DETAIL KOLEKSI

Karakteristik Reservoir Menggunakan Analisis Pressure Bulid Up Pada Sumur Na-20 Dan Na-21 Dilapangan Senja


Oleh : Nadhira Andini

Info Katalog

Nomor Panggil : 895/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : M. Taufiq Fathadin

Pembimbing 2 : Cahaya Rosyidan

Subyek : Oil technic - Research;Reservoir - Analysis

Kata Kunci : pressure build up, horner plot, pressure derivative, skin


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TM_071001400118_Halaman-Judul.pdf 6486.3
2. 2018_TA_TM_071001400118_Bab-1.pdf 2240
3. 2018_TA_TM_071001400118_Bab-2.pdf 2591.52
4. 2018_TA_TM_071001400118_Bab-3.pdf 2434.99
5. 2018_TA_TM_071001400118_Bab-4.pdf 2615.73
6. 2018_TA_TM_071001400118_Bab-5.pdf 2213.97
7. 2018_TA_TM_071001400118_Daftar-Pustaka.pdf 2190.46
8. 2018_TA_TM_071001400118_Lampiran.pdf 2453.95

K Kerusakan pada formasi dapat terjadi sepanjang waktu sebagai akibat dari aktivitas terhadap sumur mulai dari aktivitas pemboran, penyemenan, komplesi sumur, dan perforasi serta pada saat sumur berproduksi yang biasa disebut dengan skin yang akan menyebabkan menurunnya produktivitas suatu sumur. Identifikasi adanya indikasi kerusakan formasi pada suatu sumur dapat dilakukan dengan melakukan pressure buildup test. Uji pressure build up dilakukan dengan cara memproduksi suatu sumur dalam selang waktu tertentu dengan laju aliran yang konstan, kemudian menutup sumur tersebut. Dari uji tersebut akan didapat data yaitu data petrofisik (kedalaman lapisan, ketebalan lapisan, dan porositas), data fluida reservoir (faktor volume formasi, kompressibilitas total, dan viskositas oil), dan data pendukung lainnya. Uji juga didapat data tekanan, perubahan waktu (Δt), serta temperature, sehingga dapat dihitung Horner Time. Pada penelitian ini akan dianalisis dua sumur minyak yaitu sumur NA-20 dan sumur NA-21. Hasil analisis dari data yang didapat pada sumur NA-20 yaitu permeabilitas 4.84 mD, skin 1.42, perubahan tekanan akibat skin (ΔPskin) 264.384 psi, dan flow efficiency 0.842 dengan radius investigation 851.61 ft. Pada sumur NA-21 didapatkan permeabilitas 3.42 mD, skin 2.56, perubahan tekanan akibat skin (ΔPskin) 321.381 psi, dan flow efficiency 0.765 dengan radius investigation 542.714.6 ft. Dari hasil analisis kedua sumur tersebut menunjukan bahwa sumur NA-20 dan NA-21 lapangan Lunar mengalami kerusakan formasi.

F Formation damage may occur over time as a result of activities to the wells from drilling, cementing, completion well, or perforation and along the production well that is also known as total skin (St) which decreased productivity of a well. Identify any indication of formatin damage on a well can be done by the well pressure build up test. Pressure build-up test is done by producing a well within a certain time interval with a constant flow rate, then shut the well. From the test will be obtained data that is petrophysical data (depth layers, layer thickness, and porosity), fluid reservoir data (formation volume factor, compressibility total, and the viscosity of the oil), and other supporting data (fluid flow rate, the radius of the well, production time, pressure static wells and wellhead pressure). This experiment will be analyzed two oil wells which are well NA-20 and well NA-21. The results from the analysis of the data obtained on well NA-20 is 4.84 mD permeability, skin 1.42, pressure changes due to skin (ΔPskin) 264.384 psi, and flow efficiency 0.842 with 851.610 ft radius of investigation. While at well NA-21 obtained 3.42 mD permeability, skin 2.56, pressure changes due to skin (ΔPskin) 321.381 psi, and flow efficiency 0.765 with 542.714 ft radius of investigation. The result from the analysis of both wells showed that well NA-20 and well NA-21 in Lunar field have formation damage.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?