DETAIL KOLEKSI

Hubungan Kadar Hemoglobin Dan Fungsi Kognitif Pada Pelajar Sman 06 Tambun Selatan


Oleh : Shella Kartika Ardeanny Kurniawan

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1289

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Rully Ayu NHP

Subyek : Anemia;Student - Thinking ability

Kata Kunci : hemoglobin level, anemia, cognitive function


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_03014174_Halaman-judul.pdf 1054.68
2. 2018_TA_KD_03014174_Bab-1-Pendahuluan.pdf 827.24
3. 2018_TA_KD_03014174_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 906.34
4. 2018_TA_KD_03014174_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 839.67
5. 2018_TA_KD_03014174_Bab-4-Metode.pdf 1015.78
6. 2018_TA_KD_03014174_Bab-5-Hasil.pdf 898.92
7. 2018_TA_KD_03014174_Bab-6-Pembahasan.pdf 722.89
8. 2018_TA_KD_03014174_Bab-7-Kesimpulan.pdf 631.03
9. 2018_TA_KD_03014174_Daftar-pustaka.pdf 729.54
10. 2018_TA_KD_03014174_Lampiran.pdf 3858.04

R Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa. Pada masa tersebut mereka sangat rentan mengalami kurangnya asupan besi. Sedangkan zat besi adalah komponen penting dalam pembentukan hemoglobin. Berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) di Indonesia pada rentang usia 15-24 tahun dinyatakan memiliki proporsi anemia pada laki-laki sebanyak 18,4% dan pada perempuan sebanyak 23,9%. Dan menurut data United Nations Children’s Fund (UNICEF), 70-80% siswa usia 15 tahun di Indonesia pada tahun 2012 gagal mencapai kemampuan atau nilai batas minimum di berbagai mata pelajaran. Menurut hasil penelitian Saadah N dan Santosa B, kondisi anemia dapat mempengaruhi terjadinya gangguan fungsi kognitif pada remaja. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dan fungsi kognitif pada pelajar SMA. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Data diambil dengan melakukan wawancara langsung menggunakan instrument MoCA InA dan mengambil darah vena untuk pemeriksaan kadar hemoglobin. Analisa data dilakukan dengan menggunakan program Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 23 dengan tingkat kemaknaan kurang dari 0,05. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada pelajar SMAN 06 Tambun Selatan di dapatkan 198 responden penelitian berusia 15 sampai 17 tahun yang terdiri dari 76 responden (38,4%) laki-laki dan 122 responden (61,6%) perempuan. Dapat diketahui bahwa rerata kadar hemoglobin responden adalah 13 gr/dL dengan 14,6% memiliki kadar hb <11 gr/dL dan 85,4% memiliki kadar hb ≥ 11 gr/dL. Dari penelitian ini juga didapatkan rerata skor MoCA-InA adalah 24, dengan 58,1% siswa masuk dalam kelompok fungsi kognitif terganggu dan 41,9% fungsi kognitif normal. Analisis dengan menggunakan uji chi square menggambarkan terdapat hubungan bermakna antara kadar hemoglobin dan fungsi kognitif pada pelajar SMAN 06 Tambun Selatan. Dimana siswa dengan kadar Hb < 11 gr/dL mempunyai kemungkinan 4,11 kali untuk mengalami gangguan fungsi kognitif dibandingkan dengan kadar Hb ≥ 11 gr/dL (OR=4,11; 95% CI=1,49 – 11,29) (P = 0,004). Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kadar hemoglobin dan fungsi kognitif pada pelajar SMAN 06 Tambun Selatan.

A Adolescent is a transition term from children to adult. At that stage, they are very susceptible to lack of iron intake during peak growth periods while iron is an important component to form hemoglobin. Based on basic health research, in Indonesia in the age range 15-24 years stated has anemic proportion in boys as much 18,4% and 23,9% in girls. According to the United Nations Children’s Fund (UNICEF) data, 70-80% of 15 year olds in Indonesia failed to achieve the minimum grade in any subjects at 2012. According to Saadah N and Santosa B study, anemia conditions could lead to a cognitive impairment in adolescents. Therefore, the aim of this research was to determine the relation between hemoglobin level and cognitive function in highschool students. The research design that used is cross sectional. Data were collected by direct interview using MoCA InA, hemoglobin level was obtained from venous blood examination. Data analysis was performed using “Statistical Package for Social Science” program (SPSS version 23) with significance level less than 0.05. Based on the study among student at SMAN 06 Tambun Selatan, total numbers of the samples 198 respondents consist of 76 boys (38,4%) and 122 girls (61,6). About 29 respondents (14,6%) had < 11 gr/dL hemoglobin level and 169 respondent (85,4%) had ≥ 11 gr/dL hemoglobin level. Another result of this research showed 115 respondents (58,1%) indicated cognitive function impairment and the rest were 83 respondents (41,9%) has normal cognitive function. Analysis using Chi-square test there was a significant relationship between hemoglobin level and cognitive function in student at SMAN 06 Tambun Selatan. Where students with Hb <11 gr / dL had a 4.11 chance of having cognitive impairment compared with Hb ≥ 11 gr / dL. (OR=4,11; 95% CI=1,49 – 11,29) (P=0.004). There is significant relationship between hemoglobin level and cognitive function in student at SMAN 06 Tambun Selatan.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?