DETAIL KOLEKSI

Usulan Jadwal Penggantian Pencegahan Dan Pemeriksaan Komponen Kritis Berdasarkan Kriteria Minimasi Downtime Pada Mesin-mesin Di Line Cylinder Head Gravity Die Casting Pt. X


Oleh : Agung Pambudi Nugroho

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2005

Pembimbing 1 : Hidayat A

Pembimbing 2 : Andri Bagiyo Satrio

Subyek : Machinery in industry - Maintenance and repair

Kata Kunci : prevention of engine components, critical component checks, engine downtime, line cylinder head grav


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2005_TA_TI_0630214_Halaman-Judul.pdf 6081.49
2. 2005_TA_TI_0630214_Bab-1.pdf 1469.23
3. 2005_TA_TI_0630214_Bab-2.pdf 9239.5
4. 2005_TA_TI_0630214_Bab-3.pdf 2174.09
5. 2005_TA_TI_0630214_Bab-4.pdf 16580.6
6. 2005_TA_TI_0630214_Bab-5.pdf 3919.76
7. 2005_TA_TI_0630214_Bab-6.pdf 902.61
8. 2005_TA_TI_0630214_Daftar-Pustaka.pdf 711.24
9. 2005_TA_TI_0630214_Lampiran.pdf 15533.93

P PT. "X" merupakan perusahaan manufakturing sepeda motor pertama dan terbesar di Indonesia, selalu berupaya konsisten dalam menghasilkan produk - produk yang berkualitas dan terjangkau oleh konsumen sepeda motor di Indonesia. PT. "X" melakukan proses kontinuitas produksinya terbagi atas 3 shift. Departemen Process Engineering, selaku pihak yang bertanggung jawab terhadap kegiatan maintenance telah melakukan kegiatan perawatan yang terjadwal dan perbaikan terhadap mesin - mesin produksi. Tetapi kegiatan perawatan yang dilakukan hanya berdasarkan atas usia komponen dan informasi yang diberikan oleh pihak produsen mesin tersebut, sehingga masih sering terjadi kerusakan mesin - mesin produksi yang sulit terdeteksi yang berakibat pada berhentinya proses produksi.Dalam tugas akhir ini akan dibahas mengenai penerapan perawatan danpencegahan yang terjadwal, yang meliputi usulan jadwal penggantian dan pemeriksaan komponen berdasarkan kriteria minimasi downtime pada mesin-mesin produksi di lini Cylinder Head Gravity Die Casting Plant Pegangsaan II.Pada tahap awal adalah mengumpu lkan data - data historis kerusakan mesin.Setelah itu menentukan mesin kritis yang didasarkan pada basil diagram pareto, hasilnya adalah mesin Chipping 1 dan Chipping 2 dengan total downtime sebesar 71.50 jam dan 55.08 jam. Kemudian dengan diagram pareto dapat diketahui komponen kritis dari mesin kritis tersebut. Komponen kritis dari mesin Chipping 1 adalah Silinder Chipping dengan total downtime sebesar 20.92 jam. Dan komponen kritis dari mesin Chipping 2 adalah Silinder Chipping dengan total downtime sebesar 24.75 jam.Langkah perhitungan untuk rnenghasilkan usulan jadwal penggantian dan pemeriksaan bagi komponen kritis tersebut adalah dengan rnenggunakan metode LeastSquare Curve Fitting untuk melakukan penentuan distribusi bagi penyebaran data kerusakan, pengujian masing-masing distribusi sesuai dengan index of fit terbesar dengan uji-uji khusus, dan kemudian menentukan parameter-parameter, MTTF, MTTR dengan metode Maximum Likelihood Estimator.Dengan menggunakan model age replacement, dapat diketahui bahwa interval waktu penggantian pencegahan berdasarkan kriteria minimasi downtime adalah sebagai berikut : pada komponen Silinder Chipping mesin Chipping 1 sebesar 426 jam, dankomponen Silinder Chipping mesin Chipping 2 sebesar 563.0151545 jam. Sedangkan penentuan interval pemeriksaan optimal berdasarkan kriteria minimasi downtime, sebagai berikut : komponen Silinder Chipping mesin Chipping 1 sebesar 297.13 jam, dan komponen Silinder Chipping mesin Chipping 2 sebesar 297.13 jam. Dari perhitungan diatas didapatkan tingkat availability total komponen adalah 0.994591744 untuk komponen Silinder Chipping mesin Chipping 1. dan 0.996581826 Wltuk komponen Silinder Chipping mesin Chipping 2. dan peningkatan keandalan (reliability) sebesar 70.45% untuk komponen Silinder Chipping mesin Chipping 1. dan 63.21% untuk komponen Silinder Chipping mesin Chipping 1

P PT. "X" is the first and the biggest motorcycle manufacturing company in Indonesia, it always consistent to produce high quality and relative inexpensive products by motorcycle consumers in Indonesia. PT. "X" performs continuous process in their production which divided into 3 shift. Departemental of Process Engineering, as a division who responsible to maintenance performs maintenance and repairing activities to production machines. But maintenance activities is only performed based on component age and information which given by such machine producer, so it often occur failure to production machines which difficult to detect and it cause stop production process.In this final task will discuss about application of the scheduled maintenance andprevention which include the proposal schedule of replacement and component inspection based on downtime minimation criteria at production machines in Line Cylinder Head Gravity Die Casting Plant Pegangsaan II.In first stage is gathers historical data about machine damaging. Next,determine critical machine based on pareto diagram result, its result is Chipping 1 andChipping 2 machine by total downtime amount 71.50 hours and 55.08 hours. Then by pareto diagram can be known critical component from such critical machine. Critical component of Chipping 1 machine is Cylinder Chipping by total downtime 20.92 hours. Whereas critical component of Chipping 2 machine is Cylinder Chipping by total downtime 24.75 hours.Calculation method to obtain the proposal schedule of replacement andinspection for the critical component is performed by using Least Square Curve Fitting method to determine the distribution for spreading of damaging data, examining for each distribution as according to the biggest index of fit with special tests, and then determine the parameters, MTTF, MITR with of •Maximum Likelihood Estimator method .By using age replacement model can be known that time interval of preventionreplacement based on the criteria of minimation downtime shall be as follows : forChipping Cylinder component of Chipping machine 1 amount 426 hours, and ChippingCylinder component of Chipping machine 2 amount 563.0151545 hours. Whereas determining to interval of the optimal inspection based on downtime minimation criteria as follows : Chipping Cylinder component of Chipping machine 1 amount 297, 13 hours, and Chipping Cylinder component of Chipping machine 2 amount 297.13 hours. From the calculation above is obtained that the total availability rate of component is 0.994591744 to Chipping Cylinder of Chipping machine 1, and 0.996581826 to Chipping Cylinder of Chipping machine 2. and increasing of reliability is 70.45% to Chipping Cylinder of Chipping machine 1, and 63.21% to Chipping Cylinder of Chipping machine 2.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?