DETAIL KOLEKSI

Hubungan Tingkat Kontrol Asma Dengan Arus Puncak Ekspirasi Pada Pasien Asma


Oleh : Nur Anniesa Indayani Imran

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1271

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Rita Khairani

Subyek : Asthma

Kata Kunci : asthma, the level control of asthma, peak expiratory flow rate


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_030314147_Halaman-judul.pdf 1704.3
2. 2018_TA_KD_030314147_Bab-1-Pendahuluan.pdf 735.9
3. 2018_TA_KD_030314147_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 822.01
4. 2018_TA_KD_030314147_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 724.44
5. 2018_TA_KD_030314147_Bab-4-Metode.pdf 868.58
6. 2018_TA_KD_030314147_Bab-5-Hasil.pdf 720.43
7. 2018_TA_KD_030314147_Bab-6-Pembahasan.pdf 723.57
8. 2018_TA_KD_030314147_Bab-7-Kesimpulan.pdf 632.32
9. 2018_TA_KD_030314147_Daftar-pustaka.pdf 728.78
10. 2018_TA_KD_030314147_Lampiran.pdf 3432.2
11. 2018_TA_KD_030314147_Manuskrip.pdf 646.79

H Hubungan Tingkat Kontrol Asma dengan Arus Puncak Ekspirasi Pada Pasien AsmaLatar BelakangAsma adalah penyakit heterogen, biasanya ditandai dengan peradangan jalan napas kronik dan masih menjadi masalah kesehatan di semua negara. Menurut data Riskesdas 2013 prevalensi Asma di Indonesia mencapai 4,5%. Pada pasien asma, obat pelega jangka pendek dan pengontrol jangka panjang digunakan untuk mempertahankan asma dalam keadaan terkontrol. Tingkat kontrol asma dapat dinilai secara subjektif dengan menggunakan kuisioner tingkat kontrol spesifik dan secara obyektif dengan pengukuran fungsi paru salah satunya arus puncak ekspirasi. MetodeDesain Penelitian yang digunakan adalah potong lintang. Sampel berjumlah 57 orang yang didapat dengan cara consecutive non random sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan November – Desember 2017. Data untuk menilai kontrol diperoleh dengan kuesioner ACT dan data untuk mengetahui fungsi paru menggunakan peak flow meter untuk mengukur arus puncak ekspirasi. Analisis statistik menggunakan uji chi-squareHasilSebanyak 82,5% pasien dengan asma tidak terkontrol dan 86% dengan arus puncak berada di zona merah. Tidak terdapat hubungan bermakna tingkat kontrol asma dengan arus puncak ekspirasi pada pasien asma.KesimpulanTidak terdapat hubungan bermakna tingkat kontrol asma dengan arus puncak ekspirasi pada pasien asma.

R Relationship Between Level of Asthma Control and Peak Expiratory Flowin Patients with AsthmaBackground Asthma is a heterogeneous disease that usually characterized by chronic airway inflammation and remain a health problem in every country. According to data of Riskesdas 2013, the prevalence of asthma in Indonesia reached 4,5%. Asthma patients usually use short-acting medication for their reliefs, and long acting medication to control their asthma. The level of asthma control can be rated subjectively by using specific control level questionnaire and objectively monitored by the function of lungs measurement using a peak expiratory flow rate. Method This study used a cross sectional design. There were 57 samples and obtained by consecutive non random sampling. This study was done on November-December 2017. The data to asses asthma control level by questionnaires ACT and lung function was determined by peak expiratory flow measurements using a peak flow meter. Statistical analysis using chi square test. Results There is 82,5% patients has uncontrolled asthma and 86% has peak expiratory flow rate on red zone. There is no a significant association between level of asthma control and peak expiratory flow rate (p=0,109).ConclusionThere is no significant correlation between level control of asthma and peak expiratory flow in asthma patient.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?