DETAIL KOLEKSI

Optimasi Pemboran Aerated Pada Sumur Berarah Ad10 Lapangan Geothermal Rrad07 Dengan Penerapan Persamaan Guo-ghalambor


Oleh : Risang Respati

Info Katalog

Nomor Panggil : 940/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Ratnayu Sitaresmi

Pembimbing 2 : Widia Yanti

Subyek : Geothermal;Drilling - Geothermal well

Kata Kunci : aerated, geothermal, optimization and gas-liquid rate window (GLRW)


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TM_071001400142_Halaman-judul.pdf 2309.5
2. 2018_TA_TM_071001400142_Bab-1.pdf 960.63
3. 2018_TA_TM_071001400142_Bab-2.pdf 2281.61
4. 2018_TA_TM_071001400142_Bab-3.pdf 1085.09
5. 2018_TA_TM_071001400142_Bab-4.pdf 7347.07
6. 2018_TA_TM_071001400142_Bab-5.pdf 1145.91
7. 2018_TA_TM_071001400142_Daftar-pustaka.pdf 880.54
8. 2018_TA_TM_071001400142_Lampiran.pdf 1492.78

L Lapangan panas bumi RRAD07 terletak diprovinsi Bengkulu, Indonesia.Sumur yang dibor merupakan sumur directional dengan target kedalaman akhir 5915 ftMD. Analisis yang dilakukan untuk mendapatkan hasil optimasi padasumur AD10 yang mengalami masalah kehilangan sirkulasi saat pemboranmetode Aerated. Optimasi dilakukan dengan perhitungan menggunakanpersamaan Guo-Ghalambor yaitu perhitungan mengenai Bottom Hole Pressure(BHP) yang meliputi tekanan pada lubang bor saat kondisi statis (Annular StaticPressure), tekanan pada lubang bor saat kondisi dinamis (Annular DynamicPressure), Equivalent Circulating Energy (ECD) dan Equivalent Static Density(ESD)). Perhitungan pengangkatan serbuk bor meliputi perhitungan energi kinetikdengan energi kinetik minimum yang dibutuhkan untuk fluida pemboran dapatmengangkat serbuk bor dari dasar lubang bor sebesar 3 lb/cuft dan penentuankeberhasilan skenario optimasi yang dipilih dengan metode Gas-Liquid RateWindow (GLRW). Pemboran pada kedalaman 4354 ftMD dengan menggunakanlaju alir injeksi cairan 720 GPM dan laju injeksi udara 800 scfm terjadi partialloss circulation. Optimasi yang dilakukan dengan menggunakan 4 skenario optimasi. Skenario optimasi 1 merupakan data aktual pemboran yang telah dilakukan. Pada skenario optimasi 2 dengan laju alir injeksi cairan 440 GPM danlaju alir injeksi udara 1100 scfm berdasarkan analisis grafik GLRW terjadi injeksi cairan sebesar 720 GPM hasil analisis grafik GLRW menunjukan kondisiKondisi ini menunjukan sudah tepatnya skenario optimasiyang dipilih, hal ini dibuktikan sudah terciptanya kondisi underbalanced (tekananannular statis dan dinamis sudah lebih rendah dari tekanan formasi batuan) sertaenergi kinetik pada skenario optimasi 3 sebesar 14.75 lb/cubf dan skenariooptimasi 4 sebesar 15.36 lb/cubf sudah lebih besar dari energi kinetik minimum 3lb/cuft sehingga pengangkatan serbuk bor dari dasar lubang bor dapat terangkat keatas permukaan secara optimal. Pada skenario optimasi 5 dengan laju alirinjeksi udara 1500 scfm dan laju alir injeksi cairan 720 GPM analisis grafikGLRW menunjukan kondisi kondisi ini menunjukkan dengan besarpencampuran laju alir injeksi yang diberikan akan menjadikan runtuhnya dindingformasi lubang bor saat pemboran berlangsung.Pada kedalaman 4606 ftMD dengan menggunakan laju alir injeksi cairan700 GPM dan laju injeksi udara 1000 scfm terjadi Total Loss Circulation.Optimasi yang dilakukan dengan menggunakan 4 skenario optimasi. Skenario 1merupakan data aktual pemboran yang telah dilakukan. Pada Skenario optimasi 2,3, 4 dan 5 dengan menaikkan laju alir injeksi udara sebesar 1100-1500 scfm danlaju alir injeksi cairan sebesar 680-800 GPM. Skenario optimasi 2, 3, 4 dan 5menunjukan sudah terciptanya kondisi underbalanced yang baik dan tidak terjadikehilangan sirkulasi pada grafik GLRW. Hasil perhitunganenergi kinetik kedalaman 4606 ftMD pada skenario optimasi 2 sebesar 13.2lb/cuft, skenario optimasi 3 sebesar 14.9 lb/cuft, skenario optimasi 4 sebesar 16.3lb/cuft dan skenario optimasi 5 sebesar 18.9 lb/cuft. Hasil perhitungan energikinetik sudah lebih besar dari energi kinetik minimum 3 lb/cuft sehinggapengangkatan serbuk bor dapat terangkat keatas permukaan secara optimal. Padaskenario optimasi 5 titik skenario optimasi Collapsesehingga skenario optimasi 5 tidak disarankan dalam pemilihan optimasi padakedalaman 4606 ftMD.Poor Cutting Transport kondisi ini disebabkan pada kedalaman 4191ftMD didapat energi kinetik sebesar 2.6 lb/cuft kurang dari energi kinetikminimum 3 lb/cuft sehingga menjadikan serbuk bor pada kedalaman 4191 ftMD

