DETAIL KOLEKSI

Aplikasi Pressure Transient Analysis Untuk Menentukan Geometri Reservoir Pada Sumur Gas Ctr-2

5.0


Oleh : Citra Ardilla S.

Info Katalog

Nomor Panggil : 952/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Mulia Ginting

Pembimbing 2 : Listiana Satiawati

Subyek : Reservoir geometry - Oil technic;Gas well - Oil technic

Kata Kunci : pressure transient analysis, reservoir geometry, modified isochronal test


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TM_071001400040_Halaman-Judul.pdf 3792.99
2. 2018_TA_TM_071001400040_Bab-1.pdf 480.76
3. 2018_TA_TM_071001400040_Bab-2.pdf 12445.36
4. 2018_TA_TM_071001400040_Bab-3.pdf 1301.98
5. 2018_TA_TM_071001400040_Bab-4.pdf 19593.88
6. 2018_TA_TM_071001400040_Bab-5.pdf 569.22
7. 2018_TA_TM_071001400040_Daftar-Pustaka.pdf 579.07
8. 2018_TA_TM_071001400040_Lampiran.pdf 923.41

S Sumur gas CTR-2 berada di Kota Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Sumurini menembus beberapa lapisan, dan dari lapisan yang ditembus tersebut terdapatdua lapisan yang mengandung gas, yaitu Lapisan A dan Lapisan B. Tujuan daripenulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui geometri reservoir dari LapisanA dan B. Penentuan geometri reservoir ditentukan berdasarkan Pressure TransientAnalysis, yaitu analisa Pressure Build Up dengan menggunakan metode PressureDerivative dan Horner Plot. Selain itu, ditentukan pula laju alir maksimum darisumur tersebut berdasarkan nilai AOFP yang didapat dari analisa ModifiedIsochronal Test dengan menggunakan metode konvensional (Rawlin-Schellhardt).Baik analisa pressure build up maupun modified isochronal test dilakukan denganmenggunakan software Ecrin v4.02.Hasil analisa pressure derivative menunjukkan bahwa model reservoir padasumur CTR-2 Lapisan A adalah Two Layers dengan boundary Intersecting faults,sedangkan model reservoir pada sumur CTR-2 Lapisan B adalah Homogen denganboundary Intersecting faults. Pada Lapisan A jarak sumur menuju boundary yangterdekat adalah 303 ft (92 meter) dan jarak terjauh sekitar 984 ft (300 meter). PadaLapisan B, diketahui jarak boundary terdekat adalah 1260 ft (384 meter) dan jarakterjauhnya adalah 1290 ft (393 meter).Pada analisa Horner, selain dilakukan dengan menggunakan software Ecrindilakukan pula perhitungan manual menggunakan Microsoft Excel. Hasil analisakedua metode tersebut terhadap kedua lapisan tidak menunjukkan perbedaan yangsignifikan, dimana nilai permeabilitas pada Lapisan A berkisar antara 130 - 139 md.Sedangkan pada Lapisan B diketahui nilai permeabilitas yang didapatkan berkisarantara 312 - 319 md.Kemudian analisa modified isochronal test dilakukan pula denganmenggunakan software Ecrin dan perhitungan manual menggunakan MicrosoftExcel. Hasil analisa kedua metode tersebut tidak menunjukkan perbedaan yangsignifikan, dimana nilai AOFP yang didapatkan pada Lapisan A berkisar antara37,06 - 38,7 MMscf/D. Sedangkan pada Lapisan B, nilai AOFP yang didapatkanberkisar antara 69,07 - 70,6 MMscf/D. Dari analisa ini, maka perkiraan produksisumur dapat ditentukan yaitu 30% dari nilai AOFP.

C CTR-2 gas well is located in Rembang City, Central Java Province. This wellare penetrated several layers, and from the penetrated layer there are two layersthat contain gas, i.e Layer A and Layer B. The purpose of this analysis is to find outthe reservoir geometry of Layer A and B. Determination of reservoir geometrybased on Pressure Transient Analysis i.e Pressure build up analysis using thePressure Derivative and Horner Plot methods. In addition, the maximum flow rateof the well was determined based on the AOFP value obtained from the ModifiedIsochronal Test analysis using the conventional method (Rawlin-Schellhardt). Bothpressure build up and modified isochronal test were performed using Ecrin v4.02software.The results of pressure derivative analysis shows that the reservoir model inCTR-2 well Layer A is Two Layers with Intersecting faults boundary, while thereservoir model in CTR-2 well Layer B is Homogeneous with Intersecting faultsboundary. At Layer A the distance of the well to the nearest boundary is 303 ft (92meters) and the farthest distance is 984 ft (300 meters). At Layer B, the closestdistance is 1260 ft (384 meters) and the farthest distance is 1290 ft (393 meters).In Horner's analysis, besides using Ecrin software, manual calculations wasalso performed using Microsoft Excel. The results of the analysis of the two methodson both layers do not show significant differences, where the permeability valuesin Layer A are between 130-139 md. While in Layer B, the permeability valuesobtained between 312 - 319 md.Then modified isochronal test analysis was performed which was also doneusing Ecrin software and manual calculations using Microsoft Excel. The resultsshowed that there was no significant difference, where the value of AOFP in LayerA was between 37.06 - 38.7 MMscf/D. While in Layer B, the value of AOFP wasbetween 69.07 - 70.6 MMscf/D. From this analysis, the maximum well productioncan also be determined which is 30% of the AOFP value.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?