DETAIL KOLEKSI

Evaluasi Lintasan Pemboran Berarah Pada Sumur X-11 Dan X-81a Pada Lapangan Z


Oleh : Amril Syaputra

Info Katalog

Nomor Panggil : 881/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Abdul Hamid

Pembimbing 2 : Yusraida Khairani

Subyek : Oil well drilling;Petroleum engineering

Kata Kunci : directional drilling, trajectory, minimum of curvature, plan trajectory, actual trajectory


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_TM_071001400174_Halaman-Judul1.pdf 1880.92
2. 2017_TA_TM_071001400174_Bab-1.pdf 685.33
3. 2017_TA_TM_071001400174_Bab-2.pdf 1674.05
4. 2017_TA_TM_071001400174_Bab-3.pdf 1215.63
5. 2017_TA_TM_071001400174_Bab-4.pdf 1422.6
6. 2017_TA_TM_071001400174_Bab-5.pdf 609.34
7. 2017_TA_TM_071001400174_Daftar-pustaka.pdf 621.6
8. 2017_TA_TM_071001400174_Lampiran.pdf 620.56

P Pada pembuatan lintasan pemboran berarah, terdapat beberapa permasalahan yang perlu diwaspadai. Salah satu masalah itu adalah perbedaan lintasan antara plan dan actual. Apabila masalah ini tidak ditangani maka bisa menyebabkan terjadinya pipe sticking dan differential pressure. Pada pemboran di sumur X-11A dan X-81A yang berada di lapangan Z, terjadi perbedaan lintasan antara perencanaan (plan) dan sebenarnya (actual). Perbedaan yang terjadi berada pada titik KOP (kick of point), DLS (dogleg severity), inklinasi maksimum dan EOB (end of build). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode MOC (Minimum of Curvature). Selain itu, dilakukan evaluasi lintasan berdasarkan kepada parameter-parameter pemboran seperti RPM (Revolutions Per Minute), ROP (Rate of Penetration), WOB (Weight On Bit), dan GPM (Gallon Per Minute). Pada sumur X-11A, terjadi penyimpangan yang tidak terlalu jauh dari perencanaannya. Penyimpangan yang terjadi pada titik KOP adalah sebesar 7,1 ft. Lalu, pada titik EOB terjadi penyimpangan sebesar 11,4 ft dengan penyimpangan terjauh pada saat mendekati Total Depth sebesar 14,6 ft. Pada sumur X-81A, penyimpangan yang terjadi cukup jauh dari perencanannya. Pada titik KOP, penyimpangan yang terjadi sebesar 3,56 ft. Lalu, pada titik EOB penyimpangan yang terjadi adalah 6,86 ft dengan penyimpangan terbesar adalah 49,55 ft. Pada sumur ini, inklinasi maksimum juga berbeda dari perencanaannya dimana inklinasi maksimum yang terbentuk adalah 26,99 deg. Setelah dilakukan perbandingan antara lintasan perencanaan dan kenyataan, kemudian didapat beberapa solusi. Solusi yang pertama adalah dengan menaikkan atau menurunkan parameter-parameter pemboran dengan mempertimbangkan efek yang ditimbulkan. Solusi berikutnya adalah dengan memperhatikan tingkat kekerasan batuan di lapangan, sehingga dapat menjaga lintasan sesuai dengan perencanaan.

I In the manufacture of directional drilling trajectories, there are several issues that need to be watched. One of the problems is the difference between track plan and actual. If this problem is not addressed then it could lead to pipe sticking and differential pressure. In drilling at the wells X-11A and X-81A located in field Z, there is a difference between the trajectory plan and actual trajectory . The differences that occur are at the KOP (kick of point), DLS (dogleg severity), maximum inclination and EOB (end of build). The method used in this research is MOC (Minimum of Curvature) method. In addition, the track evaluation is based on drilling parameters such as RPM (Revolutions Per Minute), ROP (Rate of Penetration), WOB (Weight On Bit), and GPM (Gallon Per Minute). At well X-11A, the deviation is not too far from the planning. The deviation occurs at the KOP point is 7.1 ft. Then, at the EOB point there is a deviation of 11.4 ft with the farthest distortion at approaching Total Depth of 14.6 ft. In the well of X-81A, the deviation is quite far from the planning. At KOP point, the deviation is 3.56 ft. Then, at the EOB point the deviation that occurs is 6.86 ft with the largest deviation is 49.55 ft. In this well, the maximum inclination also differs from the plan wherein the maximum inclination formed is 26.99 deg. After the comparison between the planning and reality trajectory, then obtained some solutions. The first solution is to increase or decrease the drilling parameters by considering the effect. The next solution is to consider the level of hardness of the rock in the field, so it can keep the track in accordance with the planning.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?