DETAIL KOLEKSI

Pengaruh Presentase Retarder Terhadap Nilai Slump, Waktu, Ikat, Dan Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbasis Fly Ash Tipe C


Oleh : Marsekal Asyhadi

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Liana Herlina

Subyek : Civil engineering - Strong concrete values;Construction - Concrete quality

Kata Kunci : geopolymer concrete, alkaline, compressive, slump, setting time, retarder.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_TS_051001400052_Halaman-Judul.pdf 1635.65
2. 2019_TA_TS_051001400052_Bab-1.pdf 263.52
3. 2019_TA_TS_051001400052_Bab-2.pdf 716.52
4. 2019_TA_TS_051001400052_Bab-3.pdf 1171.24
5. 2019_TA_TS_051001400052_Bab-4.pdf 2490.17
6. 2019_TA_TS_051001400052_Bab-5.pdf 385.12
7. 2019_TA_TS_051001400052_Daftar-Pustaka.pdf 220.62
8. 2019_TA_TS_051001400052_Lampiran.pdf 832.39

P Peningkatan dampak kerusakan pada lingkungan dari pembuatan bahan bangunan seperti semen Portland menjadikan dorongan besar pada beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan pemanfaatan limbah. Maka dibutuhkan bahan pengikat yang menggantikan semen. Beton Geopolimer merupakan beton yang 100% menggantikan semen dengan limbah yang berasal dari pembakaran batu bara PLTU yaitu fly ash. Natrium hidroksida dan natrium silikat sebagai alkali yang digunakan untuk pembuatan beton geopolimer. Konsentrasi molaritas natrium hidroksida yang dipakai yaitu 10M. Perbandingan alkali natrium hidroksida dengan natrium silikat adalah 1:1,5. Pada penelitian ini zat additive yang digunakan merupakan tipe retarder Plastiment HE P121R dari PT. Sika Indonesia sebanyak 0%, 1%, 1,5%, dan 2% dari berat fly ash. Pengujian workability beton meliputi waktu ikatan beton dan nilai slump pada keadaan beton segar. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur beton 3 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Hasil yang didapat dengan menggunakan fly ash Tipe C pada penelitian ini dapat dilihat bahwa penambahan zat additive retarder Sika Plastiment HE P12R dapat meningkatkan waktu ikat beton geopolimer untuk fly ash tipe C. Namun, persentase retarder yang berlebihan mengakibatkan penurunan pada nilai kuat tekan beton geopolimer untuk fly ash tipe C. Kuat tekan beton geopolimer maksimum tercapai pada penambahan retarder 1% dari berat fly ash.

T The increased impact of damage on the environment from building materials such as Portland cement has made a big boost in recent years to increase waste utilization. Then we need a binder that replaces cement. Geopolymer concrete is 100% concrete that replaces cement with waste that comes from coal fired coal fired power plants, namely fly ash. Sodium hydroxide and sodium silicate as alkalis are used for making geopolymer concrete. The molarity concentration of sodium hydroxide used is 10M. The ratio of sodium hydroxide to sodium silicate is 1: 1.5. In this study the additive used was a retarder type Plastiment HE P121R from PT. Sika Indonesia is 0%, 1%, 1.5%, and 2% of the weight of fly ash. Concrete workability testing includes concrete bonding time and slump value in fresh concrete. Concrete compressive strength testing is done at the age of concrete 3 days, 7 days, 14 days, 28 days. The results obtained using Type C fly ash in this study can be seen that the addition of additive retarder Sika Plastiment HE P12R can increase the bonding time of geopolymer concrete for fly ash type C. However, excessive retarder percentage results in a decrease in compressive strength of geopolymer concrete for fly ash type C. The maximum compressive strength of geopolymer concrete is achieved with the addition of a retarder of 1% by weight of fly ash.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?