DETAIL KOLEKSI

Faktor - Faktor Pembangunan Perkotaan Yang Mempengaruhi Penurunan Muka Tanah, Studi Kasus: Kecamatan Penjaringan Dan Kelapa Gading, Jakarta Utara


Oleh : Ratih Dewi Permatasari

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Abdurrachman Assegaf

Pembimbing 2 : Benny Benyamin S.

Subyek : Urban development

Kata Kunci : urban development, land subsidence, burdens of building, groundwater extraction, soil character.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_PL_SPW_083001400031_-Halaman-Judul.pdf 37922.34
2. 2018_TA_PL_SPW_083001400031_-Bab-1.pdf 775.67
3. 2018_TA_PL_SPW_083001400031_-Bab-2.pdf 1182.64
4. 2018_TA_PL_SPW_083001400031_-Bab-3.pdf 233.32
5. 2018_TA_PL_SPW_083001400031_-Bab-4.pdf 4877.65
6. 2018_TA_PL_SPW_083001400031_-Bab-5.pdf 5096.34
7. 2018_TA_PL_SPW_083001400031_-Bab-6.pdf 153.55
8. 2018_TA_PL_SPW_083001400031_-Daftar-Pustaka.pdf 289.86

P Pesatnya pembangunan yang ada di DKI Jakarta dapat menyebabkan perubahan kondisi fisik ruang kota. Apabila tidak mampu menghadapi serta mengendalikan pertumbuhan pembangunan, maka salah satu dampak fisik dan lingkungan yang akan dihadapi adalah penurunan muka tanah. DKI Jakarta mengalami penurunan muka tanah rata-rata 11 – 14 cm per tahunnya, tetapi pada wilayah Jakarta bagian utara, penurunan muka tanah dapat mecapai hingga 26 cm per tahunnya. Maka dari itu, perlunya pengkajian dan identifikasi lebih lanjut agar dapat megetahui karakteristik serta faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan muka tanah yang terjadi pada wilayah tersebut. Dengan menggunakan teknik analisis data overlay pada peta sebaran penurunan muka tanah dengan beban bangunan (ketinggian bangunan), sifat tanah, dan ekstraksi air tanah, ditemukan tiga faktor terkait pembangunan perkotaan pada Kecamatan Penjaringan dan Kelapa Gading yang dapat menyebabkan penurunan muka tanah, yaitu sifat tanah, ekstraksi air tanah, dan ketinggian bangunan, yang mana faktor paling dominan atau adalah ekstraksi air tanah dan sifat tanah. Selain itu, ketiga faktor tersebut dapat mempengaruhi atau menyebabkan penurunan muka tanah baik secara kombinasi/secara bersamaan atau secara terpisah.

R Rapid development in DKI Jakarta can cause physical transformation in urban spatial condition. If we can’t encounter and control the development growth, one of both physical and environment impact that to be faced is land subsidence. DKI Jakarta has experience land subsidance with average rate 11 – 14 cm per year, but in northern Jakarta, land subsidence rate can up to 26 cm per year. Therefore, advance assessment and identification is needed for understanding characteristic and factors that can cause land subsidence in that district. Using overlay as data analysis technique on land subsidence distribution map with burdens of building (building heights), soil characters, and groundwater extraction distribution map, it is found that there’s three factors related to urban development in Penjaringan and Kelapa Gading district that can cause land subsidence, namely soil characters, groundwater extraction, and building heights, which the most dominant factors is groundwater extraction and soil characters. Furthermore, those three factors can affect or cause land subsidence with both simultaneously or separately.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?