DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara pengetahuan dengan minat melakukan konseling pranikah pada usia reproduktif


Oleh : Anika Istika

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1202

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Indah Widya Lestari

Subyek : Marriage counseling;Family life education

Kata Kunci : knowledge, premarital counsel, interest, reproductive age


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_03014016_Halaman-judul.pdf 990.17
2. 2018_TA_KD_03014016_Pengesahan.pdf 710.23
3. 2018_TA_KD_03014016-Bab-1_Pendahuluan.pdf 637.52
4. 2018_TA_KD_03014016-Bab-2_Tinjuan-literatur.pdf 769.7
5. 2018_TA_KD_03014016-Bab-3_Kerangka-konsep.pdf 679.82
6. 2018_TA_KD_03014016-Bab-4_Metode.pdf 726.95
7. 2018_TA_KD_03014016-Bab-5_Hasil.pdf 782.15
8. 2018_TA_KD_03014016-Bab-6_Pembahasan.pdf 633.63
9. 2018_TA_KD_03014016-Bab-7_Kesimpulan.pdf 628.19
10. 2018_TA_KD_03014016_Daftar-pustaka.pdf 685.11
11. 2018_TA_KD_03014016_Lampiran.pdf 1715.58

A Angka perceraian di indonesia semakin meningkat saat ini. Konseling pranikah diperlukansebagai suatu cara untuk mencegah atau menurunkan angka perceraian. Konseling pranikahmerupakan suatu kegiatan yang melibatkan pasangan yang akan menikah. Kegiatan inibertujuan untuk membimbing, mendidik dan persiapan untuk pembentukan keluarga.Konseling juga penting untuk mencegah terjadinya kelainan genetik, penyakit kongenital danmasalah psikososial lain. Pencegahan ini dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaankesehatan sebelum menikah. Minat untuk melakukan suatu konseling pranikah membutuhkanpengetahuan yang baik mengenai konseling pranikah.METODEPenelitian ini menggunakan desain potong silang yang mengikutsertakan 83 respondenkaryawan di Kantor Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Data dikumpulkan denganmenggunakan kuesioner. Kemudian dilakukan uji statistik dengan menggunakan SPSS 21.0di komputer windows dengan tingkat kemaknaan yang digunakan sebesar 0,05.HASILHasil uji statistik dengan chi square antara pengetahuan dengan minat untuk melakukankonseling pranikah diperoleh nilai p 0,002 atau p<0,05 yang artinya terdapat hubungan yangbermakna.KESIMPULANPenelitian ini menunjukan adanya hubungan natara pengetahuan dengan minat untukmelakukan pemeriksaan konseling pranikah pada usia reproduktif.

T The occurence of divorce in Indonesia has increased. Premarital counseling is needed as away to prevent or lower the number of divorce. Premarital counseling is also a program thatinvolves to-be-married couples. This program aims to counsel, educate, and prepare them tostart a family. It is also important to prevent genetic or congenital disorder, and otherpsychology-social disorder. This prevention is conducted by doing premarital healthexamination. The interest in doing it requires a good knowledge about it. METHODS A cross-sectional study was conducted and a total of 83 staffs at Kantor Sekretariat KabinetRepublik Indonesia. Data collection was done using interview-based questionnaire. Dataanalysis was performed using SPSS 21.0 on windows computer with level of significancewas set at 0,05. RESULT Chi-square analysis showed a correlation between knowledge and interest in doing premaritalcheck-up with p values 0,002 or p<0,05, which means there is a significant correlationbetween both variables.CONCLUSIONThis study revealed a significant correlation between knowledge and interest in doing premarital check-up in reproductive age.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?