DETAIL KOLEKSI

Prevalensi dan rata-rata lebar diastema sentral anak usia 6-12 Tahun : kajian pada pasien klinik ortodonti RSGM FKG Universitas Trisakti (laporan penelitian)

1.0


Oleh : Anka Kirana

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.643 ANK p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : drg. Magdalena Juliani H.B., M.Kes.

Pembimbing 2 : -

Subyek : Orthodontics

Kata Kunci : midline diastema, age 6-12 years old, sentral incicivus, mixed dentition


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_KG_040001400177_Halaman-Judul.pdf 1729.08
2. 2014_TA_KG_040001400177_Bab-1.pdf 902.88
3. 2014_TA_KG_040001400177_Bab-2.pdf 888.28
4. 2014_TA_KG_040001400177_Bab-3.pdf 594.71
5. 2014_TA_KG_040001400177_Bab-4.pdf 695.54
6. 2014_TA_KG_040001400177_Bab-5.pdf 782.57
7. 2014_TA_KG_040001400177_Bab-6.pdf 622.58
8. 2014_TA_KG_040001400177_Bab-7.pdf 596.8
9. 2014_TA_KG_040001400177_Daftar-Pustaka.pdf 601.16
10. 2014_TA_KG_040001400177_Lampiran.pdf 1119.42

L Latar belakang: Diastema sentral merupakan hal yang wajar terjadi pada periode gigi bercampur usia 6-12 tahun dan bukan merupakan maloklusi. Diastema sentral tidak membutuhkan perawatan dan dapat menutup dengan sendirinya apabila tidak terdapat gangguan fisologis dan patologis seiring bertambahnya usia anak. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui prevalensi dan lebar rata-rata diastema sentral pada anak usia 6-12 tahun di klinik bagian Ortodonti RSGM FKG Universitas Trisakti. Bahan dan cara kerja: Studi cross-sectional dilakukan terhadap 59 model studi pasien di klinik bagian Ortodonti RSGM FKG Universitas Trisakti. Pemilihan sampel menggunakan sistem acak sederhana sesuai kriteria inklusi penelitian. Pengukuran lebar diastema sentral dilakukan pada model studi maksila menggunakan jangka sorong digital. Lebar diastema diukur dari ujung insisal insisivus sentral kiri bagian mesial ke ujung insisal insisivus sentral kanan bagian mesial. Hanya diastema yang lebih besar dari 0,5 mm yang dianggap sebagai diastema sentral. Hasil penelitian: Prevalensi diastema sentral dari 59 anak berusia 6-12 tahun adalah 37%. Perempuan memiliki prevalensi yang lebih tinggi dari laki-laki (64%). Prevalensi diastema sentral ditemukan menurun seiring bertambahnya usia anak. Lebar rata-rata ditemukan cenderung menurun seiring dengan usia anak. Kesimpulan: Prevalensi diastema akan menurun dan cenderung menutup seiring bertambahnya usia anak. Sehingga perawatan ortodonti tidak dibutuhkan apabila tidak terdapat gangguan fisiologis dan patologis.

B Background: Midline diastema is a normal condition on mixed dentition age 6-12 years old and it is not a malocclusion. Midline diastema doesn’t need any treatment and might closed by itself if there is no physiologic and pathologic disturbance. Aim: To know the prevalence and average width of midline diastema on children age 6-12 at Orthodontic Department Faculty of Dentistry Trisakti University, West Jakarta. Material and method: A cross-sectional study was done among 59 dental casts from orthodontic patient at Orthodontic Department Faculty of Dentistry Trisakti University. Samples was selected with simple random sampling based on research criteria. The width of midline diastema on maxilla measured with digital vernier calliper. It is measured from incisal left central incicivus mesial side to incisal right central incicivus mesial side. Only diastema greater than 0,5 mm is considered as midline diastema. Result: Prevalence of midline diastema from 59 children age 6-12 years old is 37%. Girls have a higher prevalence than boys (64%). Prevalence of midline diastema decreased along the growth of children, as the child dentition develop. Conclusion: The prevalence of midline diastema decreased along with the child development. Orthodontic treatment doesn’t necessary if there isn’t any physiological and pathological disturbances.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?