DETAIL KOLEKSI

Hubungan Merokok Dan Akne Vulgaris Pada Remaja Usia 15-17 Tahun


Oleh : Cintantya Prakasita

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1118

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Meiyanti

Subyek : Smoking;Acne vulgaris

Kata Kunci : smoking, acne vulgaris


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_KD_03013046_halaman-judul.pdf 9749.77
2. 2017_TA_KD_03013046_bab-1-pendahuluan.pdf 623.86
3. 2017_TA_KD_03013046_bab-2-tinjauan-literatur.pdf 991.79
4. 2017_TA_KD_03013046_bab-3-kerangka-konsep.pdf 627.64
5. 2017_TA_KD_03013046_bab-4-metode.pdf 866.93
6. 2017_TA_KD_03013046_bab-5-hasil.pdf 714.58
7. 2017_TA_KD_03013046_bab-6-pembahasan.pdf 771.03
8. 2017_TA_KD_03013046_bab-7-kesimpulan.pdf 693
9. 2017_TA_KD_03013046_daftar-pustaka.pdf 770.5
10. 2017_TA_KD_03013046_lampiran.pdf 12704.92

A Akne vulgaris merupakan penyakit self-limiting pada folikel pilosebasea yang sering ditemukan pada remaja. Prevalensi akne vulgaris terbesar terdapat pada remaja usia 16 – 18 tahun, yaitu sebesar 90%. Kejadian Akne vulgaris disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor yang berkaitan dengan patogenesis timbulnya Akne vulgaris diantaranya, produksi sebum yang meningkat, peningkatan jumlah Propioni bacterium acne, peningkatan kadar hormon androgen, stres psikis, usia,ras, familial, makanan, cuaca, dan juga rokok. Telah dilakukan penelitian sebelumnya tentang hubungan merokok dan akne vulgaris, hasil penelitian masih menunjukan pro dan kontra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian Akne vulgaris pada remaja usia 15-17 tahun, menentukan adanya hubungan antara karakteristik responden yaitu usia dan jenis kelamin dengan kejadian Akne vulgaris, dan mengetahui prevalensi siswa yang merokok dan kejadian Akne vulgaris di SMA Negeri 23 Jakarta. Jenis penelitian ini merupakan observational analitik dengan pendekatan crosssectional. Penelitian dilaksanakan di SMAN 23 Jakarta Barat pada bulan Desember 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja usia 15-17 tahun diSMAN 23. Sampel dipilih dengan cara Consecutive non random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 69 siswa. Variabel yang diteliti adalah merokok dan akne vulgaris. Data dikumpulkan dengan cara pemeriksaan fisik berupa inspeksi dan pengisian kuesioner MMSE. Kemudian data dianalisis menggunakan SPSS versi 24.0 dan Uji statistic menggunakan uji Chi-Square dan uji fisher. Hasil penelitian tidak terdapat hubungan antara Merokok dengan Kejadian Akne vulgaris setelah dilakukan uji Fisher dengan nilai p sebesar 1,000. Tidak didapatkan hubungan antara karakteristik responden yaitu usia dan jenis kelamin dengan kejadian Akne vulgaris setelah di uji dengan Chi-Square dengan nilai p sebesar 1,000 dan 0,534. Kesimpulannya tidak terdapat hubungan antara Merokok dan karakteristik responden (usia dan jenis kelamin) dengan Kejadian Akne vulgaris.

A Acne vulgaris is a self-limiting disease in pilosebaceous follicles that is often found in adolescents. The greatest prevalence of acne vulgaris is in adolescents aged 16-18 years, which is 90%. The incidence of acne vulgaris is caused by various factors. Factors related to the pathogenesis of the occurrence of Acne vulgaris include, increased sebum production, increased amount of Propioni bacterium acne, increased levels of androgen hormones, psychological stress, age, race, familial, food, weather, and also cigarettes. Previous research has been done on the relationship between smoking and acne vulgaris, the results of the study still show the pros and cons. This study aims to determine the relationship of smoking habits with the incidence of acne vulgaris in adolescents aged 15-17 years, determine the relationship between the characteristics of respondents, namely age and sex with the incidence of acne vulgaris, and determine the prevalence of students who smoke and the incidence of acne vulgaris in SMA 23 Jakarta. This type of research is analytic observational with cross sectional approach. The study was conducted at SMAN 23 West Jakarta in December 2016. The population in this study were adolescents aged 15-17 years old at SMAN 23. Samples were selected by consecutive non random sampling and obtained a sample of 69 students. The variables studied were smoking and acne vulgaris. Data was collected by physical inspection in the form of inspection and filling in the MMSE questionnaire. Then the data were analyzed using SPSS version 24.0 and statistical tests using Chi-Square test and fisher test. The results of the study there was no correlation between smoking and the incidence of acne vulgaris after Fisher's test with a p value of 1,000. There was no relationship between the characteristics of respondents, namely age and sex with the incidence of acne vulgaris after being tested with Chi-Square with p values ​​of 1,000 and 0.534. In conclusion there was no relationship between smoking and respondent characteristics (age and sex) with Genesis Acne vulgaris.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?