DETAIL KOLEKSI

Evaluasi Pelaksanaan Lintasan Pemboran Berarah Pada Sumur Rsj-38 Di Lapangan


Oleh : Rizky Aisyah Jonathan

Info Katalog

Nomor Panggil : 821/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Mu'min Priyono Tamsil

Subyek : Drilling - Evaluation;Petroleum engineering

Kata Kunci : directional drilling, the minimum method of curvature


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_TM_07113178_HALAMAN-JUDUL.pdf 2397.13
2. 2017_TA_TM_07113178_BAB-1.pdf 686.98
3. 2017_TA_TM_07113178_BAB-2.pdf 1852.33
4. 2017_TA_TM_07113178_BAB-3.pdf 1767.71
5. 2017_TA_TM_07113178_BAB-4.pdf 797.43
6. 2017_TA_TM_07113178_BAB-5.pdf 787.61
7. 2017_TA_TM_07113178_DAFTAR-PUSTAKA.pdf 682.29
8. 2017_TA_TM_07113178_LAMPRAN.pdf 1207.85

D Directional Drilling atau Pemboran Berarah merupakan salah satu teknik operasi pemboran yang digunakan ketika operasi pemboran secara konvensional tidak dapat digunakan. Pada Tugas Akhir ini akan dilakukan evaluasi terhadap perencanaan dan pelaksanaan proses pemboran berarah pada Sumur RSJ-38 di Lapangan X yang terletak di ujung utara dari regional NNE antiklin Sanga Sanga, Kalimantan Timur. Proses evaluasi dilakukan dengan membandingkan proyeksi lintasan perencanaan dan pelaksanaan. Proyeksi lintasan tersebut dapat dibuat dengan menggunakan rumus minimum of curvature. Pada tugas akhir ini dapat dilihat bahwa proyeksi lintasan saat pelaksanaan memiliki perbedaan yang disebabkan oleh Lost Circulation. Perbedaan yang dimakasud adalah perbedaan sudut inklinasi dengan azimuthnya. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan pada Directional Drilling atau pemboran berarah sumur RSJ-38 di lapangan X didapatkan Kick Off Point yang terletak pada 2036.13 ft/ 2036.13 ft TVD dengan sudut inklinasi sebesar 1.9o dan kemudian di build hingga titik hold pada kedalaman 2786.13 ft MD/ 2777.59 ft TVD dengan sudut inklinasi sebesar 15o . Selanjutnya dapat diketahui Kedalaman akhir pada perencanaan pemboran berarah sumur RSJ-38 adalah 13594.93 ft MD/ 13546.13 ft TVD, sedangkan pada pelaksanaannya lebih dangkal yaitu 13600 ft MD/13550.60 ft TVD, sehingga mengalami perbedaan sejauh 5.07 ft MD/4.47 ft TVD.

D Directional Drilling is one of many technique of drilling operation which is used when conventional drilling operation cannot be used. This Final Assignment will be evaluated on planning and implementation of directional drilling process on well RSJ-38 in Field X which is located at the northern end of NNE region of Sang-Sanga, East Kalimantan. The evaluation process was done by comparing trajectory projection between well plan and actual well bore. Those trajectory projection could be done by using minimum of curvature equation. This final assignment we can see that projection track during implementation has a difference caused by lost circulation. To be exact, the differences is amount in the angel of inclination and azimuth. Based on calculations performed on Directional Drilling RSJ-38 well in field X obtained kick off point which is located at 2036.13 ft mMD /2036.13 ft TVD with angle of inclination 1.9o and then build up until hold point at 2786.13 ft mMD / 2777.59 ft TVD with inclination 15o . The final depth or Total depth of well plan RSJ-38 is 13594.93 ft mMD / 13546.13 ft TVD while actual wellbore more shallow specifically 13600 ft mMD/ 13550.60 ft TVD, so it’s different as far as 5.07 ft mMD / 4.47 ft TVD.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?