DETAIL KOLEKSI

Kajian Perencanaan Perkerasan Pada Pembangunan Runway 3 Bandara Internasional Soekarno-hatta


Oleh : Ferry Pratama

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Luky Surachman

Pembimbing 2 : Christina Sari

Subyek : Pavement planning;Airport - Building

Kata Kunci : runway, Soekarno Hatta Airport, ACN-PCN


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TS_05111016_Halaman-judul.pdf 1813.52
2. 2018_TA_TS_05111016_Bab-1.pdf 721.4
3. 2018_TA_TS_05111016_Bab-2.pdf 1518.35
4. 2018_TA_TS_05111016_Bab-3.pdf 1319.36
5. 2018_TA_TS_05111016_Bab-4.pdf 1716.31
6. 2018_TA_TS_05111016_Bab-5.pdf 703.62
7. 2018_TA_TS_05111016_Daftar-Pustaka.pdf 602.07
8. 2018_TA_TS_05111016_Lampiran.pdf 2496.13

B Bandara Soekarno – Hatta Jakarta merupakan bandara yang melayani baik penerbangan domestik maupun internasional. Bandara ini juga merupakan segabaibandar udara tersibuk di indonesia, untuk saat ini jumlah trafik pesawat saat lepaslandas dan mendarat di bandara Soekarno – Hatta saat ini berjumlah 72 pergerakanperjam. Dengan meningkatnya jumlah pengguna transportasi udara di bandar udarainternational Soekarno-Hatta dan banyaknya permintaan dari pengguna jasaangkutan udara maka sejalan dengan itu harus menambah prasarana salah satunyaadalah landasan pacu (runway) serta meningkatkan tebal perkerasannya. Penelitianini memuat tentang pembangunan Runway 3 dengan tujuan menganalisis faktorfaktoryang mempengaruhi perkerasan dan menganalisis tebal lapis perkerasan runway 3 pada bandar udara soekarno – hatta dengan menggunakan metode ACNPCN. Berdasarkan hasil analisis yang di dapat faktor – faktor yang mempengaruhi perkerasan adalah kekuatan tanah dasar, annual depratures, beban pada roda pendaratan pesawat, berat pesawat, dan konfigurasi roda pesawat. Untuk tebal lapis perkerasannya sendiri yang di peroleh dengan menggunakan metode ACN-PCN di dapat tebal surface 15 cm, base-course 43,69 cm, subbase 70,61 cm, setelah di lakukan penggolongan pesawat udara berdasarkan jenis dan tipe pesawat di dapat jenis dan tipe pesawat udara kritis yaitu A340-600, untuk nilai ACN – PCN di dapat nilai ACN = 90 dan PCN untuk runway 3 bandar udara Soekarno – Hatta di dapat nilai PCN= 125/F/C/U. Jadi runway 3 bandar udara Soekarno Hatta mampu menahan pesawat udara kritis dikarenakan nilai ACN tidak lebih besar dari nilai PCN runway 3 bandar udara Soekarno – Hatta.

S Soekarno-Hatta Airport is an airport that serves both domestic and internationalflights in Jakarta. This airport is also the busiest airport in Indonesia, for now thenumber of aircraft traffic at takeoff and landing at Soekarno-Hatta airport currentlyamounts to 72 movements per hour. With the increasing number of airtransportation users at the Soekarno-Hatta international airport and the largenumber of requests from users of air transport services, it is in line with the need toadd infrastructure, one of which is the runway and increase the thickness of thepavement. This research contains the construction of Runway 3 with the aim ofanalyzing the factors that affect pavement and analyzing the thickness of runway 3pavement layer in Soekarno Hatta airport using the ACN-PCN method. Based onthe results of the analysis, the factors that influence pavement are subgrade strength,annual depratures, load on aircraft landing wheels, aircraft weight, and aircraftwheel configuration. The thickness of the pavement layer itself is obtained usingthe ACN-PCN method, it can surface 15 cm thick, the base course is 43.69 cm,subbase 70.61 cm, after the classification of aircraft based on the type and type ofaircraft can be the type of critical aircraft is A340-600, for ACN value - PCN hasACN value = 90 and PCN for runway 3 Soekarno-Hatta airport is PCN = 125 / F /C / U. So the 3 runways of Soekarno Hatta airport were able to hold critical aircraftbecause the ACN value was not greater than the runway 3 of the Soekarno-Hattaairport.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?