DETAIL KOLEKSI

Perancangan sistem kendali proporsional integral pada katup balik sistem pendingin oli turbin di PLTU Banten 3 Lontar


Oleh : Hadi Prayitno

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : E. Shintadewi J

Subyek : Automatic control;Turbomachines - Lubrication

Kata Kunci : set point, steady state, time response, transfer function


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_STE_062001600502_Halaman-Judul.pdf 242.15
2. 2019_TA_STE_062001600502_Lembar-Pengesahan.pdf 175.98
3. 2019_TA_STE_062001600502_Bab-1_Pendahuluan.pdf 360.04
4. 2019_TA_STE_062001600502_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 793.77
5. 2019_TA_STE_062001600502_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 886.64
6. 2019_TA_STE_062001600502_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 544.73
7. 2019_TA_STE_062001600502_Bab-5_Kesimpulan.pdf 93.01
8. 2019_TA_STE_062001600502_Daftar-Pustaka.pdf 109.09
9. 2019_TA_STE_062001600502_Lampiran.pdf 111.67

K Kondisi saat ini pada sistem pengatur pendinginan oli turbin di PLTU Banten 3 Lontar masih dioperasikan secara manual. Secara historis pernah terjadi kegagalan akibat kelalaian karena pola operasi yang masih manual. Selain itu beberapa kajian pustaka pada penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya pada kasus serupa untuk pengendalian temperatur yang umum digunakan adalah kendali proporsional integral. Maka dari itu dilakukan perancangan sistem pengoperasian otomatis dengan kendali proporsional intergral agar lebih memudahkan penoperasian dan menjaga keandalan unit. Metode yang digunakan untuk menentukan konstanta pengendali proporsional integral adalah dengan mencari fungsi alih plant dan mensimulasikannya pada software Matlab, lalu menganalisis data kemudian memberikan rekomendasi laporan hasil penelitian agar dapat diaplikasikan di unit pembangkit. Hasil simulasi ini sesuai dengan tujuan perancangan dimana time response memberi tanggapan yang cepat yaitu 1 detik, error overshoot minimum dan set point sama dengan steady state. Perancangan sistem pengendali disimulasikan dengan diberi gangguan karena semua sistem yang ada di unit pembangkit rentan terhadap gangguan juga. pada gangguan pertama, sistem menanggapi dengan cepat dan mengalami overshoot temperatur hingga 26,5°C dan stabil setelah 8 detik. Sedangkan pada gangguan kedua, sistem mengalami overshoot temperatur hingga 43°C dan stabil setelah 11 detik. Keduanya memiliki time response selama 1 detik. Perubahan temperatur yang terjadi setelah diberi gangguan dengan set point yang telah ditentukan pada gangguan pertama dan kedua sebesar +1,5°C dan +1°C.

C Current conditions at the turbine oil cooling regulator system in Banten 3 Lontar power plant are still manually operated. Historically there have been failures due to negligence caused manual operation pattern. In addition, several literature studies that have been researched before in a similar case for temperature control are commonly using proportional integral control system. Accordingly, an automatic operating system design with proportional integral control system is made to make it easier to operate and maintain the reliability of the power plant unit. The method that used to determine proportional integral constant is to find the transfer function plant and simulate in the Matlab software, then analyze the data and provide recommendations for research with the results that it can be applied in the power plant unit. The simulation results are in accordance with the design goals where the response time gives a fast response of 1 second, the overshoot error are minimum and set points equal to steady state. The design of the control system is simulated by being given interference from the external because all systems in the power plant unit are susceptible to interference. At the first disturbance, the system responds quickly and has a temperature overshoot of up to 26,5°C and stabilizes after 8 seconds. Whereas the second disturbance, the system has a temperature overshoot of up to 43°C and stabilizes after 11 seconds. Both have 1 second response time. Temperature changes that occur with a set point that has been determined in the first and second disturbances is +1,5°C and +1°C.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?