DETAIL KOLEKSI

Kinerja Kombinasi Biofilter Dan Subsurface Flow Constructed Wetland Dalam Penyisihan Kandungan Tss, Cod Dan Bod Air Limbah Kantin Sma Negeri 78, Jakarta Barat


Oleh : Muhammad Faruq

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Muhammad Lindu

Pembimbing 2 : Ramadhani Yanidar

Subyek : Wastewater treatment plant;Characteristics of canteen wastewater;Management of the environment

Kata Kunci : biofilter aerobic, BOD, COD, K value, removal efficiency, SSFCW-MLF, TSS.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_STL_08212041_Halaman-judul.pdf 1734.23
2. 2018_TA_STL_08212041_Bab-1.pdf 111.95
3. 2018_TA_STL_08212041_Bab-2.pdf 863.53
4. 2018_TA_STL_08212041_Bab-3.pdf 795.3
5. 2018_TA_STL_08212041_Bab-4.pdf 543.73
6. 2018_TA_STL_08212041_Bab-5.pdf 714.58
7. 2018_TA_STL_08212041_Bab-6.pdf 969.23
8. 2018_TA_STL_08212041_Bab-7.pdf 173.97
9. 2018_TA_STL_08212041_Daftar-Pustaka.pdf 112.93
10. 2018_TA_STL_08212041_Lampiran.pdf 4287.15

A Air limbah yang berasal dari aktivitas kantin memiliki konsentrasi bahan organik yang sangat tinggi sehingga perlu diolah sebelum dilepaskan ke badan air agar tidak mencemari perairan. Pengolahan air limbah Kantin di SMA Negeri 78 Jakarta diawali dengan bak pengumpul, kemudian dipompakan ke reaktor biofilter aerobic, lalu dialirkan secara gravitasi ke dalam bak kontrol debit sebelum pada akhirnya masuk ke unit pengolahan utama, yakni reaktor Subsurface Flow Constructed Wetland Multilayers Filtration Tipe Aliran Vertikal dengan Tanaman Akar Wangi (SSFCW-MLF). Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengujian kinerja penyisihan parameter TSS, COD, dan BOD dalam pengolahan air limbah kantin sekolah dengan menggunakan kombinasi sistem biofilter aerobik dan SSFCW-MLF tipe aliran vertikal dengan tanaman akar wangi agar memenuhi baku mutu air limbah domestik sebelum dilepaskan ke badan air. Media yang digunakan pada reaktor biofilter aerobic adalah media yakult yang dimodifikasi sedangkan pada reaktor SSFCW-MLF menggunakan media tanah sebagai media tanam akar wangi, kompos dan sekam dengan perbandingan 50 : 50, pasir silika diameter 4-7 mm, kerikil halus diameter 1-3 cm, dan kerikil kasar diameter 3-5 cm. Metodologi penelitian adalah aklimatisasi tanaman, pemindahan tanaman pada reaktor dan menganalisa kualitas air limbah. Debit air limbah yang masuk ke unit pengolahan adalah 3,2976 m3/hari dengan waktu tinggal dalam unit SSFCWMLF adalah 20,88 jam. Hasil penelitian menujukkan bahwa pada kondisi tunak, reaktor SSFCW-MLF memiliki efisensi penyisihan konsentrasi TSS berkisar antara 68 – 79 %, untuk parameter COD berkisar antara 59 – 93 %, sedangkan untuk parameter BOD berkisar antara 47 – 90 %. Nilai rata-rata kA pada unit SSFCW-MLF adalah 6,13 ± 0,73 m/hari dengan kisaran nilai antara 5,29 – 7,16 m/hari untuk parameter TSS ; 8,36 ± 3,08 m/hari dengan kisaran nilai antara 4,12 – 12,48 m/hari untuk parameter COD ; dan 7,62 ± 9,85 m/hari dengan kisaran nilai antara 2,92 – 10,46 m/hari untuk parameter BOD. Konsentrasi air limbah dari outlet IPAL telah sesuai dengan baku mutu air limbah domestik menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No. P.68 tahun 2016.

W Waste water from canteen activity has a very high concentration of organic matter so it needs to be treated before being discharged into the water body so as not to pollute the waters.Canteen wastewater treatment at SMA Negeri 78 Jakarta begins with a collection tank, then is pumped into an aerobic biofilter reactor, then flows gravitationally into the discharge control tub before finally entering the main treatment unit, namely the Sub Surface Flow Constructed Wetland Multilayers Filtration reactor with Akar Wangi Plants (SSFCW-MLF).The purpose of this study was to test the parameters of TSS, COD, and BOD parameter performance in wastewater treatment process of school canteen using a combination of biofilter aerobic and subsurface flow constructed wetland multilayers filtration with Akar Wangi plants in order to meet domestic wastewater quality standards before being released to the water body. The media used in the biofilter aerobic reactor were modified yakult media while the SSFCW-MLF reactor used soil media as a medium for Akar Wangi, compost and husk in a ratio of 50: 50, silica sand diameter 4-7 mm, gravel diameter 1-3 cm, and coarse gravel 3-5 cm in diameter. The research methodology is plant acclimatization, transfer of plants to the reactor and analyzing the quality of wastewater. The waste water discharge into the processing unit is 3.2976 m3 / day with detention time in the SSFCW-MLF unit is 20.88 hours.The results showed that at steady-state conditions, SSFCW-MLF reactor had the efficiency of TSS concentration removal between 68 - 79%, for COD parameters ranged from 59 - 93%, while for BOD parameters ranged between 47 - 90%. The kA average value in SSFCW-MLF units is 6,13 ± 0,73 m/day in range 5,29 – 7,16 m/day for TSS ; 8,36 ± 3,08 m/day in range 4,12 – 12,48 m/day for COD ; 7,62 ± 9,85 m/day in range 2,92 – 10,46 m/day for BOD. The concentration of wastewater from the WWTP outlet is in accordance with the domestic wastewater quality standards according to regulation of Ministry of Environment and Forestry’s Standard for Domestic Wastewater Nr. P. 68/2016

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?