DETAIL KOLEKSI

Analisis Litofasies, Asosiasi Litofasies Dan Model Lingkungan Pengendapan Formasi Jatiluhur Bagian Atas Di Daerah Desa Suka Makmur Dan Sekitarnya , Kecamatan Jonggol , Kabupaten Bogor , Jawa Barat


Oleh : Edward Josua Layadi

Info Katalog

Nomor Panggil : 191/TG/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Denny Suwanda Djohor

Subyek : Geological engineering;Stratigraphic geology

Kata Kunci : Jatiluhur, lithofacies, association litofasies, submarine fan, mudrocks


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_GL_072001400037_Halaman-Judul.pdf 1965.07
2. 2018_TA_GL_072001400037_Bab-1.pdf 850.94
3. 2018_TA_GL_072001400037_Bab-2.pdf 2746.59
4. 2018_TA_GL_072001400037_Bab-3.pdf 1274.54
5. 2018_TA_GL_072001400037_Bab-4.pdf 5503
6. 2018_TA_GL_072001400037_Bab-5.pdf 639.15
7. 2018_TA_GL_072001400037_Daftar-Pustaka.pdf 861.21
8. 2018_TA_GL_072001400037_Lampiran.pdf 3269.51

P Pada daerah penelitian secara administratif terletak di daerah aliran Sungai Cipamingkis, Desa Sukamakmur dan sekitarnya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Daerah Sungai Cipamingkis dibentuk oleh susunan batuan yang berumur Miosen Tengah (1972). Hal yang menarik adalah susunan batuan sedimen dengan karakter yang bervariasi dan berulang sebagai akibat dari pengendapannya yang berkisar dari laut dangkal hingga laut dalam. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian detail terhadap karakteristik litologi dan struktur sedimen dalam suatu model lingkungan pengendapan batuan sedimen dengan menggunakan data permukaan. Pada penelitian ini, penulis melakukan beberapa tahapan penelitian yang meliputi: metode pengumpulan data permukaan berupahasil observasi singkapan dalam karakteristik litologi, struktur primer (struktur sedimen) dari Formasi Jatiluhur. Tahap selanjutnya berupa metode pemrosesan data dengan melakukan pembuatan kolom stratigrafi terukur (MS) dengan analisis laboratorium berupa analisis petrografi dan foraminifera. Selanjutnya metode analisis dan pengolahan data yang meliputi: pengelompokan litologi berupa satuan batuan yang dapat dibagi menjadi beberapa litofasies, kemudian dilakukan analisis asosiasi litofasies untuk melakukan pemodelan lingkungan pengendapan dari hasil observasi permukaan. Tahap terakhir yaitu sintesis geologi, digunakan untuk memetakan karateristik litofasies dan aosisasi litofasies yang terkuantifikasi pada karakteristik litologi. Distribusi vertikal dapat lebih mudah dipahami dengan melakukan analisis kuantitatif. Hasil dari penelitian berupa stratigrafi daerah penelitian yang dapat dikelompokan menjadi 4 satuan batuan. Satuan yang tertua sampai muda diendapkan secara berurut meliputi: Satuan Batulempung Karbonatan perselingan Batupasir Karbonatan (A), Satuan Batupasir Karbonatan perselingan Batulempung Karbonatan (B), Satuan Batulempung Karbonatan perselingan Batupasir Karbonatan (C), Satuan Batupasir Karbonatan perselingan Batulempung Karbonatan (D). Keempat satuan ini diendapkan selama N14-N16. Satuan Batulempung Karbonatan perselingan Batupasir Karbonatan (A) memiliki litofasies: Calcareous Clay-Shale, Calcareous Lithic Wacke, Calcareous Claystone Analisis litofasies , asosiasi litofasies dan model lingkungan pengendapan formasi jatiluhur bagian atas di daerah Desa dengan asosiasi litofasies turbidit klasik dan terendapkan di kipas bawah. SatuanBatupasir Karbonatan perselingan Batu lempung Karbonatan (B) memiliki litofasies: Calcareous Lithic Wacke, Calcareous Claystone, Calcareous Lithic Wacke dengan asosiasi turbidit klasik dan terendapkan di kipas bawah. Satuan Batulempung Karbonatan perselingan Batupasir Karbonatan (C) memiliki litofasies: Calcareous Mudstone, Calcareous Feldspathic Wacke, Calcareous Mudstone dengan asosiasi litofasies turbidit klasik dan terendapkan di kipas tengah bagian bawah. Satuan Batupasir Karbonatan perselingan Batulempung Karbonatan(D) memiliki litofasies: Calcareouss Lithic Wacke, Calcareous Mudstone,Calcareous Lithic Wacke, Calcareous Mudstone, Calcareous Lithic Wacke denganasosiasi turbidit klasik dan terendapkan di kipas tengah bagian bawah. Proses pengendapan dimulai dari kipas bawah menuju kipas tengah bagian bawah yang menunjukan proses pendangkalan.

T The research is administratively located in the Sungai Cipamingkis, Sukamakmur and surrounding area, Jonggol District, Bogor Regency, West Java Province. TheCipamingkis River area is formed by the Miocene middle. The intersiting thing isthe composition of the sedimentary rocks with varied and repetitive character as aresult of its sedimentation from the shallow sea to the deep sea. This study aims toconduct a detailed study of the characteristics of lithology and sedimentarystructure in a sedimentary sedimentation environment model using surface data. Inthis study, the authors conducted several stages of research that include: surfacedata collection methods in the form of observation outcrops in the characteristicsof lithology, the primary structure (sedimentary structure) of Jatiluhur Formation.The next step is data processing method by making the measured stratigraphiccolumn (MS) with laboratory analysis in the form of petrography and foraminiferaanalysis. Furthermore, data analysis and processing methods include: lithologicgrouping in the form of rock units that can be divided into several lithofacies, thenconducted association analysis lithofacies to modeling the deposition environmentof surface observation results. The last stage of geological synthesis is used to mapthe characteristic of lithofacies and the aqueousization of lithofacies that arequantified in lithologic characteristics. Vertical distribution can be more easilyunderstood by conducting quantitative analysis. Stratigraphy research area can begrouped into 4 units of rock. The oldest to youngest units are precipitatedsequentially, including: Claystone Carbonate Intercession Sandstone CarbonateUnit (A), Sandstone Carbonate Intercession Claystone Carbonate Unit (B),Claystone Carbonate Intercession Sandstone Carbonate Unit (C), SandstoneCarbonate Intercession Claystone Carbonate Unit (D). These four units aredeposited during N14-N16. Claystone Carbonate Intercession SandstoneCarbonate Unit (A) has lithofacies: Calcareous Clay-Shale, Calcareous LithicWacke, Calcareous Claystone with classic turbidite lithophation associations anddeposited on the bottom fan. Sandstone Carbonate Intercession ClaystoneCarbonate Unit (B) has lithofacies: Calcareous Lithic Wacke, Calcareous Claystone, Calcareous Lithic Wacke with classical turbidite associations and deposited on the bottom fan. Claystone Carbonate Intercession SandstoneCarbonate Unit (C) has lithofacies: Calcareous Mudstone, Calcareous Feldspathic Wacke, Calcareous Mudstone with classic turbidite lithophasies associations anddeposited on the lower middle fan. Sandstone Carbonate Intercession ClaystoneCarbonate Unit (D) has lithofacies: Calcareous Lithic Wacke, CalcareousMudstone, Calcareous Lithic Wacke, Calcareous Mudstone, Calcareous LithicWacke with classical turbidite associations and deposited on the lower middle fan.The deposition process starts from the lower fan to the lower middle fan showing the progradation process.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?