DETAIL KOLEKSI

Hubungan Obesitas Dengan Kejadian Hernia Inguinalis Pada Laki-laki Usia 20-40 Tahun


Oleh : Andri Bachtiar

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1201

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Dyah Ayu Woro

Subyek : Obesity;Inguinal hernia

Kata Kunci : an inguinal hernia, obesity, hernia, BMI


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_03014014_Halaman-judul.pdf 1215.56
2. 2018_TA_KD_03014014_Daftar-pustaka.pdf 834.97
3. 2018_TA_KD_03014014_Bab-7-Kesimpulan.pdf 820.14
4. 2018_TA_KD_03014014_Bab-6-Pembahasan.pdf 832.38
5. 2018_TA_KD_03014014_Bab-5-hasil.pdf 837.43
6. 2018_TA_KD_03014014_Bab-4-metode.pdf 861.52
7. 2018_TA_KD_03014014_Bab-3-kerangka-konsep.pdf 730.02
8. 2018_TA_KD_03014014_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 928.88
9. 2018_TA_KD_03014014_Bab-1-Pendahuluan.pdf 717.31
10. 2018_TA_KD_03014014_Lampiran.pdf 2749.66

L LATAR BELAKANG Hernia inguinalis juga merupakan salah satu hernia yang memiliki angka kejadian terbanyak yaitu sebanyak 75% dari seluruh kasus hernia abdominal eksterna. Risiko terjadinya hernia inguinalis pada seseorang dapat di sebabkan oleh beberapa keadaan yang dapat menimbulkan peningkatan tekanan intra abdomen dan juga keadaan patologis pada struktur yang terkait, antara lain obesitas, faktor usia,merokok, batuk lama, pekerjaan, dll. Saat ini obesitas menjadi masalah serius di negara berkembang termasuk Indonesia yang prevalensinya meningkat sangat tajam. Walaupun secara teoritis obesitas merupakan faktor risiko terjadinya hernia inguinalis namun beberapa penelitian menunjukan hasil yang berbeda-beda. METODE Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan potong lintang atau cross-sectional dengan subjek 189 pasien laki-laki usia 20-40 tahun di RumahSakit Umum Daerah Majalaya Kabupaten Bandung. Data yang dikumpulkan adalah tinggi dan berat badan untuk menentukan IMT, dan diagnosis hernia inguinalis menggunakan kuesioner serta pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis bedah pada subjek dengan benjolan di lipat paha. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dan diolah dengan program SPSS (StatisticalProgram for Social Science) versi 20.HASILHasil analisis antara obesitas dengan kejadian hernia inguinalis pada pasien lakilakiusia 20-40 tahun berdasarkan uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan yang bermakna (p = 0.008). KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan ada hubungan obesitas dengan kejadian hernia inguinalis pada laki-laki usia 20-40 tahun.

B BACKGROUND An inguinal hernia is also one of a hernia that has the highest incidence rate that isas much as 75% of all cases of external abdominal hernia. The risk of occurrenceof an inguinal hernia in a person can be caused by some circumstances that maylead to increased intra-abdominal pressure as well as pathological conditions inrelated structures, including obesity, age factor, smokein, old cough, work, ect.Currently, obesity is a serious problem in developing countries including Indonesiawhose prevalence is increasing sharply. Although theoretically obesity is a riskfactor for an inguinal hernia but some studies show different results.METHODThis study is an observational study with the cross-sectional or cross-sectionalapproach with the subject of 189 male patients aged 20-40 years at MajalayaDistrict General Hospital of Bandung Regency. The data collected were height andweight to determine BMI, and the inguinal hernia used diagnosis a questionnaireas well as a physical examination by a surgeon on the subject with a lump in thegroin. Data analysis was done univariate and bivariate using Chi-square test andprocessed with SPSS program (Statistical Program for Social Science) version 20.RESULTSThe results of the analysis of obesity with inguinal hernia occurrence in malepatients aged 20-40 years based on Chi-Square test showed significant relationship(p = 0,008). CONCLUSION This study showed association of obesity with the incidence of an inguinal herniain men aged 20-40 years.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?