DETAIL KOLEKSI

Pengembangan Kawasan Nusa Kambangan sebagai wisata konservasi


Oleh : Niken Cahya Wardhani

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2001

Pembimbing 1 : Rahel Situmorang

Pembimbing 2 : Haryadi Widjayanto

Subyek : Outdoor recreation - Designs and plans

Kata Kunci : ecotourism, land use, ecological


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2001_TA_SAL_08195076_Halaman-Judul.pdf 1638.01
2. 2001_TA_SAL_08195076_Lembar-Pengesahan.pdf 779.38
3. 2001_TA_SAL_08195076_Bab-I_Pendahuluan.pdf 1157.68
4. 2001_TA_SAL_08195076_Bab-II_Studi-Kepustakaan,-Studi-Banding,dan-Penyigihan-Lapangan.pdf 3351.93
5. 2001_TA_SAL_08195076_Bab-III_Identifikasi-daya-dukung-dan-Kesesuaian-Lahan-Serta-Perumusan-Permasalahan-Perencanaan.pdf 3212.62
6. 2001_TA_SAL_08195076_Bab-IV-Program-Pengembangan.pdf 891.85
7. 2001_TA_SAL_08195076_Bab-V_Konsep-Perencanaan-Lansekap.pdf 1837.43
8. 2001_TA_SAL_08195076_Daftar-Pustaka.pdf 616.41
9. 2001_TA_SAL_08195076_Lampiran.pdf 7178.38

M Manusia di dalam hidupnya selalu memiliki kebutuhan akan rekreasi. Dengan perimbangan bahwa potensi alam di dalam kawasan pulau nusa kambangan, termasuk keunikan alam yang dimilikinya dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata, dimana sebagian besar lahan merupakan hutan hujan tropis yang memiliki ragam kehidupan liar yang cukup menarik. Sumber daya masarakat setempat juga merupakan sebuah potensi, sehingga dapat di cari bagaimana mengembangkan perencanaan sebagai obyek wisata.Keberadaan kawasan pulau nusa kambangan memiliki peran dan fungsi yang penting terhadap kabupaten Cilacap secara khusus dan terhadap Pulau Jawa secara umumnya. Konsepsi khusus pengembangan kawasan yang berisi upaya-upaya tekns dan non teknis sebagai dasar kebijakan Departemen Kehutanan dan Departemen Kehakiman (beserta instansi-instansi yang terkait) belum ada, maka perlu di susun suati konsep pengembangan kawasan sebagai daerah wisata yang lebih terarah dan terpadu sesuai dengan RURT (Rencana Umum Tata Ruang Terbuka) dan RUTRH (Rencana Umum Tata Ruang Hijau), tanpa merubah fungsi utamanya sebagai kawasan konservasi.Perencanaan kawasan ditujukan untuk membentuk nillai-nilai estetika terhadap visualisasi daerah pesisir sungai dan pantai (makro) dan membentuk tata urutan ruang yang tercipta berdasarkan jenis dan fungsi kegiatannya (mikro), di samping aspek fungsional penggunaan “land use” kawasan. Pendekatan perencanaan diterapkan melalui disiplin ilmu arsitektur lansekap dalam upaya pembentukan ruang luar bagi aktifitas kegiatan manusia dan pelestarian alam, dengan pengaturan sistem pengembangan fisik dan non fisik berdasarkan pemikiran dan pendekatan secara ekologis, sehingga dapat terwujud suatu kawasan hijau yang berfungsi sebagai kawasan penyangga, daerah resapan air, sekaligus sebagai kawasan cagar alam dan wisata yang mempunyai nilai-nilai ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya, serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?