DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara asupan mikronutrien selenium dengan derajat infeksi filariasis pada penderita filariasis

5.0


Oleh : Hayyu Ari Anggriani

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1241

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Suriyani

Subyek : Filariasis

Kata Kunci : fialriasis, selenium, immune


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_03014082_Halaman-judul.pdf 1062.9
2. 2018_TA_KD_03014082_Bab-1-Pendahuluan.pdf 874.44
3. 2018_TA_KD_03014082_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 1082.43
4. 2018_TA_KD_03014082_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 742.48
5. 2018_TA_KD_03014082_Bab-4-Metode.pdf 749.48
6. 2018_TA_KD_03014082_Bab-5-Hasil.pdf 637.83
7. 2018_TA_KD_03014082_Bab-6-Pembahasan.pdf 757.09
8. 2018_TA_KD_03014082_Bab-7-Kesimpulan.pdf 631.51
9. 2018_TA_KD_03014082_Daftar-pustaka.pdf 724.36
10. 2018_TA_KD_03014082_Lampiran.pdf 2287.18

L LATAR BELAKANG Filariasis merupakan penyakit yang disebabkan infeksi cacing filarial. Menurut data yang dikeluarkan Depkes tahun 2015, terdapat 13.032 kasus. Salah satu daerah di Indonesia yang termasuk endemis filariasis adalah di Balangan, Kalimantan Selatan. Selenum meningkatkan sistem imun, yaitu sistem imun adaptif dan ilmiah yang berperan dalam mengeliminasi mikrofilaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mikronutrien selenium dengan derajat infeksi filariasis.METODEPenelitian menggunakan studi analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian menggunakan data sekunder dengan jumlah responden sebanyak 65 orang. Data yang digunakan adalah data pengambilan sampel darah dan data kadar selenium dalam rambut. Uji analisis yang digunakan adalah uji Fisher. HASIL Pada data diperoleh mayoritas responden derajat infeksi fialriasis negatif dnegan kadar selenium dibawah normal. Berdasarkan uji analisis yang dilakukan tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara asupan mikronutrien selenium dengan derajat infeksi filariasis dengan nilai P=0,437. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna antara asupan mikronutrien selenium dengan derajat infeksi filariasis. Hal itu disebabkan oleh faktor imun tiap subjek yang berbeda, dan faktor lain yang turut mendukung seperti pendidikan, pekerjaan, kondisi geografis, dan zat yang menghambat absorpsi selenium

B BACK GROUND Filariasis is a disease caused by filarial worm infection. According to data from the Ministry of Health in 2015, there were 13,032 cases. One of the areas in Indonesiaa which is filariasis endemic is in Balangan, South Kalimantan. Selenium improves the immune system, the adaptive and natural immune system that plays a role in eliminating microfilariae. This study aims to determine the relationship between selenium micronutrients with degrees of filariasis infection. METHODS The Research used an observational analytic study with cross sectional design. The study used secondary data with 65 respondents. Data were collected using data of blood sampling and data of selenium level in hair. The analysis test used is Fisher test. RESULTS The majority of respondents are in the status of selenium levels below normal and the degree of infection is negative. Based on analysis test conducted no significant relationship between intake of selenium micronutrient with degree of filariasis infection with value P = 0,437.CONCLUSIONThis study showed no significant association between selenium micronutrient intake and degree of filariasis infection. It is caused by immune factors of each different subject, and other contributing factors such as education, occupation, geographical conditions, and substances that inhibit selenium absorption

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?