DETAIL KOLEKSI

Identifikasi Perubahan Guna Lahan Hutan Mangrove Sebagai Rekomendasi Penataan Dan Pengelolaan Hutan Mangrove Di Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara


Oleh : Arfan Nur Akbar

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Arwindrasti B.

Pembimbing 2 : Rully Besari Budiyanti

Subyek : Mangrove land used changes

Kata Kunci : arrangement, community perception, management, topography.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_AL_081001400004_Halaman-Judul.pdf 541.19
2. 2018_TA_AL_081001400004_Bab-1.pdf 215.84
3. 2018_TA_AL_081001400004_Bab-2.pdf 522.26
4. 2018_TA_AL_081001400004_Bab-3.pdf 232.4
5. 2018_TA_AL_081001400004_Bab-4.pdf 3578.05
6. 2018_TA_AL_081001400004_Bab-5.pdf 202.06
7. 2018_TA_AL_081001400004_Daftar-pustaka.pdf 315.64
8. 2018_TA_AL_081001400004_Lampiran.pdf 4602.77

K Kecamatan Penjaringan di Jakarta Utara memiliki posisi strategis yang terletak antara Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok dengan radius lebih dari 10 km. Dalam Kecamatan Penjaringan mempunyai sumber daya alam berupa hutan Mangrove, yang merupakan keunggulan dan keunikan bagi Kota DKI Jakarta. Hutan Mangrove merupakan suatu vegetasi berkayu yang tumbuh disepanjang tepian pantai tropis dan subtropik yang melindungi terjangan ombak serta memiliki semacam bentuk ruang dengan jenis tanah anaerob. Hal ini semakin intensifnya aktivitas manusia dan meningkatnya kuantitas penduduk di suatu kawasan berdampak pada meningkatnya perubahan guna lahan hutan mangrove. Salah satu kawasan yang terdampak dari tekanan pertambahan penduduk yaitu kawasan hutan mangrove. Mencoloknya isu degradasi kawasan hutan mangrove oleh manusia seperti penebangan hutan, pengerusakan lahan mangrove dan konversi hutan untuk kepentingan lainnya, sehingga perlu dilakukan upaya identifikasi dengan pemetaan kawasan hutan mangrove, analisis faktor topografi dan analisis persepsi masyarakat sekitar di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah evaluasi dan survei dengan proses penelitian menggunakan metode kuantitatif. Hasil temuan penelitan berupa tingkat perubahan lahan yang terjadi pada kawasan hutan mangrove, nilai ketinggian tempat, tingkat penurunan tanah dan kajian persepsi masyarakat sekitar mengenai pemanfaatan dan pengelolaan mangrove sebagai rekomendasi penataan dan pengelolaan mangrove di Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara.

P Penjaringan district in North Jakarta has a strategic position as it is located between the Soekarno-Hatta Airport and Tanjung Priok Port with a radius more than 10 Kilometres. Penjaringan district has some natural resources, one of it is the mangrove forest. Mangrove Forest has an eminence and uniqeness for DKI Jakarta City. It is the only site that has wooden vegetation which grows along the shores of tropical and subtropical beaches which protect the waves and have some form of space with anaerobic soil types. The increasing and intensity of human activity and quantity affect to the escalating of mangrove forest changes. One of the areas affected by the population growth is the mangrove forest area. Striking of degradation issue caused by human is generated from deforestation, destruction of mangrove land and forest conversion for other purposes so that an identification efforts need to be done by mapping the mangrove forest area, topographic factor analysis and perception analysis of the surrounding community in Penjaringan District, North Jakarta. The research method used is evaluation and survey with the research process using quantitative methods. This research findings are the extent of land used change that take place in the mangrove forest area, the value of land elevation, the degree of land subsidence, and the perception of the surrounding community regarding the use and management of mangroves as recommendations for the arrangement and management of mangroves in Penjaringan District, North Jakarta.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?