DETAIL KOLEKSI

Gambaran Epidemiologis Gigi Sulung Persistensi : Kajian Pada Anak Usia 7-12 Tahun Di Sdn Tomang 01 Pagi Jakarta Barat (laporan Penelitian)

5.0


Oleh : Rizka Fauzi Ramadhani

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.645 RIZ g

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Dr. drg. Fatimah Boenjamin, Sp.KGA.

Pembimbing 2 : -

Subyek : Pedodontics

Kata Kunci : persistent primary teeth, ankylosed teeth, ectopic eruption, primary teeth infection


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_KG_040001400137_Halaman-Judul.pdf 1328.6
2. 2017_TA_KG_040001400137_Bab-1.pdf 763.58
3. 2017_TA_KG_040001400137_Bab-2.pdf 1014.31
4. 2017_TA_KG_040001400137_Bab-3.pdf 642.4
5. 2017_TA_KG_040001400137_Bab-4.pdf 969.35
6. 2017_TA_KG_040001400137_Bab-5.pdf 1092.36
7. 2017_TA_KG_040001400137_Bab-6.pdf 726.56
8. 2017_TA_KG_040001400137_Bab-7.pdf 707.61
9. 2017_TA_KG_040001400137_Daftar-Pustaka.pdf 781.74
10. 2017_TA_KG_040001400137_Lampiran.pdf 1961.84

L Latar Belakang: Gigi sulung persistensi merupakan keadaan gigi sulung yang bertahan pada lengkung gigi melebihi waktu yang seharusnya atau gigi permanen pengganti sudah erupsi sedangkan gigi sulung belum tanggal. Gigi sulung persistensi biasanya terjadi pada periode geligi bercampur. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran epidemiologis gigi sulung persistensi pada anak. Metode: Metode penelitian ini adalah bersifat deskriptif observasional dengan rancangan potong silang. Populasi pada penelitian ini adalah 159 murid SDN Tomang 01 Pagi Jakarta Barat usia 7-12 tahun. Gigi sulung persistensi dinilai secara klinis oleh dokter gigi yang berpengalaman menggunakan cahaya matahari dan lampu senter untuk penerangan. Analisis data disajikan dalam bentuk persentase. Hasil: Prevalensi gigi sulung persistensi pada peneltian ini adalah 22%. Etiologi gigi sulung persistensi pada penelitian ini berturutturut adalah erupsi ektopik gigi permanen 38 (81%), tidak ada benih gigi permanen 1 (2%), ankilosis gigi sulung 1 (2%), dan infeksi gigi sulung 7 (15%). Kesimpulan: Erupsi ektopik gigi permanen merupakan etiologi yang paling sering ditemukan.

B Background: Persistent primary teeth is a condition when the primary teeth still stayed in the dental arch longer than its regular time for exfoliation or the permanent teeth already erupted while the primary teeth hasn’t exfoliated yet. It’s usually found in the mixed dentition phase. Aim: To investigate the epidemiology of persistent primary teeth in children. Methods: This is a descriptive observational study with a cross-sectional design. Populations of this study was 159 children of age 7-12 years old from SDN Tomang 01 Pagi West Jakarta. Assessment of persistent primary teeth was conducted by an experienced examiner under sufficient artificial and natural light. Data analysis were given in percentage. Results: The prevalence of persistent primary teeth was 22%. The etiology of persistent primary teeth were ectopic eruption of succadenous teeth 38 (81%), congenitally missing teeth 1 (2%), ankylosed teeth 1 (2%) and primary teeth infection 7 (15%), respectively. Conclusion: The most common etiology of persistent primary teeth were ectopic eruption of permanent teeth.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?