DETAIL KOLEKSI

Analisis korelasi antara deposisi basah dan deposisi kering di wilayah Serpong Tangerang


Oleh : Rahmi Diah Pramesti

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : Wahjudi Wisaksono

Pembimbing 2 : R. Djurit Teguh Prakoso

Subyek : Air - Quality

Kata Kunci : wet deposition, dry deposition, air quality, particulates


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2003_TA_STL_08298032_Halaman-Judul.pdf 2369.48
2. 2003_TA_STL_08298032_Lembar-Pengesahan.pdf 944.89
3. 2003_TA_STL_08298032_Bab-I_Pendahuluan.pdf 680.97
4. 2003_TA_STL_08298032_Bab-II_Tinjauan-Pustaka.pdf 2272.65
5. 2003_TA_STL_08298032_Bab-III_Metodologi-Penelitian.pdf 1874.12
6. 2003_TA_STL_08298032_Bab-IV_Hasil-Penelitian-dan-Pembahasan.pdf 8823.49
7. 2003_TA_STL_08298032_Bab-V_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 683.5
8. 2003_TA_STL_08298032_Daftar-Pustaka.pdf 590.24
9. 2003_TA_STL_08298032_Lampiran.pdf 2675.55

P Perubahan kualitas udara umumnya disebabkan oleh masuknya polutan-polutan yang berasal dari berbagai sumber ke dalam atmosfer, yang pada konsentrasi tertentu dapat membahayakan lingkungan dan makhluk hidup. Salah satu dampak dari pencemaran udara adalah hujan asam (deposisi asam). Penelitian ini bertujuan untuk mencari korelasi dan kebergantungan antara deposisi basah dan deposisi kering di Serpong,Tangerang.Deposisi asam berawal dari kegiatan manusia, baik dalam kegiatan rumah tangga maupun industri, yang menghasilkan polutan yang diemisikan ke udara. Polutan seperti oksida sulfur dan oksida nitrogen berubah menjadi asam sulfat dan asam rutrat melalui reaksi kimia yang kompleks, kemudian berpindah dari atmosfer ke permukaan bumi melalui deposisi kering dan deposisi basah.Parameter yang terdapat dalam deposisi kering ialah gas (SO2, HNO3, HCI, NH3) dan partikulat (SO42-,NO3-, CI-, NH4+, Na+, K+, Ca2+, Mg2+), sedangkan parameter yang terdapat dalam deposisi basah ialah; pH, DHL, SO42-,NO3-, CI-, NH4+, Na+, K+, Ca2+, Mg2+. Karena penelitian ini ditujukan untuk mengetahui korelasi antara deposisi basah dan deposisi kering, maka parameter yang dapat dikorelasikan adalah SO42-,NO3-, CI-, NH4+, Na+, K+, Ca2+, Mg2+. Namun parameter yang diukur dalam penelitian ini hanyalah parameter NO3-, CI-, NH4+, Na+, K+, Ca2+, Mg2+. Pengukuran dimulai dari April sampai Juni 2002 (13 minggu). Data sekunder terdiri dari data parameter deposisi basah dan deposisi kering di Pusarpedal dari April hingga Juni 2001 dan data klimatologi dari stasium BMG Curug dan Serpong.Hasil rata-rata keseluruhan pH air hujan membuktikan indikasi hujan asam terjadi di Serpong dengan ph berkisar antara 4,04 hingga 5,26. Hubungan yang signifikan terjadi antara pH dengan DHL karena nilai R2= 0,5079 atau R2> 0,5. Hal ini berarti pH dan DHL memiliki hubungan saling bergantung satu sama lain sebesar 50,79% sedangkan sisanya 49,21% dipengaruhi oleh faktor lain. Korelasi yang terjadi antara pH dan DHL ini adalah korelasi negatif, yang berarti kenaikan nilai DHL diikuti dengan menurunnya nilai pH dan menurunnya nilai DHL diikuti dengan naiknya nilai pH.Hubungan antara deposisi kering dengan deposisi basah dilambangkan dengan R? Dari hasil analisis regresi linier antara deposisi basah dan deposisi kering menunjukan hubungan yang tidak kuat antara deposisi basah dengan deposisi kering karena nilai R2<0,5 atau R2 < 50%. Yang mempunyai nilai R2 terbesar adalah kalsium (Ca2+) 33,2%. Pada Na+ dan K+ menunjukkan bahwa korelasi yang terjadi adalah korelasi negatif, sedangkan yang lainnya menunjukkan korelasi positif. Hasil analisa dengan trend grafik antara parameter deposisi basah dengan deposisi kering dapat dikatakan mempunyai hubungan yang cukup konsisten bila dilihat secara keseluruhan.Hubungan yang terjadi antara parameter deposisi basah dengan curah hujan adalah hubungan negatif (korelasi negatif) yang berarti setiap kenaikan atau penurunan curah hujan diikuti dengan penurunan atau kenaikan konsentrasi parameter deposisi basah. Dari hasil analisis regresi linier menunjukan kuatnya hubungan NH4+ terhadap curah hujan karena nilai R2> 0,5 atau R2>50%. Nilai tersebut menyatakan bahwa 56,6% konsentrasi NH4+ dipengaruhi oleh curah hujan, sedangkan sisanya (43,4%) disebabkan oleh hal lain. Sedangkan parameter lain tidak menunjukkan hubungan yang kuat dengan curah hujan karena nilai R2 < 0,5 atau R2 < 50%,Hubungan yang terjadi antara deposisi kering terhadap suhu hampir seluruhnya menunjukkan korelasipositif, kecuali pada NH4+ dan CI-. Hasil perhitungan regresi linier diatas menunjukkan kecilnya pengaruh suhuterhadap konsentrasi parameter deposisi kering yang dilambangkan oleh R2 Nilai R2 yang ada seluruhnya dibawah 0,5 atau 50%. Oleh karena itu persamaan regresi linier tersebut tidak dapat digunakan untuk memprediksi konsentrasi parameter deposisi kering. Rata-rata pH mingguan bulan April-Juni 2001 menunjukkan kondisi yang lebih baik bila dibandingkaN dengan tahun 2002, hal ini berarti telah terjadi penurunan kualitas air hujan. Oleh karena itu Hasil pengukuran kualitas air hujan dan emisi udara dan pemahaman dampak yang terjadi sebaiknya diinformasikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam menjaga kualitas udara.Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, penelitian harus dilakukan secara kontinu selama 4 tahun agar didapat pola yang pasti tentang hubungan deposisi kering dengan deposisi basah.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?