DETAIL KOLEKSI

Hubungan Pengetahuan Tentang Bahaya Merokok Dengan Perilaku Merokok Pada Murid Kelas 3 Ips Sma 42 Halim Perdana Kusuma


Oleh : Yuti Purnamasari

Info Katalog

Nomor Panggil : 613.85 Pur h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Tubagus Ferdi Fadilah

Subyek : Smoking;Smoking behavior

Kata Kunci : knowledge about dangers of smoking, smoking habits, high school, teenagers


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_KD_03009282_Halaman-Judul.pdf 4332.21
2. 2014_TA_KD_03009282_Bab-1-Pendahuluan.pdf 568.73
3. 2014_TA_KD_03009282_Bab-2-Tinjauan-Literatur.pdf 716.82
4. 2014_TA_KD_03009282_Bab-3-Kerangka-Konsep.pdf 610.11
5. 2014_TA_KD_03009282_Bab-4-Metode.pdf 633.27
6. 2014_TA_KD_03009282_Bab-5-Hasil.pdf 613.19
7. 2014_TA_KD_03009282_Bab-6-Pembahasan.pdf 605.89
8. 2014_TA_KD_03009282_Bab-7-Kesimpulan.pdf 594.14
9. 2014_TA_KD_03009282_Daftar-Pustaka.pdf 597.83
10. 2014_TA_KD_03009282_Lampiran.pdf 2969.15

P Perilaku merokok merupakan akibat dari lingkungan dan individu. Artinya perilaku merokok selain disebabkan faktor-faktor dari dalam diri, juga disebabkan faktor lingkungan. Perilaku merokok dipengaruhi oleh faktor pendahulu, yang meliputi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, tradisi, nilai, faktor pemungkin, yang meliputi ketersediaan sumber-sumber/fasilitas, dan faktor penguat/pendorong yang meliputi sikap dan perilaku orang-orang disekitarnya. 3 , 4 Dari penelitian sebelumnya bedasarkan tingkat pendidikan, prevalensi merokok pada siswa-siswi SMA sebesar 31,7%.12 Melihat prevalensi pengetahuan dan merokok yang tinggi di Indonesia, maka dari itu penulis melakukan penelitian tentang hubungan antara pengetahuan tentang bahaya merokok dengan kebiasaan merokok pada murid siswa-siswi ≥15 tahun. Pada penelitian ini peneliti menggunakan desain penelitian secara cross-sectional (potong lintang). Untuk lokasi penelitian di lakukan dua pengambilan data yaitu di SMA 42 Halim perdana kusuma. Populasi (subyek pengamatan) yang dipelajari adalah semua siswa-siswi kelas 3 IPS SMA 42 yang kisaran umur adalah ≥15. Untuk penetuan jumlah sampel peneliti menggunakan rumus analitik korelatif dan uji Chisquare.9 Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah secara Non- Random Sampling dengan metode Consecutive Sampling. Dari hasil penelitian peneliti pada tahun 2013 di SMA HALIM PERDANA KUSUMA pada siswa-siswi kelas 3 IPS yaitu prevalensi merokok pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan pada perempuan. Prevalensi merokok pada laki-laki menurun dari 65,6% pada tahun 2007 menjadi 50%. Demikian juga proporsi perempuan perokok dewasa menurun dari 5,2 % pada tahun 2007 menjadi 3%. Dari uji Chi-Hubungan pengetahuan tentang bahaya merokok dengan perilaku merokok pada murid kelas 3 IPS SMA 42 Halim Perdana Kusuma Yuti Purnamasari square di dapat p = 0,621 maka interpretasinya adalah karena (p > 0,05) maka tidak terdapat hubungan antara pengetahuan bahaya rokok dan kebiasaan merokok. Penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan tentang bahaya merokok dengan kebiasaan merokok yaitu baik responden yang memiliki pengetahuan tinggi maupun rendah tentang bahaya merokok tidak mempengaruhi kebiasaan merokok responden.

S Smoking behavior is a result of the environment and individuals. This means that smoking behavior is not only caused by internal factors, but also by environmental factors. Smoking behavior is influenced by preceding factors, which include knowledge, attitudes, beliefs, beliefs, traditions, values, enabling factors, which include the availability of resources / facilities, and reinforcing / driving factors which include the attitudes and behavior of the people around them. 3, 4 From previous research based on the level of education, the prevalence of smoking in high school students was 31.7% .12 Looking at the high prevalence of knowledge and smoking in Indonesia, the authors conducted a study of the relationship between knowledge about the dangers of smoking and smoking for students ≥15 years old. In this study the researcher used a cross-sectional study design. For the research location, two data retrievals were conducted, namely at Halim Perdana Kusuma High School 42. The population (subject of observation) studied were all students of grade 3 IPS in SMA 42 whose age range was ≥15. For the determination of the number of samples the researchers used correlative analytic formulas and Chisquare tests.9 The sampling technique used was Non-Random Sampling with the Consecutive Sampling method. From the results of the research of researchers in 2013 at HALIM PERDANA KUSUMA High School for students in grade 3 IPS, the prevalence of smoking in men was higher than in women. The prevalence of smoking in men decreased from 65.6% in 2007 to 50%. Likewise the proportion of female adult smokers decreased from 5.2% in 2007 to 3%. From the Chi-test the relationship of knowledge about the dangers of smoking to smoking behavior in third grade IPS students at SMA 42 Halim Perdana Kusuma Yuti Purnamasari square was obtained p = 0.621, so the interpretation is because (p> 0.05) there is no relationship between knowledge of the dangers of cigarettes and smoking habit. This study shows that there is no significant relationship between knowledge about the dangers of smoking and smoking habits, namely both respondents who have high or low knowledge about the dangers of smoking do not affect the smoking habits of respondents.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?