DETAIL KOLEKSI

Analisis Perbandingan Properti Lumpur Berbahan Dasar Minyak Dengan Tipe Aditif Fluid Loss Control Yang Berbeda Pada Variasi Temperatur


Oleh : Vicho Prama Arilaha

Info Katalog

Nomor Panggil : 864/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Abdul Hamid

Pembimbing 2 : Pauhesti Rusdi

Subyek : Drilling mud - Oil technic

Kata Kunci : drilling, clay swelling, aditif gilsonite, aditif fluid loss control.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TM_07110285_Halaman-Judul.pdf 3616.27
2. 2018_TA_TM_07110285_Bab-1.pdf 805.81
3. 2018_TA_TM_07110285_Bab-2.pdf 1241.66
4. 2018_TA_TM_07110285_Bab-3.pdf 1284.58
5. 2018_TA_TM_07110285_Bab-4.pdf 920.39
6. 2018_TA_TM_07110285_Bab-5.pdf 928.06
7. 2018_TA_TM_07110285_Bab-6.pdf 844.02
8. 2018_TA_TM_07110285_Daftar-Pustaka.pdf 757.08
9. 2018_TA_TM_07110285_Daftar-Simbol.pdf 761.96
10. 2018_TA_TM_07110285_Lampiran.pdf 1483.82

L Lumpur pemboran merupakan salah satu unsur penting dalam prosespemboran. Lumpur pemboran harus dapat memberikan kinerja dan fungsi yang baiksesuai dengan karakteristik batuan dan kondisi formasi yang akan dituju, olehkarena itu lumpur tersebut harus dikontrol sifat fisiknya. Seiring denganbertambahnya kedalaman sumur yang ingin dicapai, maka masalah yang dihadapiadalah temperatur. Kenaikan temperatur pada lumpur akan mengurangi setiap sifatfisik yang dimiliki oleh lumpur ditambah lagi apabila lapisan yang ditembusbermasalah dengan clay swelling, untuk itu diperlukan lumpur pemboran yang bisadigunakan untuk menghadapi masalah tersebut, salah satunya adalah lumpurberbahan dasar minyak (oil base mud).Pada percobaan laboratorium yang dilakukan menggunakan temperatur ujisebesar 250ºF, 300ºF, dan 350ºF. Proses percobaan ini menggunakan komposisiyang sama dikarenakan untuk membandingkan di antara dua aditif yang optimaldigunakan pada temperatur tinggi.Parameter yang diukur antara lain densitas, plastic viscosity, yield point, gelstrength, HTHP filtrate loss, dan oil water ratio terhadap temperatur tinggi dimanahasil tersebut kita bandingkan ketahanan sifat - sifat fisik suatu lumpur pemboranterhadap temperatur tinggi. Dari percobaan yang dilakukan untuk temperatursebesar 250ºF dan 300ºF tidak berbeda nyata tetapi pada temperatur 350ºF aditiflignite yang optimal digunakan dikarenakan, aditif gilsonite bisa dikatakanemulsinya telah rusak.

D Drilling mud is one of the vital component in drilling. The mud must be ableto work and function according to the targeted rock formations. Therefore, the mudrheology must be controlled. As the borehole depth increases, temperature starts tobecome the main problem in drilling. The rise in temperature will alter the mudconditions and this is not favourable especially in a formation with clay swellingproblem. To tackle this problem, oil based mud is used.An experiment has been done in the laboratory to test drilling mud rheologyin various high temperatures: 250ºF, 300ºF, and 350ºF. In this experiment, two mudmixture, each with different additives, were used and tested across the threetemperatures. To make sure that a valid comparison was made, mud compositionswere made constant.The observed parameters were mud density, plastic viscosity, yield point,gel strength, HTHP filtrate loss, and oil-water ratio. The goal of this experiment isto compare the mud rheology and to determine the mud mixture with the bestperformance in high temperature. From the experiment, there are no significantdifference in performance between the two mud mixtures in 250ºF and 300ºF.However, in 350ºF, it was found that the drilling mud with lignite was the mostoptimum one to be used in high temperature. On the other hand, emulsion in themud mixture with gilsonite in 350ºF was degraded due to the high temperature.Analisis

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?