DETAIL KOLEKSI

Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh Dengan Skoliasis Pada Mahasiswa Diatas 18 Tahun


Oleh : Adrian Pradipta Setiawan

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.73 Set h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Robert Gandasentana

Subyek : Scoliosis;Body mass index

Kata Kunci : scoliosis, body mass index


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_KD_03010009_Halaman-Judul.pdf 1911.98
2. 2014_TA_KD_03010009_Bab-1-Pendahuluan.pdf 741.51
3. 2014_TA_KD_03010009_Bab-2-Tinjauan-Literatur.pdf 1026.79
4. 2014_TA_KD_03010009_Bab-3-Kerangka-Konsep.pdf 683
5. 2014_TA_KD_03010009_Bab-4-Metode.pdf 704.16
6. 2014_TA_KD_03010009_Bab-5-Hasil.pdf 629.42
7. 2014_TA_KD_03010009_Bab-6-Pembahasan.pdf 734.25
8. 2014_TA_KD_03010009_Bab-7-Kesimpulan.pdf 603.98
9. 2014_TA_KD_03010009_Daftar-Pustaka.pdf 689.49
10. 2014_TA_KD_03010009_Lampiran.pdf 1358.07

L LATAR BELAKANG :Terdapat berbagai teori mengenai penyebab skoliosis, tetapi faktor penyebab sebenarnya masih tidak dapat diketahui secara pasti. Meskipun skoliosis adalah sebuah kondisi yang idiopatik, namun ada berbagai faktor yang dapat mendukung progresivitas maupun inisiasi dari skoliosis. Sebuah penelitian mendapatkan mayoritas penderita skoliosis memiliki IMT yang rendah. Penelitian lain menyatakan bahwa sedang ada perkembangan dalam jumlah pasien skoliosis adolesen dengan IMT yang tinggi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk meneliti hubungan antara indeks massa tubuh dengan skoliosis. METODE: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskripsi analitik dengan pendekatan potong silang (cross sectional) dengan sample sebanyak 46 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Data dikumpulkan dengan kuesioner serta pengukuran ATR dengan scoliometer. Analisis data menggunakan program SPSS versi 17 untuk Windows.HASIL: Uji korelasi antara variabel menggunakan uji alternatif Fisher dan Kolmogorov-Smirnof mendapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan skoliosis, dan juga tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan skoliosis. KESIMPULAN: Penelitian ini memiliki hasil yang negatif untuk hubungan antara indeks massa tubuh dengan skoliosis. Menandakan bahwa hubungan langsung antara indeks massa tubuh yang rendah maupun tinggi tidak memiliki pengaruh langsung terhadap skoliosis.

B BACKGROUND: There are many theories about what causes scoliosis, but the real singular factor that causes scoliosis hasn’t been decided. Therefore, scoliosis is called idiopathic. Even if scoliosis is called idiopathic, there are conditions that supports the progressivity or initiate scoliosis. One research concludes that majority of people with scoliosis have a low Body Mass Index, and another concludes that there are a growing of trend in numbers of adolescent scoliosis patients with high number of BMI. A research is needed to find if there is a relation between body mass index and scoliosis.METHODS: The study uses quantitative study with cross sectional design with a sample of 46 college students of Medical Faculty of Trisakti University. Data was collected using questionnaires and measurement of angle of trunk rotation (ATR) using scoliometer. Data was analyzed using SPSS 17 for Windows.RESULTS: Correlation test between variables using alternative Fisher and Kolmogorov-Smirnof test showed that there are no direct relation between scoliosis and body mass index and between gender and scoliosis.CONCLUSION: This study shows that there are no direct correlation between scoliosis and body mass index.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?