DETAIL KOLEKSI

Penerapan Konsep 3r Melalui Bank Sampah Dalam Menunjang Pengelolaan Sampah Di Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan


Oleh : Brigitta Revani P

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Dwi Indrawati

Pembimbing 2 : Pramiati Purwaningrum

Subyek : Waste management;Potential recycling references

Kata Kunci : waste management, non-organic waste, waste generation, waste Bank


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TL_08211007_Halaman-judul.pdf 835.8
2. 2016_TA_TL_08211007_Bab-1.pdf 196.82
3. 2016_TA_TL_08211007_Bab-2.pdf 579.36
4. 2016_TA_TL_08211007_Bab-3.pdf 636.32
5. 2016_TA_TL_08211007_Bab-4.pdf 1709.98
6. 2016_TA_TL_08211007_Bab-5.pdf 195.18
7. 2016_TA_TL_08211007_Daftar-pustaka.pdf 266.39
8. 2016_TA_TL_08211007_Lampiran.pdf 12184.06

M Masalah persampahan yang menumpuk dan belum terpilah di Kota Jakarta melatar belakangi penelitian ini. Salah satu penyebabnya adalah peningkatan jumlah penduduk yang berdampak kepada jumlah sampah yang terkumpul. Peningkatan tersebut tidak dibarengi oleh kepedulian masyarakat tentang pengelolaan sampah. Program Bank Sampah merupakan salah satu cara pengelolaan sampah yang dilaksanakan untuk mengurangi permasalahan tersebut. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi kinerja program Bank Sampah, mengetahui manfaat Bank Sampah dan potensi daur ulang sampah yang dihasilkan serta merencanakan pengembangan Bank Sampah di Kelurahan Rawajati. Metode yang digunakan untuk mengetahui timbulan dan komposisi sampah yaitu dengan SNI 19-3964-1994, Selain itu data penelitian diperoleh dengan melakukan pengamatan serta wawancara langsung di lapangan, selanjutnya dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan rata-rata laju timbulan sampah di Kelurahan Rawajati sebesar 0,3 kg/org/hari. Komposisi sampah di Kelurahan Rawajati paling tinggi adalah sampaah organik yaitu 76%, sedangkan sampah non organik 24% dimana yang paling tinggi adalah sampah lain-lain (popok, pembalut, tissue). Kelurahan Rawajati memiliki Bank Sampah yang sudah berjalan selama 5 tahun dengan jumlah nasabah sebanyak 17% dari total penduduk. Saat ini, Bank Sampah di Kelurahan Rawajati mampu mengurangi sampah non organik sebanyak 4,19%. Manfaat dari adanya Bank Sampah disuatu wilayah antara lain dalam bidang pengelolaan sampah, dalam segi ekonomi dan segi sosial. Potensi daur ulang sampah yang didapat sebanyak 9,69% dari 24% total sampah non organik. Untuk perencanaan 10 tahun kedepan yaitu pada tahun 2016-2025 Bank Sampah akan berkembang dengan penambahan jumlah nasabah, perluasan wilayah pelayanan dan penambahan jenis sampah yang diterima. Target yang ingin dicapai pada akhir tahun perencanaan adalah jumlah nasabah mencapai 80% dari total penduduk , sehingga mampu mengurangi sampah sebesar 20,11%. Selain penambahan jumlah nasabah, juga direncanakan untuk menambah jenis sampah seperti plastik PS, plastik kresek, kayu dan kain. Penambahan ini akan meningkatkan potensi daur ulang sampah dan memperbesar persentase pengurangan sampah.

S Solid waste problems that accumulate and have not been disaggregated in the city of Jakarta became the background of this study. The reason is the increasing number of people who have an impact on the amount of waste collected. The increase was not accompanied by public awareness about the waste management. Garbage Bank program is one of the alternatives of waste management being implemented to reduce the problem. This study was aim to evaluating program performance Garbage Bank, knowing the benefits of Garbage Bank and recycling potential of waste generated and planned development in Sub Rawajati Garbage Bank. To determine the composition and litter sampling method was used in accordance with SNI 19-3964-1994, In addition, the data were obtained by direct observation and interviews in the field, then analyzed by quantitative descriptive. The results showed an average rate of waste generation in Kelurahan Rawajati of 0.3 kg / person / day. The highest waste composition in Rawajati is an organic waste which is 76%, and 24% non organic waste in which the highest are other garbage (diapers, sanitary napkins, tissue). Kelurahan Rawajati have Garbage Bank which has been running for 5 years with the number of customers as much as 17% of the total population. Currently, Garbage Bank in the Kelurahan Rawajati was able to reduce non-organic waste as much as 4.19%. The benefits of the Garbage Bank sector in the region, among others in the field of waste management, in terms of economic and social terms. The potential of waste recycling gained as much as 9.69% of 24% of total non-organic waste. For the next 10 years planning for the years 2016-2025 Garbage Bank will expand with the addition number of customers, expansion of service areas and the addition of various types of waste accepted. The target that wants to be achieved by the end of the planning is the number of customers reached 80% of the total population, so that can reduce waste by 20.11%. In addition to increasing the number of customers, it is also planned to increase the types of garbage such as plastic PS, plastic bag, wood and fabric. These additions will increase the potential for recycling and the percentage of waste reduction.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?