, one of the Alternative is using an Active Carbon that made of coal, where the coal that being used to get the carbon are from PTBA itself, which categorized as a Subbituminous A coal. So hopefully the activated carbon can have a high absorption to a heavy metal such as Fe and Mn, and also effecting In pH.The Size of the activated carbon that being used are 20, 28, 35, 48, and 60 mesh, with composition of 70% Coal and 30% ZnCl2 as a chemical activator that been carbonization for 1 hour with the flow of N2 gas on 5000C. The characterictis of activated carbon are being tested with surface area , pore volume, pore diameter and iodine numbers. Next, the activated carbon are applicated for the metal absorption in water waste using the beginning Fe Concentration (1,96 ppm and 44,31 ppm) and Mn (8,18 ppm and 53,57 ppm), where the solution are being treated with acivated carbon for 3 hours. The result after this process will be tested to find the latest concentrate and being analyse using AAS method, the highest result of Fe absorption for the beginning concentrate 1,96 ppm came from size 20 mesh (99,28%), and the highest absorption result for Fe with beginning concentrate 44,31 ppm ar came from size 28 mesh (99,89%). The higest result that shown for the absorption of Mn with beginning concentration 8,18 ppm came from size 48 mesh (57,33%), and for the absorption of Mn with beginning concentration 53,57 ppm came from size 28 mesh 17,28%.By using the SPSS Software, the researcher will know what is the most effective parameter in metal Absorption on Waste Solution, which is size of the Activated coal. The result shown that Activated carbon are potential for Fe and Mn absorption in acid mine drainage, even though the absorption power to Mn need to enhance on the next research.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?