DETAIL KOLEKSI

Rehabilitasi Area Bekas Tambang Dalam Pengembangan Kawasan Industri Pulau Karimun Besar (mined Land Rehabilitation On Pulau Karimun Besar Industrial District Development)


Oleh : Yonan Alpha Muxella

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2002

Pembimbing 1 : Isamoe Prasodyo

Pembimbing 2 : Jamartin Sihite

Subyek : Mine land rehabilitations;Land use system - Development

Kata Kunci : Mind land rehabilitions, kolong.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2002_TA_SAL_08197054_Halaman-judul.pdf 2465.56
2. 2002_TA_SAL_08197054_Bab-1.pdf 1397.19
3. 2002_TA_SAL_08197054_Bab-2.pdf 722.53
4. 2002_TA_SAL_08197054_Bab-3.pdf 1487.71
5. 2002_TA_SAL_08197054_Bab-4.pdf 114.77
6. 2002_TA_SAL_08197054_Bab-5.pdf 830.95
7. 2002_TA_SAL_08197054_Bab-6.pdf 1947.14
8. 2002_TA_SAL_08197054_Lampiran.pdf 5121.59

A Aktivitas pertambangan pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan perekonomian suatu kawasan (region), dan umumnya negara-negara yang memiliki sumber daya tambang merupakan negara negara yang kaya, sebut saja : Brunei Darussalam, Liga Arab, dan lain• lain. Berjalannya aktivitas pertambangan khususnya pada negara-negara berkembang yang belum menerapkan perlakukan berwawasan lingkungan terhadap aktivitas pertambangan, menimbulkan lahirnya fenomena baru yaitu adanya area-area bekas tambang dan tentunya perlu penanganan secara khusus, mengingat dampak yang diberikan oleh adanya keberadaan area-area bekas tambang tersebut.Pulau Karimun Besar dengan luas tapak perencanaan 1143,72 Ha.merupakan salah satu pulau di Kepulauan Riau yang menjadi kawasan pertambangan timah dan saat ini aktivitas pertambangan mulai meninggalkan area-area bekas tambang atau biasa disebut dengan kolong, namun yang lebih rumit lagi, bahaya pada kawasan rencana yang didominasi oleh keberadaan kolong merupakan suatu peruntukan kawasan industri. Keberadaan kolong dan arahan peruntukan kawasan sebagai kawasan industri merupakan dua aspek yang sangat bertolak belakang dengan kaedah-kaedah ramah lingkungan, sehingga pada proses perencanaan lansekap kawasan ditujukan untuk dua prioritas utama, yaitu:Rehabilitasi area bekas tambang. Pengembangan kawasan industri.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?