DETAIL KOLEKSI

Evaluasi Penanggulangan Masalah Circulation Pada Lubang Pemboran 12,25" Dan 8,5 Sumur Minyak Jet-04 Di Lapangan Jatiasri

5.0


Oleh : Muhamad Anugrah

Info Katalog

Nomor Panggil : 894/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Abdul Hamid

Pembimbing 2 : Rizki Akbar

Subyek : Drilling - Evaluation;Oil well drilling

Kata Kunci : lost circulation, formation pressure, hydrostatic pressure, formation fracture pressure, and bottom


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_TM_071001400103_Halaman-Judul.pdf 2050.83
2. 2017_TA_TM_071001400103_Bab-1.pdf 762.02
3. 2017_TA_TM_071001400103_Bab-2.pdf 1589.55
4. 2017_TA_TM_071001400103_Bab-3.pdf 830.09
5. 2017_TA_TM_071001400103_Bab-4.pdf 1454.57
6. 2017_TA_TM_071001400103_Bab-5.pdf 728.92
7. 2017_TA_TM_071001400103_Daftar-Pustaka.pdf 727.93
8. 2017_TA_TM_071001400103_Lampiran.pdf 1506.21

S Sumur minyak JET-04 terletak di lapangan Jatiasri. Lapangan tersebut terletak di kabupaten subang, propinsi jawa barat. Lapangan ini berjarak 110 km sebelah barat dari kabupaten Cirebon. Lapangan ini pertama kali berproduksi pada tahun 2014. Sumur JET-04 ini merupakan sumur eksploitasi yang bertujuan untuk menambah jumlah produksi lapangan tersebut. Sumur ini ditajak pada 14 maret 2017. Sumur eksploitasi JET-04 ini dibor secara berarah dengan jenis S type dengan waktu hari kerja selama 60,13 hari di luar waktu Rig move dan Rig up dengan kedalaman akhir 3250 mTVD. Sumur ini memiliki ketinggian sebesar 8,08 meter diatas permukaan laut. Sumur ini memiliki drilling objective yakni untuk pengembangan produksi minyak dan gas pada lapangan jatiasri ini. Pemboran sumur JET-04 ini bertujuan untuk menambah titik serap hidrokarbon pada lapisan reservoir batupasir Talangakar. Pemboran sumur JET-04 ini menembus formasi parigi di kedalaman 976 mMD, kemudian formasi cibulakan atas pada kedalaman 1016 mMD, dilanjutkan dengan menembus formasi baturaja pada kedalaman 2270 mMD dan formasi talangakar pada kedalaman 2599 mMD. Sumur ini memiliki beberapa potensi untuk terjadinya drilling hazard antara lain terdapatnya potensi terjadinya masalah pemboran yaitu masalah kehilangan sirkulasi lumpur atau lost circulation. Pada operasi pemboran JET-04 ini ditemukan permasalahan pemboran yakni hilang sirkulasi lumpur pemboran atau lost circulation. Pada umumnya, lost circulation terjadi akibat tekanan hidrostatik lebih besar dari tekanan formasi, sehingga lumpur dapat masuk kedalam formasi. Atau penyebab lainnya adalah adanya rekahan-rekahan alami, formasi yang gerowong dan bergua. Dari faktor formasi, penyebab masalah hilang sirkulasi lumpur, yaitu formasi batuan yang ditembus adalah limestone dan shale yang reaktif yang memiliki nilai porositas dan permeabilitas yang tinggi. Sehingga hal ini merupakan salah satu penyebab dari terjadinya masalah lost circulation. Pada sumur JET-04 ini, lost circulation terjadi pada trayek lubang pemboran yang berukuran 12,25” dengan kedalaman 2520-2525 mMD. Lost circulation terjadi akibat dari faktor formasi yang ditembus dan bukan terjadi akibat dari kesalahan desain lumpur. Penanggulangan yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan bahan penyumbat atau lost circulation material (LCM). Penanggulangan tersebut berhasil mengatasi permasalahan pada kedalaman tersebut. Kemudian, operasi pemboran kembali dilanjutkan dan masalah kehilangan sirkulasi lumpur atau lost circulation ini kembali terjadi pada trayek lubang pemboran berukuran 8,5” pada kedalaman 3293-3306 mMD dan 3398-3401 mMD. Penanggulangan yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah menggunakan lost circulation material (LCM) sehingga masalah tersebut dapat diatasi. Masalah hilang lumpur lumpur erat kaitannya dengan tekanan. Tekanan yang mempengaruhi antara lain adalah tekanan formasi, tekanan hidrostatik, tekanan rekah formasi serta bottom hole circulating pressure (BHCP). Untuk itu, dilakukan evaluasi dengan perhitungan guna mengetahui penyebab dari masalah hilang lumpur tersebut. Setelah dilakukan perhitungan, pada zona-zona lost yang telah disebutkan diatas, harga dari bottom hole circulating pressure (BHCP) masih lebih kecil dibanding dengan tekanan rekah formasi, dengan kata lain penyebab dari masalah hilang lumpur tersebut akibat dari faktor formasi yang memiliki banyak rekahan, bergua dan gerowong. Hal ini diperkuat dengan cutting yang kembali ke permukaan pada sekitar kedalaman yang terjadi masalah lost circulation yang terjadi pada trayek lubang pemboran ukuran 12,25” adalah limestone. Dimana limestone memiliki nilai porositas dan permeabilitas yang tinggi sehingga dapat dengan mudah menyebabkan masalah lost circulation.

