DETAIL KOLEKSI

Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Stunting Pada Siswa Sd


Oleh : Siska Armaiti Futri

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1137

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Ridwan Harrianto

Subyek : Pediatrics;Nutrition

Kata Kunci : stunting, physical activity, elementary school student


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_KD_03013182_halaman-judul.pdf 2152.04
2. 2017_TA_KD_03013182_bab-1-pendahuluan.pdf 612.3
3. 2017_TA_KD_03013182_bab-2-tinjauan-literatur.pdf 771.02
4. 2017_TA_KD_03013182_bab-3-kerangka-konsep.pdf 530.49
5. 2017_TA_KD_03013182_bab-4-metode.pdf 718.96
6. 2017_TA_KD_03013182_bab-5-hasil.pdf 618.11
7. 2017_TA_KD_03013182_bab-6-pembahasan.pdf 532.37
8. 2017_TA_KD_03013182_bab-7-kesimpulan.pdf 525.89
9. 2017_TA_KD_03013182_daftar-pustaka.pdf 608.18
10. 2017_TA_KD_03013182_Lampiran.pdf 2061.59

S Stunting merupakan salah satu masalah gizi pada anak usia sekolah dan bentuk dari proses pertumbuhan anak yang terhambat. Sampai saat ini stunting merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian. (1) Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2013 yaitu 30,7%, namun angka tersebut dikategorikan terbilang tinggi mengingat standar WHO untuk anak stunting (sangat pendek dan pendek) adalah 20% dan merupakan masalah kesehatan masyarakat karena angka stunting masih di atas 30%. (2) Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi anak stunting pada usia 7-12 tahun adalah 37,2%. (3) Salah satu faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya stunting pada seseorang adalah aktivitas fisik. Dulu permainan anak yang umumnya dilakukan adalah permainan fisik yang mengharuskan anak berlari, melompat, atau gerakan lainnya namun kini digantikan dengan permainan anak yang kurang melakukan gerak badannya seperti game elektronik, komputer,internet atau televisi yang cukup dilakukan dengan hanya duduk didepannya tanpa harus bergerak. (4) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan stunting pada siswa SD. Metode penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner serta pengukuran berat badan dan tinggi badan, penelitian ini meliputi kuesioner untuk mengetahui aktivitas fisik dan alat untuk pengukuran tinggi badan dan berat badan. Analisis data dengan menggunakan SPSS for Windows versi 23.0 dan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0,05. Angka kejadian stunting pada siswa sekolah dasar IT Al-Madany Parung Panjang Bogor kelas 1-6 yang berumur 6-12 tahun sebanyak 6 responden (3,9%), dan anak yang tidak mengalami stunting sebanyak 149 responden (96,1%). Anak yang mempunyai aktivitas yang rendah sebanyak 2 responden (1,3%), aktivitas sedang sebanyak 140 responden (90,0%), dan aktivitas yang tinggi sebanyak 13 responden (8,4%). Dari hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p = 0,207. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan rendahnya angka kejadian stunting yaitu sebesar 3,9% namun tidak ditemukannya hubungan aktivitas fisik dengan stunting pada siswa SD.

S Stunting is one of the nutritional problems in school-age children and a form of stunted child growth. Until now stunting is one of the nutritional problems that need attention. (1) The stunting prevalence in Indonesia in 2013 was 30.7%, but the figure was categorized as high considering the WHO standard for stunting children (very short and short) was 20% and was a public health problem because the stunting rate was still above 30%. (2) Basic Health Research Data (Riskesdas) in 2013 showed that the prevalence of stunting children at the age of 7-12 years was 37.2%. (3) One risk factor that affects the occurrence of stunting in a person is physical activity. In the past, children's games that were generally performed were physical games that required children to run, jump, or other movements, but now replaced by children's games that lacked body movements such as electronic games, computers, internet or television were enough to do just sitting in front of them without having to move. (4) This study aims to determine the relationship of physical activity with stunting in elementary students. This research method uses observational analytic study with cross-sectional design. Data were collected by filling out questionnaires and measuring body weight and height, this study included questionnaires to determine physical activity and tools for measuring height and weight. Data analysis using SPSS for Windows version 23.0 and the level of significance used is 0.05. The incidence of stunting in IT Al-Madany Parung Panjang Bogor elementary school students in grades 1-6 aged 6-12 years was 6 respondents (3.9%), and children who did not experience stunting were 149 respondents (96.1%). Children who have low activity are 2 respondents (1.3%), moderate activities are 140 respondents (90.0%), and high activity is 13 respondents (8.4%). From the results of the Chi-Square test p = 0.207 was obtained. The conclusion of this study shows that the low incidence of stunting is 3.9% but there is no relationship between physical activity and stunting in elementary students.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?