DETAIL KOLEKSI

Hubungan Antara Asupan Kalsium Dengan Kepadatan Tulang Pada Perempuan Pascamenopause


Oleh : Sarah Hayati

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1181

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Elly Herwana

Subyek : Postmenopause;Relationship between calcium and bone density

Kata Kunci : calcium intake, bone density, postmenopausal


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_03013177_halaman-judul.pdf 908.7
2. 2018_TA_KD_03013177_Bab-1-Pendahuluan.pdf 534.75
3. 2018_TA_KD_03013177_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 913.52
4. 2018_TA_KD_03013177_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 609.8
5. 2018_TA_KD_03013177_Bab-4-Metode.pdf 653.17
6. 2018_TA_KD_03013177_Bab-5-Hasil.pdf 612.52
7. 2018_TA_KD_03013177_Bab-6-Pembahasan.pdf 612
8. 2018_TA_KD_03013177_Bab-7-Kesimpulan.pdf 525.54
9. 2018_TA_KD_03013177_Daftar-pustaka.pdf 725.22
10. 2018_TA_KD_03013177_Lampiran.pdf 1753.4

O Osteoporosis banyak terjadi pada perempuan pascamenopause dengan prevalensi 32,3% pada penduduk Indonesia yang berusia lebih dari 50 tahun. Kalsium merupakan mineral tulang yang dianggap berperan dalam remodeling tulang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara asupan kalsium dengan kepadatan tulang pada perempuan pascamenopause. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan desain cross sectional (potong lintang) dilakukan pada perempuan pascamenopause. Asupan kalsium dinilai menggunakan food frequency questionnaire. Kepadatan tulang dinilai menggunakan qualitative ultrasound. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebanyak 92 perempuan pascamenopause yang menjadi subjek penelitian. Terdapat 5 subjek (5,4%) berusia kurang dari 48 tahun, dan 87 subjek (94,6%) berusia lebih dari 48 tahun. Sebanyak 63 subjek mengonsumsi asupan kalsium dengan kategori kurang (68.5%) dan 29 subjek mengonsumsi kalsium dengan kategori cukup (31.5%). Sebanyak 19 subjek termasuk kategori kepadatan tulang normal (20.7%), dan 44 subjek dengan kepadatan tulang osteopenia (47.5%), dan 29 subjek dengan kategori kepadatan tulang osteoporosis (31.5%). Analisis statistik didapatkan hubungan yang bermakna antara asupan kalsium dan kepadatan tulang pada perempuan pascamenopause (p = 0,010). Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan kalsium dengan kepadatan tulang pada perempuan pascamenopause.

O Osteoporosis is most common in postmenopausal women with a prevalence of 32.3% in Indonesians over 50 years of age. Calcium is a bone mineral that is considered to play a role in bone remodeling. This study aimed to assess the relationship between calcium intake and bone density in postmenopausal women. This study was an observational study using a cross sectional design performed on postmenopausal women. Calcium intake was assessed using a food frequency questionnaire. Bone density was assessed using qualitative ultrasound. Data analysis was done by univariate and bivariate using the Chi-Square test. A total of 92 postmenopausal women were the subjects of the study. There were 5 subjects (5.4%) aged less than 48 years, and 87 subjects (94.6%) aged over 48 years. A total of 63 subjects consumed calcium intake with less categories (68.5%) and 29 subjects consumed calcium with sufficient categories (31.5%). A total of 19 subjects included the normal bone density category (20.7%), and 44 subjects with osteopenia bone density (47.5%), and 29 subjects with osteoporosis bone density category (31.5%). Statistical analysis showed a significant relationship between calcium intake and bone density in postmenopausal women (p = 0.010). There is a significant relationship between calcium intake and bone density in postmenopausal women.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?