DETAIL KOLEKSI


Evaluasi Hidrolika Lumpur Pemboran Menggunakan Metode Api Power Law

0.0


Oleh : Jakadhi Dwanu Dharmaputra

Info Katalog

Nomor Panggil : 848/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Abdul Hamid

Subyek : Drilling

Kata Kunci : drilling mud, optimalizing, comparetion


File Repositori
No. Nama File Ukuran Status
1. 2018_TA_TM_07112116_Halaman-judul.pdf 2546.69 (KB)
2. 2018_TA_TM_07112116_Bab-1.pdf 713.87 (KB)
3. 2018_TA_TM_07112116_Bab-2.pdf 1069.09 (KB)
4. 2018_TA_TM_07112116_Bab-3.pdf 1933.89 (KB)
5. 2018_TA_TM_07112116_Bab-4.pdf 1099.78 (KB)
6. 2018_TA_TM_07112116_Bab-5.pdf 764.07 (KB)
7. 2018_TA_TM_07112116_Bab-6.pdf 736.17 (KB)
8. 2018_TA_TM_07112116_Daftar-pustaka.pdf 731.8 (KB)
9. 2018_TA_TM_07112116_Daftar-simbol.pdf 859.9 (KB)
10. 2018_TA_TM_07112116_Daftar-lampiran.pdf 1666.89 (KB)

L Lumpur pemboran menjadi salah satu pertimbangan dalam mengoptimalkan operasi pemboran.. Dalam operasi pemboran selalu diinginkan laju penembusan yang tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti formasi batuan yang ditembus, hidrolika lumpur, hidrolika bit, serta sistem lumpur yang digunakan.Berdasarkan hasil evaluasi hidrolika yang dilakukan pada trayek 12,25 menunjukkan nilai Jet Velocity (JV) 259.673 ft/min, Bit Hydraulic Impact (BHI) 969.59 lbs, dan perbandingan BHHP dengan HPsystem sebesar 28.572%. Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa hidrolika pada trayek 12.25 belum optimal. Evaluasi hidrolika pada pahat 8,5 juga belum optimal karena dari hasil perhitungan Jet Velocity (JV) 219.320 ft/min, Bit Hydraulic Impact (BHI) 640.789 lbs, dan perbandingan BHHP dengan HPsystem sebesar 20.129%.Evaluasi cutting juga dilakukan pada trayek 12.25 dan 8.5 dari hasil evaluasi menunjukkan cutting pada kedua trayek dapat terangkat dengan baik dan sudah optimal. Hasil perhitungan pengangkatan cutting pada trayek 12.25 menunjukkan nilai partical Bed Index (PBI) = 1, Cutting Transport Ratio (Ft) 95.52%, dan nilai Cutting Concentration (Ca) 5.2%. Hasil perhitungan pada trayek 8.5 menunjukkan nilai partical Bed Index (PBI) = 1, Cutting Transport Ratio (Ft) 95.93 %, dan nilai Cutting Concentration (Ca) 5.2%.

D Drilling mud is one of the consideration to optimalizing drilling operation. Mud is also affecting rate of penetration during drilling operation. Rate of penetration affected by many factors such as formation, mud hydraulic, and bit hydraulic.Based on hydraulic evaluation results, on trajectory 12,25 show Jet Velocity (JV) 259.673 ft/min, Bit Hydraulic Impact (BHI) 969.59 lbs, and comperation between BHHP and HPs 28.572 %. From those calculation results can be summarize that this hydraulic on this trajectory hasnt been optimized. Hydraulic calculation on trajectory 8.5 is also hasnt been optimized because from calculation result value Jet Velocity (JV) 219.320 ft/min, Bit Hydraulic Impact (BHI) 640.789 lbs, and comparetion of BHHP and HPs 20.129%.In trajectory 12.25 and 8.5 cutting evaluation shows that those trajectory can be lifted well and has been optimized. Calculation result of cutting lifting in trajectory 12.25 shows partical Bed Index (PBI) = 1, Cutting Transport Ratio (Ft) 95.52%, dan nilai Cutting Concentration (Ca) 5.2%. From calculation result of trajectory 8.5 shows nilai partical Bed Index (PBI) = 1, Cutting Transport Ratio (Ft) 95.93 %, dan nilai Cutting Concentration (Ca) 5.2%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?