T The RRAD07 geothermal field is located in the Bengkulu Province,Indonesia. The well that has been drilled is a directional well with total depthtarget of 5915 ftMD. The analysis that has been done to obtain the optimizationresults on the AD10 well which had problems with loss circulation whendrilling with the Aerated method. Optimization is done using the Guo-Ghalamborequation, to do the calculation of the Bottom Hole Pressure (BHP) which includesthe pressure on the borehole during static conditions (Annular Static Pressure), thepressure on the borehole during dynamic conditions (Annular Dynamic Pressure),Equivalent Circulating Density ( ECD) and Equivalent Static Density (ESD)). Thedrilling cutting removal calculation includes calculating kinetic energy with theminimum kinetic energy required for drilling fluid to lift the cuttings from thebottom of the drill hole is 3 lb/cuft and determining the success of theoptimization scenario selected by the Gas-Liquid Rate Window (GLRW) method.Drilling at depth of 4354 ftMD using a liquid injection flow rate of 720 GPM andan air injection rate of 800 scfm occurs partial loss circulation. Optimization isdone using 4 optimization scenarios. Optimization scenario 1 is the actual drillingdata that has been done. In the optimization scenario 2 with a liquid injection flowrate of 440 GPM and an air injection flow rate of 1100 scfm based on GLRWgraph analysis, the condition of "Poor Cutting Transport" condition was caused ata depth of 4191 ftMD obtained kinetic energy of 2.6 lb / cuft less than theminimum kinetic energy of 3 lb / cuft so that the drill cuttings at a depth of 4191ftMD are not raised above the surface and will accumulate. Optimizationscenarios 3 and 4 by increasing the air injection flow rate by 1100-1250 scfm andliquid injection flow rate by 720 GPM from the GLRW graph analysis results show the condition of "Good Working Area". This condition shows precisely theoptimization scenario chosen, this is evidenced by the creation of underbalancedconditions (static and dynamic annular pressure has been lower than rockformation pressure) and kinetic energy in optimization scenario 3 of 14.75 lb /cubf and optimization scenario 4 of 15.36 lb / cubf is greater than the minimumkinetic energy of 3 lb / cuft so that the removal of drill cuttings from the bottom ofthe drill hole can be lifted up to the surface optimally. In the optimization scenario5 with an air injection flow rate of 1500 scfm and a 720 GPM liquid injectionflow rate, GLRW graph analysis shows the condition of "Collapse" of thiscondition indicates that the large injection flow rate given will make the formationof the borehole formation collapse when drilling takes place.At a depth of 4606 ftMD using a liquid injection flow rate of 700 GPMand an air injection rate of 1000 scfm, Total Loss Circulation occurred.Optimization is done using 4 optimization scenarios. Scenario 1 is the actualdrilling data that has been carried out. In the optimization scenario 2, 3, 4 and 5 byincreasing the air injection flow rate by 1100-1500 scfm and the liquid injectionflow rate by 680-800 GPM. Optimization scenarios 2, 3, 4 and 5 show that goodunderbalanced conditions have been created and there is no loss of circulation ofthe "Good Working Area" on the GLRW chart. The calculation results of thekinetic energy depth of 4606 ftMD in the optimization scenario 2 is 13.2 lb / cuft,optimization scenario 3 is 14.9 lb / cuft, optimization scenario 4 is 16.3 lb / cuftand optimization optimization scenario is 18.9 lb / cuft. The results of thecalculation of kinetic energy is greater than the minimum kinetic energy of 3 lb /cuft so that the removal of the drill powder can be lifted up to the surfaceoptimally. In the optimization scenario 5 point optimization scenario is locatedclose to the condition "Collapse" so that the optimization scenario 5 is notrecommended in the optimization selection at a depth of 4606 ftMD.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?