DETAIL KOLEKSI

Evaluasi Kinerja Rotary Steerable System Dan Positif Displacemen Motor Pada Sumur Hkp-ast Dan Hkp-b Trayek 17,5"


Oleh : Heidi Kentjana Putra

Info Katalog

Nomor Panggil : 868/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Mu'min Priyono Tamsil

Pembimbing 2 : Rizki Akbar

Subyek : Dirt drilling - Down hole hydraulic motor

Kata Kunci : rotary steerable system (RSS) , positive displacement motor (PDM) , cost per foot (CPF).


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TM_071001400072_Halaman-Judul.pdf 1650.79
2. 2018_TA_TM_071001400072_Bab-1.pdf 956.83
3. 2018_TA_TM_071001400072_Bab-2.pdf 1925.86
4. 2018_TA_TM_071001400072_Bab-3.pdf 1225.42
5. 2018_TA_TM_071001400072_Bab-4.pdf 2115.67
6. 2018_TA_TM_071001400072_Bab-5.pdf 878.3
7. 2018_TA_TM_071001400072_Daftar-Pustaka.pdf 1002.08
8. 2018_TA_TM_071001400072_Lampiran.pdf 1474.09

P Pada evaluasi ini dilakukan perbandingan kinerja terhadap performa RotarySteerable System (RSS) yang digunakan pada HKP-AST dan Positive DisplacementMotor (PDM) yang digunakan pada HKP-B. Evaluasi perbandingan kinerja keduadown hole motor tersebut menggunakan beberapa parameter evaluasi seperti ;proyeksi lintasan secara horizontal (trajectory evaluation), effisiensi waktupemboran, Cost Per Foot (CPF), Cost Per Day (CPD), effisiensi biaya, dan bebanmaksimum yang dapat ditangggung bit (weight on bit maximum). Sumur HKP-Adan HKP-B merupakan sumur berarah yang berlokasi di Lapangan Kentjana, DesaNgampel, Kabupaten Bojonegoro. Lokasi Lapangan Kentjana berdekatan denganpemukiman penduduk, hal ini menjadi salah satu alasan dilakukannya pemboran berarah. Pada sumur HKP-AST pemboran dengan RSS terjadi permasalahan cukupberarti yaitu kegagalan penembusan formasi top Tuban, dikarenakan titik lokasisurvey yang dilakukan oleh geologist tidak dapat dilakukan secara optimum karenaberada didekat pemukiman penduduk, hal ini menyebabkan para engineermemutuskan untuk melakukan sidetrack pada trayek 12,25” sehingga HKP-A jadiHKP-AST, dan pada sumur HKP-B dengan PDM tidak terjadi permasalahan yangcukup berarti, permasalahan yang terjadi umumnya disebabkan oleh kerusakan alatseperti misalnya karet pada stator PDM.Dengan prinsip “apple to apple” pada kedua sumur ini akan dibandingkankinerja kedua alat tersebut pada trayek 17,5” dikarenakan perbedaan intervalkedalaman masih dalam batas toleransi. Dengan membandingkan proyeksihorizontal lintasan (trajectory) antara perencanaan dan pelaksanaanya antarakeduanya tidak memiliki penyimpangan yang cukup berarti. Maka dilakukanevaluasi dari segi waktu dan biaya, dengan RSS dapat mengeffisien waktu danbiaya, karena pemboran dengan RSS lebih cepat dibandingkan dengan PDM. Selainitu dilakukan evaluasi terhadap Weight On Bit Maksimum yang dapat ditanggungoleh rangkaian, dan setelah dilakukan evaluasi rangkaian BHA dengan RSS dapatmenanggung WOB lebih besar jika dibandingkan dengan PDM.Dari penelitian ini, RSS dianggap memiliki kinerja yang lebih baik jikadibandingkan dengan Positive Displacement Motor (PDM). Kelebihan yangdimiliki pada RSS ini dapat dijadikan sebagai standar rekomendasi down holehydraulic motor yang dapat digunakan pada pemboran sumur sumur berarahselanjutnya di Lapangan Kentjana

T This final assignment describes the performance evaluation between two downholehydraulic motors, which are Rotary Steerable System and Positive DisplacementMotor. The evaluation parameters are trajectory evaluation, time efficiency, costefficiency, cost per foot, cost per day and the maximum WOB that can be loaded bythe BHA .Rotary Steerable System (RSS) was applied on HKP-AST Well andPositive Displacement Motor that was applied on HKP-B Well. These twodirectional wells located at Kentjana Field, Ngampel Village, Bojonegoro. Thelocation of Kentjana field not so far from urban place, therefore it was the reasonwhy we drilled in directional way. Each well faced different problem when drilled,HKP-AST had faced biggest problem, which cause a big NPT, this well was failedto reach the top formation Tuban due to minimum survey location. Hence, theengineer decided to side-track, and the name changed from HKP-A to HKP-AST.HKP-B didn’t face a big problem, the most problem on HKP-B caused by thedamage of the tools such as the stator rubber of mud motor/PDM.With “apple to apple” principle, for this both wells on this research wouldbe compared on 17,5” hole section, with different interval that is still in tolerancelimit. Comparing the plan and actual trajectory as the result of using these tools oneach wells gave the best result, which is appropriate with the planned trajectory,another evaluation comes from different objectives such as time and cost. RSS ismore efficient because it could drilled faster, thus could savings the expenditure.The last evaluation parameter is one of drilling parameter which is the maximumWOB that can be loaded by BHA, for BHA with RSS gave the greater result to loadthe maximum WOB rather than Postive Displacement Motor.From this research, RSS give the best perfomaces rather PositiveDisplacement Motor (PDM). Therefore, RSS recommended as a standard downhole motor to be used in the next drilling program on Kentjana Field.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?