T The JET-04 oil well is located in the Jatiasri field. The field is located in Subang Regency, West Java Province. This field is 110 km west of Cirebon district. This field was first produced in 2014. This JET-04 well is an exploitation well that aims to increase the amount of field production. This well was invited on March 14, 2017. The JET-04 exploitation well was drilled in a directed manner or directional drilling with the S type with 60.13 working days outside the Rig move and Rig up with a final depth of 3250 mTVD. This well has an altitude of 8.08 meters above sea level. This well has a drilling objective that is for the development of oil and gas production in this natural field. The JET-04 well drilling aims to increase the hydrocarbon absorption point in the Talangakar sandstone reservoir layer. The JET-04 well drilling penetrated the parigi formation at a depth of 976 mMD, then the upper cibulakan formation at a depth of 1016 mMD, followed by penetrating the baturaja formation at a depth of 2270 mMD and talangakar formation at a depth of 2599 mMD. This well has some potential for drilling hazard occurrence, among others, the potential for drilling problems to occur, namely the problem of loss of circulation of mud or lost circulation. In this JET-04 drilling operation found drilling problems are circulating drilling mud missing or lost circulation. In general, lost circulation occurs due to hydrostatic pressure greater than formation pressure, so that the mud can enter the formation. Or the other cause is the existence of natural cracks, cavernouos formation or vuggy formation. From the formation factors, the cause of the problem of missing mud circulation, namely the penetrated rock formations are reactive limestone and shale which have high porosity and permeability values. So this is one of the causes of the problem of lost circulation. In this JET-04 well, lost circulation occurs in a 12,25" drilling hole section with a depth of 2520-2525 mMD. Lost circulation occurs as a result of the formation factor that is penetrated and not the result of a mud design error. The countermeasures taken to overcome these problems are by using blockages material or lost circulation material (LCM). The countermeasure managed to overcome the problem at that depth. Then, the drilling operation was resumed and the problem of loss of mud circulation or lost circulation occurred again in the 8,5” hole drilling section at a depth of 3293-3306 mMD and 3398-3401 mMD. The response to overcome this problem is to use lost circulation material (LCM) so that the problem can be overcome. The problem is missing mud and the mud is closely related to pressure. The influencing pressures include formation pressure, hydrostatic pressure, formation fracture pressure and bottom hole circulating pressure (BHCP). For this reason, an evaluation is carried out with a calculation to determine the cause of the problem of missing mud. After calculation, in the lost zones mentioned above, the value of the bottom hole circulating pressure (BHCP) is still smaller than the pressure of the fracture formation, in other words the cause of the problem of loss of mud is due to formation factors that have many fractures, cavernous and vuggy. This statement is reinforced by the cutting back to the surface around the depth of the lost circulation problem that occurs in the 12.25" drilling hole section is limestone. Where limestone has high porosity and permeability values, it can easily cause lost circulation problems.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?