DETAIL KOLEKSI

Analisis Hubungan Jumlah Kendaraan Dengan Konsentrasi Sulfur Dioksida (s02) Dan Nitrogen Dioksida (n02) Pada Lima Lokasi Di Dki Jakarta


Oleh : Octaviano Krisna Walesa

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2005

Pembimbing 1 : Bambang Iswanto

Pembimbing 2 : MM Sintorini

Subyek : Air quality;Air - Pollution;Motor vehicles - Exhaust gas - Environmental aspects

Kata Kunci : gas emission, public transportation


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2005_TA_TL_08299056_Halaman-Judul.pdf 7413.19
2. 2005_TA_TL_08299056_Bab-1.pdf 1796.17
3. 2005_TA_TL_08299056_Bab-2.pdf 8166.35
4. 2005_TA_TL_08299056_Bab-3.pdf 4144.85
5. 2005_TA_TL_08299056_Bab-4.pdf 31088.25
6. 2005_TA_TL_08299056_Bab-5.pdf 2398.72
7. 2005_TA_TL_08299056_Daftar-Pustaka.pdf 1231
8. 2005_TA_TL_08299056_Lampiran.pdf 45368.52

P Peningkatan jumlah kendaraan bermotor baik umum maupun pribadi di kota besar seperti DKI Jakarta mengakibatkan peningkatan emisi gas buang dari kendaraan bermotor tersebut. Kondisi ini dapat mengakibatkan turunnya kualitas udara ambien sehingga perlu digambarkan seberapa jauh kegiatan transportasi di DKI Jakarta mempengaruhi kualitas udara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti konsentrasi zat pencemar yaitu Sulfur Dioksida (S02) dan Nitrogen Dioksida (N02) serta pengaruh dari jumlah kendaraan bermotor terhadap konsentrasi kedua zat pencemar tersebut di lima lokasi di DKI Jakarta, yaitu di Kelapa Gading-Jakarta utara, Kramat Jati• Jakarta timur, Warung jati barat-Jakarta selatan, Karet Tengsin-Jakarta pusat, dan Kemanggisan-Jakarta barat. Penelitian dilakukan pada tanggal 10-15 Mei 2004 (periode1) dan tanggal 24-28 Mei 2004 (periode 2) pada pagi, siang, dan malam hari. Pengambilan sampel S02 dan N02 dengan menggunakan Midget impinger dan pompa.Kemudian, sampel dianalisis di laboratorium lingkungan menggunakan metode Pararosanilin untuk menentukan konsentrasi S02 dan metode Saltzman untuk • menentukan konsentrasi N02• Hasil analisis laboratorium selanjutnya dianalisis secara statistik dengan analisis korelasi dan regresi untuk mengetahui hubungan antara jumlah kendaran dengan konsentrasi zat pencemar S02 dan N02. Kemudian dilakukan koreksi kualitas udara dengan teori penyebaran emisi model box dan gauss untuk kedua parameter yang diukur. Berdasarkan hasil pengukuran pada lima lokasi penelitian di DKI Jakarta, konsentrasi S02 berkisar antara 20 µg/m3 sampai 140 µg/m3. Sedangkan konsentrasi N02 berkisar antara 60 µg/m3 sampai 300 µg/m3. Hasil analisis korelasi dan regresi jumlah kendaraan dengan konsentrasi S02 dan N02 pada waktu pagi, siang dan malam hari menunjukkan hubungan linear yang kuat karena niiai korelasinya diatas 0.5. Hal ini berarti bahwa jumlah kendaraan mempunyai pengaruh yang kuat dengan konsentrasi S02 dan N02 yang dihasilkan. Dari hasil perhitungan Box Model konsentrasi S02 berkisar antara 100 µg/m3 sampai 800 µg/m3. Sedangkan konsentrasi N02 berkisar antara 200 µg/m3 sampai 600 µg/m3. Dari hasil perhitungan model Gauss konsentrasi S02 berkisar antara 25 µg/m3 sampai 11 O µg/m3. Sedangkan konsentrasi N02 berkisar antara 80 µg/m3 sampai 250 µg/m3. Berdasarkan grafik-grafik perbandingan antara konsentrasi hasil perhitungan dengan hasil pengukuran menunjukkan bahwa hasil konsentrasi polutan yang diperoleh dari perhitungan Box Model maupun Gauss memiliki keselarasan dengan konsentrasi polutan hasil pengukuran di lapangan Agar dapat menurunkan pencemaran udara perlu dilakukan usaha untuk memperketat pengawasan terhadap emisi dari kendaraan bermotor dan juga dengan membatasi jumlah peningkatan kendaraan bermotor khususnya di DKI Jakarta.

A An Increasing number of motor vehicle either for public transportation or for private used in the big cities such as Jakarta have caused a big amount of gas emission from those vehicles. This condition further detriorate the ambient air quality, so that it is amust to analyse how far the transportation in OKI Jakarta has effected the air quality. The main task of this research is to examine the S02 and N02 concentration and also the relation with the amount of motor vehicle at five location in OKI Jakarta, which are Kelapa Gading• North Jakarta, Warung jati barat-South Jakarta, Kramat Jati-East Jakarta, Karet Tengsin• Central Jakarta, and Kemanggisan-West Jakarta.This research were done on May, 10-15, 2004 (period 1) and May, 24-28, 2004 (period 2) in the morning, noon, and afternoon. S02 and N02 sampling were done using Midget lmpinger and pump. Then the sampleswere analyzed in environmental laboratory by using the Pararosanilin method to determine S02 concentration and Saltzman method for N02 concentration. Laboratory analysis for results was paired to Statistical Analysis to determine the korelation and regretion koefisient. And after that the theoritic calculation method using Box Model and Gauss Model for line sources. According to sampling results, S02 concentration values around 20 µg/m3 to 140 µg/m3 and the N02 concentration valuesaround 60 µg/m3 to 300µg/m3 Results from the statistical analyses shows that there's a strong corelationbetween motor vehicle and the concentration of both polutants. From the Box model results, the S02 concentration in the ambient air is around 100-800 µg/m3, and for the N02 the concentration is around 200 - 600 µg/m3. Based on the result from gaussian model the S02 concentration is around 25-110 µg/m3 and for N02 is around 80-120µg/m3. Based on the graphics of the concentration gained from calculation compare to theresult of measurement shows that the concentration from both calculation models are in proportional with the measurement.To reduce the air pollution, it is urgently need aneffort to tightly control the emission from motor vehicles and also to limit the increase number of vehicle in OKI Jakarta

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?