DETAIL KOLEKSI

Hubungan Antara Usia Saat Kehamilan Dengan Kejadian Abortus Spontan Di Rsud Koja Tahun 2013


Oleh : Ryan Fernandi

Info Katalog

Nomor Panggil : 618.392/FER/h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Jihan Samira

Subyek : Pregnancy;Abortion

Kata Kunci : maternal age during pregnancy, spontaneous abortion, economic status, obstetric history.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_KD_03010243_Manuskrip.pdf 665.41
2. 2014_TA_KD_03010243_Halaman-judul.pdf 1768.95
3. 2014_TA_KD_03010243_Bab-1-Pendahuluan.pdf 631.76
4. 2014_TA_KD_03010243_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 674.27
5. 2014_TA_KD_03010243_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 633.54
6. 2014_TA_KD_03010243_Bab-4-Metode.pdf 633.62
7. 2014_TA_KD_03010243_Bab-5-Hasil.pdf 632.54
8. 2014_TA_KD_03010243_Bab-6-Pembahasan.pdf 627.18
9. 2014_TA_KD_03010243_Bab-7-Kesimpulan.pdf 621.04
10. 2014_TA_KD_03010243_Daftar-pustaka.pdf 627.93
11. 2014_TA_KD_03010243_Lampiran.pdf 2306.14

L Latar belakang Kematian dan kesakitan ibu hamil, bersalin dan nifas masih merupakan masalah besarbagi negara berkembang termasuk Indonesia. Di Indonesia penyebab kematian ibu saat hamil yang paling sering adalah perdarahan (28%), dimana perdarahan yang paling sering terjadi pada kehamilan muda adalah abortus. Beberapa penelitian menunjukkan ada keterkaitan antara usia ibu saat kehamilan dengan kejadian abortus spontan. Untuk dapat memahami hubungan antara usia ibu saat kehamilan dengan abortus spontan, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara usia ibu saat kehamilan dengan kejadian abortus spontan. Metode Penelitian menggunakan studi observasional dengan pendekatan potong silang (crosssectional) dengan jumlah sampel 240 orang yang terdiri dari 120 orang dengan abortus spontan dan 120 orang dengan partus normal di RSUD Koja Jakarta Utara. Data dikumpulkan dengan cara observasi data rekam medis yang meliputi usia, status ekonomi dan riwayat obstetrik (GPA). Analisis data dengan menggunakan SPSS for windows versi 20.0 dan tingkat kemaknaan yang digunakan sebesar 0,05. Hasil Analisis potong silang (cross sectional) menunjukkan ada hubungan antara usia ibu saat kehamilan dengan kejadian abortus spontan (0,037). Sedangkan untuk variabel lainnya tidak menunjukkan adanya hubungan yang bermakna, hanya saja didapatkan peningkatan resiko kejadian abortus spontan pada kelompok tidak mampu (0,241)dan multigravida (0,096). Kesimpulan Dapat disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu saat kehamilan dengan kejadian abortus spontan dan resiko abortus spontan meningkat pada pasien yang status ekonominya termasuk dalam kelompok tidak mampu serta pasien yang multigravida. Usia ibu saat kehamilan yang tidak ideal (< 20 tahun dan > 35 tahun) merupakan faktor yang berperan dengan kejadian abortus spontan.

B Background Death and morbidity of pregnant women, childbirth and childbirth are still a big problem for developing countries including Indonesia. In Indonesia the most common cause of maternal death in pregnancy is bleeding (28%), where the most frequent bleeding in young pregnancy is abortion. Several studies have shown a link between maternal age during pregnancy and the incidence of spontaneous abortion. To be able to understand the relationship between maternal age during pregnancy with spontaneous abortion, it is necessary to conduct research to determine the relationship between maternal age during pregnancy and the incidence of spontaneous abortion. The research method used an observational study with cross sectional approach with a sample of 240 people consisting of 120 people with spontaneous abortion and 120 people with normal parturition in Koja Hospital, North Jakarta. Data was collected by observing medical record data which included age, economic status and obstetric history (GPA). Data analysis using SPSS for Windows version 20.0 and the level of significance used is 0.05. The results of cross sectional analysis showed that there was a relationship between maternal age during pregnancy and the incidence of spontaneous abortion (0.037). Whereas for other variables did not show a significant relationship, only found an increased risk of spontaneous abortion events in the poor (0.241) and multigravida (0.096) groups. Conclusion It can be concluded that there is a significant relationship between maternal age at pregnancy and the incidence of spontaneous abortion and the increased risk of spontaneous abortion in patients whose economic status belongs to the poor group and multigravid patients. Maternal age at pregnancy that is not ideal (<20 years and> 35 years) is a factor that contributes to the incidence of spontaneous abortion.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?