DETAIL KOLEKSI

Jalur Hijau Rekreatif Tepi Sungai Karang Mumus Samarinda - Kalimantan Tmur ( The Rekreatif Green Belt At Karang Mumus Riverside, Samarinda - East Kalimantan)


Oleh : Tuty Nirmala

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2002

Pembimbing 1 : S. Rahardjo

Pembimbing 2 : Rosalina Napitupulu

Subyek : River bank - Recreational function

Kata Kunci : green open space, ecology ecosystem.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2002_TA_SAL_08197058_Halaman-judul.pdf 4898.99
2. 2002_TA_SAL_08197058_Bab-1.pdf 2055.31
3. 2002_TA_SAL_08197058_Bab-2.pdf 12881.79
4. 2002_TA_SAL_08197058_Bab-3.pdf 521.93
5. 2002_TA_SAL_08197058_Bab-4.pdf 2185.76
6. 2002_TA_SAL_08197058_Bab-5.pdf 2778.23
7. 2002_TA_SAL_08197058_Bab-6.pdf 2905.67
8. 2002_TA_SAL_08197058_Daftar-pustaka.pdf 891.79
9. 2002_TA_SAL_08197058_Lampiran.pdf 9382.33

D Dinamika laju pertumbuhan ekonomi dan politik di Kodya Samarinda menyebabkan munculnya kebutuhan-kebutuhan pembangunan pada lahan dengan skala besar. Hal ini berarti semakin mengancarn keberadaan lahan atau ruang-ruang terbuka sebagai faktor penyeimbang lingkungan yang harus dipertahankan demi keseimbangan ekosistem di perkotaan. Saat ini hampir 90 % wilayah Kodya Samarinda merupakan kawasan terbangun (sumber: Pemda Samarinda), sernentara Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tersisa hanyalah sebatas deretan pot-pot tanaman dalarn kondisi yang kurang memadai baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Maka sejalan dengan tujuan pembangunan Kodya Samarinda yang bertajuk "Menuju Kota Tepian", pembangunan lebih diarahkan pada kawasan-kawasan sungai I Daerah Aliran Sungai (DAS) yang rnelintasi Kodya Sarnarinda ini. Pembangunan ini akan rnenekankan pada pentingnya keberadaan RTH di sekitar kawasan sungai (khususnya) yang estetik dan fungsional, sehingga dapat rnengurangi kekhawatiran akan semakin berkurangnya RTH.Perancangan lansekap "Jalur Hijau Rekreatif Tepi Sungai Karang Mumus" sebagai suatu sistern adalah salah satu cara penataan area tepi sungai melalui proses perancangan dengan memanfaatkan potensi tapak dan menganalisa perrnasalahan yang ada pada tapak. Mengingat DAS merupakan kawasan konservasi (PP. No.35/Thn.1991), maka perancangan tapak lebih ditekankan pada konservasi dengan memasukkan unsur rekreasi yang konservatif Segmentasi kawasan rnenjadi bagian intensif, semi intensif. dan non intensif, merupakan cam penanganan rnasalah pada tiap-tiap tipe area tepi sungai yang merniliki karakteristik berbeda antara satu dengan lainnya. Konsep pendekatan ekologi/ekosistem dalarn perancangan tapak pada penataan ruang•,0irkulasi, tata hijau, bentuk dan utilitas, disesuaikan dengan tujuan dan sasaran perancangan. Semua ini diharapkan dapat menghasilkan perancangan kawasan tepi sungai yang1 kons~rvatif namun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat KodyaSamarinda sebagai wadah rekreasi berwawasan lingkungan.

E Economic and political expansion m Samarinda had accentuated a necessity in large-scale open space development. It had threatened the existence of open space that has played important role in sustaining environmental stability in urban area. Currently, almost 90% of area in Kodya Samarinda is considered as developed space (Source : Pemda Samarinda). The remaining Green Open Space (Ruang Tebuka Hijau) is only chain of plants pots in poor condition, qualitatively and quantitatively. In accordance to the objective of development in Kodya Samarinda: "Menuju Kota Tepian ", the progress will emphasize the importance of Green Open Space in the region of River Bank Area (Daerah Aliran Sungai). This development will highlight the existence of RTH in both aesthetic and functional aspect, so to prevail the issue of decreasing amount of RTH.Landscape design titled "Jalur Hijau Rekreatif Tepi Sungai Karang Mumus" in systemic approach is an attempt to manage the riverbank through a design, utilizing site potential and analyze its problems. Considering DAS as a preserved area (PP .. o. 35ffhn .1991), this site design emphasizes the effort more to preservation but also includes leisure aspect. By segmenting the area into different type (intensive, semi-intensive and non-intensive), the design will treat different type of riverbank with different approach, commensurate to its characteristics. Ecology/ecosystem concept that applied within design process in space management, circulation, green management, form and utility, are brought in to synchronize the objective of design. It is expected.that the design will result in a preserved riverbank yet is able to accommodate the needs of people in KodyaSamarinda to enjoy an environmentally - aware leisure zone.-~-

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?