DETAIL KOLEKSI

Analisis Mengenai Sebaran Emisi Gas Karbon Dioksida (c02) Dan Nitrogen Dioksida (n02) (studi Kasus Pabrik Direct Reduction, Pt. Krakatau Steel, Cilegon)


Oleh : Erma Naulia Astarina

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2005

Pembimbing 1 : Wahyudi Wisaksono

Pembimbing 2 : Endro Suswantoro

Subyek : Air - Pollution.

Kata Kunci : Krakatau Steel, air pollution, gas emission, gas concentration, emission distribution scheme


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2005_TA_TL_08200027_Halaman-Judul.pdf 8480.51
2. 2005_TA_TL_08200027_Bab-1.pdf 1985.38
3. 2005_TA_TL_08200027_Bab-2.pdf 15896.11
4. 2005_TA_TL_08200027_Bab-3.pdf 4346.86
5. 2005_TA_TL_08200027_Bab-4.pdf 25269.6
6. 2005_TA_TL_08200027_Bab-5.pdf 1558.36
7. 2005_TA_TL_08200027_Daftar-Pustaka.pdf 1557.85
8. 2005_TA_TL_08200027_Lampiran.pdf 32272.81

P Pencemaran udara saat ini lebih dirasakan di kota-kota besar atau di daerah kawasan industri. Sumber pencemaran udara umumnya disebabkan oleh berbagai kegiatan industri, kebakaran hutan, transportasi, pembakaran sampah dan lain sebagainya. Penelitian ini dilakukan di pabrik Direct Reduction PT. Krakatau Steel yang berlokasi di dalam kawasan industri Krakatau Steel. Cerobong ini mengeluarkan gas CO, N02, NO, NOx, C02 dan S02 dari basil samping kegiatan pembersihan pellet. Dalam laporan ini parameter yang dipilih adalah C02 dan N02 yang akan dihitung luas sebarannya.Penelitian sebaran C02 dan N02 dilakukan menggunakan pendekatan basil pengukuran dancperhitungan teoritis. Pendekatan teoritis dilakukan dengan menggunakan modeling matematika yaitu Model Penyebaran Gaussian. Dengan model ini diharapkan dapat diketahui konsentrasi C02 dan N02 yang tersebar disekitar sumber pencemar ( cerobong). Penggunaan rumus ini didukung juga dengan rumus-rumus lainnya, seperti rumus Holland untuk mengetahui ketinggian semburan diatas cerobong dan rumus Slade untuk menghitung kecepatan angin diatas cerobong dan penentuan kelas stabilitas udara. Faktor dari kecepatan dan arah angin mempengaruhi basil perhitungan penyebaran gas C02 dan N02•Berdasarkan basil pengukuran lapangan sebesar 55.89 - 73.65 µg/Nm3 dan perhitungan teoritis sebesar 4.82x10•9 - 0.2584 ug/Nnr', konsentrasi dari parameter N02 tersebut masih berada dibawah Baku Mutu Udara Ambien Nasional (PP Nomor 41Tahun1999 Tentang Baku Mutu Udara Ambien Nasional) yaitu sebesar 150 ug/Nnr', sedangkan untuk parameter C02 dengan basil pengukuran lapangan sebesar 250897.47 - 278789.84 µg/Nm3 dan perhitungan teoritis sebesar 3.76xl0-8 -2.0170 µg/Nm3 tidak mempunyai standar baku mutu lingkungan, hal ini disebabkan karena C02 dianggap bukan sebagai salah satu pencemar udara. Tetapi C02 merupakan penyumbang terbesar sebagai gas dalam rumah kaca yang dapat menyebabkan pemanasan global dan mempunyai dampak cukup serius. Keadaan ini memutuskan dunia untuk membentuk suatu kesepakatan intemasional yang mencanangkan sasaran bagi negara-negara industri untuk mengurangi buangan gas-gas rumah kaca yang dibentuk dalam Protokol Kyoto. Berdasarkan grafik perbandingan garis basil pengukuran dengan perhitungan teoritis mempunyai tingkat penyimpangan yang jauh, hal ini dapat dimungkinkan karena dalam perhitungan teoritis emisi hanya diasumsikan keluar dari satu cerobong. Sedangkan kenyataan di lapangan pabrik Direct Reduction berada dalam kawasan industri dimana terdapat berbagai industri berpotensi mengeluarkan emisi gas C02 dan N02•Pola sebaran terjauh adalah pada down wind Utara dan down wind Timur dengan jarak 2240 m yang masih berada di dalam kawasan industri KIEC, dimana rata-rata dari kecepatan anginnyapaling rendah bila dibandingkan dengan down wind • lainnya, sehingga menyebabkan radius sebarannya paling jauh jangkauannya sekitar 6300 m, dengan konsentrasi C02 maksimum adalah 20,4492-22, 1066 µg/Nm3 dan konsentrasi N02 maksimum adalah 2,6201 -2,8324 ug/Nnr',

A At present Big Cities or Industrial Areas are suffering more air pollution. The origin of this pollution commonly sourced from industry activities, forest on fire, transportation, waste burning-, and others. This research was carried out at steel smelting plant Direct Reduction of PT. KrakatauSteel in the Krakatau Steel Industrial Estate. The chimney releases CO, N02, NO, NOx, C02 and S02 gases as side result of iron oxyde cleaning activity. In this report the chosen parameters are C02 and N02 which their dispersion will be studied.Investigation on C02 and N02 distribution was done by measurement results and mathematical modelling of the Gaussian Dispersion Model. By application of this model, the concentration of C02 and N02 which are distributed surrounding the chimney could be known. This formula shall be used in concurrence with the other ones such as Holland formula, to get the height of the diffusion above the chimney and Slade formula to calculate the wind speed and direction at the same point and to define the air stability classification. Wind speed and direction factor influences the result of the C02 and N02 gas.Based on the field measurement with the value of 55.89 - 73.65 µg/Nm3 and theoretical calculation with the figure of 4.82x10-9 - 0.2584 ug/Nm", concentration of that N02 is still under the National Air Ambient Standard Quality (PP Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Baku Mutu Udara Ambien Nasional) which is 150 ug/Nrrr', whilst for C02 parameter, the field measurement with the amount of 250897.47 - 278789 .84 ug/Nnr' and theoretical calculation with the result of3.76x10-8 - 2.0170 µg/Nm3 has no environment standard quality, because it is assumed as notone of the air pollution source. Thought the C02 is the main contributor of gas in the green house, which causes the global warming and has the quite serious impact. This situation had forced the world to establish an International Agreement states that the Industrial Countries to reduce gases emission into the green house which was declared in the Kyoto Protocol. The theoretical calculation and field measurement graph shows a quite big deviationl, which might be caused by the assumption in the theoretical calculation that the emission is coming only from one chimney, while actually the Direct Reduction Plant is located in the Industrial Estate where many type of industries exist and potential to release C02 and N02 gas emision.The most dispersion is at north and east down-winds with the distance of 2240 m which is still in the KIEC Industrial Area, where the average wind speed is lowest, causes the most far spreading radiant about 6300 m with the maximum C02 concentration of 20,4492 - 22,1066 ug/Nm" and maximun N02 concentration of2,6201 -2,8324 µg/Nm3•

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?