DETAIL KOLEKSI

Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Osteoporosis Dengan Perilaku Konsumsi Kafein Pada Remaja Sma


Oleh : Tutut Fitriani

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1325

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Suriptiastuti

Subyek : Osteoporosis - Impact of caffeine on bones

Kata Kunci : knowledge of osteoporosis, caffeine consumption.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_03013194_Halaman-judul.pdf 1025.91
2. 2018_TA_KD_03013194_Bab-1-Pendahuluan.pdf 615.47
3. 2018_TA_KD_03013194_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 783.72
4. 2018_TA_KD_03013194_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 608.86
5. 2018_TA_KD_03013194_Bab-4-Metode.pdf 779.65
6. 2018_TA_KD_03013194_Bab-5-Hasil.pdf 722.07
7. 2018_TA_KD_03013194_Bab-6-Pembahasan.pdf 607.46
8. 2018_TA_KD_03013194_Bab-7-Kesimpulan.pdf 601.76
9. 2018_TA_KD_03013194_Daftar-pustaka.pdf 673.64
10. 2018_TA_KD_03013194_Lampiran.pdf 1700.16

K Kafein merupakan senyawa kimia alkaloid terkandung secara alami pada lebih dari 60 jenis tanaman. Makanan yang mengandung kafein diantaranya kopi, teh, minuman berkarbonasi dan cokelat. Mengonsumsi kopi atau teh lebih dari dua gelas per hari secara rutin dapat menjadi faktor risiko osteoporosis. Osteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan massa tulang yang rendah dan terjadi kemunduran struktur jaringan tulang, sehingga menyebabkan kerentanan tulang dan peningkatan risiko patah tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan tentang osteoporosis dan perilaku konsumsi kafein pada remaja SMA. Penelitian merupakan studi analitik observasional dengan desain cross sectional, pengambilan sampel secara simple random sampling, variabel yang diteliti adalah variabel bebas yaitu pengetahuan tentang osteoporosis, sedangkan variabel tergantungnya adalah perilaku konsumsi kafein, diselenggarakan pada bulan April 2018 di SMA Negeri 23 Jakarta pada 161 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan tentang osteoporosis dan kuesioner perilaku konsumsi kafein. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Statistical Program for Social Science (SPSS) for windows versi 22.0 dan dilakukan uji Chi-Square untuk melihat hubungan dari variabel yang diteliti dengan tingkat kemaknaan sebesar 0.05. Hasil yang diperoleh pada subyek yang berpengetahuan tentang osteoporosis rendah didapatkan sebanyak 29 orang (30,5%) konsumsi kopi < 2 gelas/hari tidak bermakna dibandingkan subyek yang berpengetahuan tentang osteoporosis tinggi sebanyak 20 orang (30,3%)konsumsi kopi < 2 gelas/hari. Hasil yang diperoleh pada subyek yang berpengetahuan tentang osteoporosis rendah didapatkan sebanyak 46 orang (48,4%) konsumsi teh < 2 gelas/hari tidak bermakna dibandingkan subyek yang berpengetahuan osteoporosis tinggi sebanyak 32 orang (48,5%) konsumsi teh < 2 gelas/hari. Pada analisis dengan menggunakan uji Chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang osteoporosis dan perilaku mengonsumsi kafein pada remaja SMA (p = 0,584).Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang osteoporosis dan perilaku konsumsi kafein pada remaja SMA.

C Caffeine is a chemical compound alkaloids contained naturally in more than 60 species of plants. Foods that contain caffeine include coffee, tea, carbonated beverages and chocolate. Eating coffee or tea more than two drinks per day on a regular basis can be a risk factor for osteoporosis. This is due to the caffeine contained in coffee or tea can inhibit calcium absorption thereby increasing the excretion of calcium reserves. Osteoporosis is a disease characterized by low bone mass and a decline in the structure of bone tissue, resulting in bone vulnerability and increased risk of fractures.This study aims to determine whether there is a relationship between knowledge about osteoporosis and caffeine consumption behavior in high school adolescents. The study was an observational analytic study with a cross sectional design, sampling using simple random sampling, the variables studied were independent variables namely knowledge of osteoporosis, while the dependent variable was caffeine consumption behavior, held in April 2018 in Jakarta 23 Public High School in 161 respondents. Collecting data using a knowledge questionnaire about osteoporosis and caffeine consumption behavior questionnaire. Data processing using Statistical Program for Social Science (SPSS) software for Windows version 22.0 and Chi-Square test was performed to see the relationship of the variables studied with significance level of 0.05.RESULTS Results obtained in subjects with knowledge of low osteoporosis found 29 (30.5%) coffee consumption <2 cups / day was not significant compared to subjects with knowledge of high osteoporosis of 20 people (30.3%) of coffee consumption <2 cups /day. Results obtained on subjects with knowledge of low osteoporosis found that 46 people (48.4%) of tea consumption <2 cups / day was not significant compared to subjects with high osteoporosis knowledge of 32 people (48.5%) tea consumption <2 cups / day. In the analysis using Chi-square test showed that there was no significant relationship between knowledge about osteoporosis and caffeine consumption behavior in high school adolescence (p = 0,584). This study shows that there is no significant relationship between knowledge of osteoporosis and caffeine consumption behavior in high school adolescents

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?