DETAIL KOLEKSI

Analisis Co, Pm2,5 Dan Pm10 Di Parkir Bawah Tanah (basement) Mall Kota Kasablanka Jakarta


Oleh : Nada Nazihah

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Hernani Yulinawati

Pembimbing 2 : Asih Wijayanti

Subyek : Air quality;Indoor air pollution;Management of the environment

Kata Kunci : CO, PM10, PM2,5, basement parking, mall


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_STL_082001400043_Halaman-judul.pdf 1748.61
2. 2018_TA_STL_082001400043_Bab-1.pdf 111.59
3. 2018_TA_STL_082001400043_Bab-2.pdf 437.67
4. 2018_TA_STL_082001400043_Bab-3.pdf 1581.86
5. 2018_TA_STL_082001400043_Bab-4.pdf 1561.23
6. 2018_TA_STL_082001400043_Bab-5.pdf 170.88
7. 2018_TA_STL_08200140043_Daftar-Pustaka.pdf 177.42
8. 2018_TA_STL_082001400043_Lampiran.pdf 942.61

P Perkembangan Jakarta yang pesat diikuti dengan pembangunan banyak pusat-pusat perbelanjaan (mall) yang dilengkapi dengan parkir bawah tanah (basement). Belum banyak dilakukan penelitian tentang kualitas udara dalam ruang pada parkir basement. Parameter udara yang mempengaruhi kualitas udara basement antara lain CO dan partikel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi CO, PM2,5 dan PM10 di parkir basement Mall Kota Kasablanka dan membandingkannya dengan baku mutu; menganalisis pengaruh temperatur, kelembaban udara, jumlah kendaraan terhadap konsentrasi ketiga parameter; menganalisis hubungan antar ketiga parameter; memprakirakan potensi gangguan yang mungkin dirasakan pekerja parkir basement; serta upaya pengendaliannya. Metode penelitian yang diterapkan dengan mengumpulkan data primer menggunakan alat ITX multi gas monitor untuk CO dan alat Particle Counter HT-9600 untuk PM2,5 dan PM10. Hasil pengukuran pada parkir basement Mall Kota Kasablanka menunjukkan konsentrasi CO pada Titik 1 sebesar 25,6 ppm (Minggu) dan 28,1 ppm (Sabtu) melebihi baku mutu 23 ppm (PERGUB DKI Jakarta No. 54 Tahun 2008). Konsentrasi PM2,5 dan PM10 hampir di semua titik telah melebihi baku mutu. Hubungan temperatur dan kelembaban terhadap konsentrasi CO, PM2,5, dan PM10 tidak signifikan. Perbandingan rasio antara PM2,5 dan PM10 adalah 1 : 2,9 yang berarti pada PM10 mengandung 34,14% PM2,5. Konsentrasi CO sangat dipengaruhi oleh jumlah kendaraan (R = 0,99). Hubungan jumlah kendaraan terhadap konsentrasi PM2,5 (R = 0,56) lebih tinggi dibanding PM10 (R = 0,35). Gangguan yang paling banyak dirasakan pekerja di parkir basement Mall Kota Kasablanka diantaranya tenggorokan kering, mata pedih, lesu, bersin dan pusing. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada pengelola Mall Kota Kasablanka terut ama pengelola tempat parkir adalah untuk menegaskan tentang larangan merokok di wilayah parkir basement dan membuat ruang khusus merokok serta selalu melakukan pengecekan dan perawatan berkala pada blower dan exhaust

R Rapid development in Jakarta was followed by the construction of many shopping centers (malls) equipped with underground parking (basement). There has not been much research on indoor air quality in basement parking. Air parameters that affect basement air quality include CO and particles. This study aims to analyze the concentration of CO, PM2,5 and PM10 in the basement parking at Mall Kota Kasablanka and compare it with quality standards; analyze the correlation of temperature, air humidity, number of vehicles on the concentration of the three parameters; analyze the correlation between the three parameters; predict potential impacts that may be felt by basement parking workers; and the control efforts. The research method applied by collecting primary data using ITX multi gas monitor tools for CO and Particle Counter HT-9600 tools for PM2,5 and PM10. The results of measurements at the Kota Kasablanka basement parking showed that CO concentrations at Sampling Point 1 is 25.6 ppm (Sunday) and 28.1 ppm (Saturday) exceeding the 23 ppm quality standard (PERGUB DKI Jakarta No. 54 Year 2008). Almost all PM2.5 and PM10 concentrations have exceeded the quality standard. The correlaation between temperature and humidity with CO, PM2,5 and PM10 concentrations was not significant. The ratio ratio between PM2.5 and PM10 is 1:2.9, which means that in PM10 contains 34.14% PM2.5. CO concentration is strongly influenced by the number of vehicles (R = 0.99). The correlation of vehicles to PM2.5 concentration (R = 0.56) was higher than PM10 (R = 0.35). The impacts that were most felt by workers at the Kota Kasablanka Mall basement parking are dry throat, sore eyes, lethargy, sneezing and dizziness. The recommendations that can be given to the manager of Kota Kasablanka Mall, especially the parking manager, is to emphasize the smoking ban in the basement parking area and to make a smoking room and to always check and maintenance the blowers and exhaust periodicly.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?