DETAIL KOLEKSI

Pemodelan Propertis Reservoir Dengan Metode Dfn Pada Reservoir Rekah Alami Di Lapangan X


Oleh : Azmi Abdullah

Info Katalog

Nomor Panggil : 948/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Suryo Prakoso

Pembimbing 2 : Ridha Husla

Subyek : Reservoir engineer;Petroleum engineering

Kata Kunci : fracture, porosity, permeability, reservoir


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TM_071001400031_Halaman-Judul.pdf 4606.47
2. 2018_TA_TM_071001400031_Bab-1.pdf 748.2
3. 2018_TA_TM_071001400031_Bab-2.pdf 1315.38
4. 2018_TA_TM_071001400031_Bab-3.pdf 754.54
5. 2018_TA_TM_071001400031_Bab-4.pdf 2909.34
6. 2018_TA_TM_071001400031_Bab-5.pdf 681.05
7. 2018_TA_TM_071001400031_Daftar-Pustaka.pdf 652.05
8. 2018_TA_TM_071001400031_Lampiran.pdf 1212.63

S Struktur formasi di Lapangan X yang merupakan formasi batu kapur, memiliki sejumlah indikasi mengenai adanya rekahan alami dalam formasi batuan. Keberadaan fraktur dilakukan analisis lebih lanjut untuk menentukan apakah fraktur alami sesuai dalam konteks produktivitas. Peningkatan nilai produktivitas dari formasi dapat diperoleh melalui faktor rekahan alami yang sangat penting dalam mendukung faktor-faktor yang ada dalam matriks batuan. Dengan makna sistem matriks dan patah tulang tidak saling tumpang tindih atau saling menghalangi. Garis fraktur alami yang digambarkan dalam formasi model Field X akan menunjukkan sistem dan arah orientasi fraktur alami yang ada di Field X. Intensitas fraktur adalah parameter yang sangat erat kaitannya dengan kualitas fraktur alami dalam suatu formasi. Tentu saja, terlepas dari faktor-faktor lain seperti porositas, permeabilitas dan sigma, yang merupakan sifat penting dalam patah tulang. Diharapkan bahwa model bentuk distribusi rekahan alami di Lapangan X akan dapat menunjukkan karakteristik reservoir rekahan alami dalam formasi Lapangan X dan juga keberadaan pemodelan rekahan alami dapat menjadi referensi dalam hal eksplorasi dan eksploitasi untuk dapat mengembangkan Lapangan X lebih lanjut sehingga produktivitas meningkat dan berjalan secara optimal untuk meminimalkan dampak negatif yang dapat terjadi baik dari segi materi maupun dari bidang aspek teknis.

T The structure of the formation at Field X which is a limestone formation, has a number of indications regarding the presence of natural fractures in the rock formation. The existence of the fracture is carried out further analysis to determine whether the natural fracture is appropriate in the context of productivity. Increasing the value of productivity from formations can be obtained through natural fracture factors that are essential in supporting the factors that exist in the rock matrix. With the meaning of a matrix system and fractures not overlapping or obstructing each other. The natural fracture lines depicted in the Field X model formation will show the system and orientation direction of natural fractures that exist in the Field X. Fracture intensity is a parameter that is very closely related to the quality of natural fracture in a formation. Of course, regardless of other factors such as porosity, permeability and sigma, which are important properties in fractures. It is hoped that the model form of the distribution of natural fractures in Field X will be able to show the characteristics of the natural fracture reservoirs in the Field X formation and also the existence of natural fracture modeling can be a reference in terms of exploration and exploitation to be able to develop further Field X so that productivity increases and runs optimally in order to minimize negative impacts that can occur both in terms of material as well as from the field of technical aspects.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?