DETAIL KOLEKSI

Perbaikan Proses Produksi Hard Paper Super Chipboard Menggunakan Metode Lean Six Sigma Di Pt. Papertech Indonesia


Oleh : Bayu Setiadji Budhiyono

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2009

Pembimbing 1 : Johnson Saragih

Pembimbing 2 : Amal Witonohadi

Subyek : Six sigma (Quality control standard);Paper products - Quality control

Kata Kunci : quality control, super chipboard hard paper, Lean Six Sigma Method, PT. Papertech Indonesia


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2009_TA_TI_06304136_Halaman-Judul.pdf 7043.26
2. 2009_TA_TI_06304136_Bab-1.pdf 1808.13
3. 2009_TA_TI_06304136_Bab-2.pdf 13613.32
4. 2009_TA_TI_06304136_Bab-3.pdf 2500.68
5. 2009_TA_TI_06304136_Bab-4.pdf 19651.25
6. 2009_TA_TI_06304136_Bab-5.pdf 21841.47
7. 2009_TA_TI_06304136_Bab-6.pdf 23538.87
8. 2009_TA_TI_06304136_Bab-7.pdf 2094.36
9. 2009_TA_TI_06304136_Daftar-Pustaka.pdf 376.09
10. 2009_TA_TI_06304136_Lampiran.pdf 40699.65

D Dalam dunia perindustrian saat ini salah satu hal yang sangat penting agar dapat bersaing dengan perusahaan lain adalah kualitas dan kecepatan produksi. Sarna hal nya dengan PT Papertech Indonesia yang ingin mereduksi cacat dan memperbaiki kecepatan produksinya.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, permasalahan yang dihadapiperusahaan adalah masih banyaknya jumlah produk cacat, produk cacat ini menyebabkan harga jual yang murah atau dibawah standar. Ada dua tahap inspeksi yaitu inpeksi proses pengeringan dan inspeksi akhir. Pada inspeksi proses pengeringan ada dua jenis cacat yaitu gramature tidak sesuai spesifikasi dan internal bounding tidak sesuai spesifikasi. Pada inspeksi akhir ada 3 jenis cacat yaitu cones penggulung rusak, gulungan tidak rata dan bagian kertas yang sobek. Berdasarkan perhitungan persentase cacat di dapati pada inspeksi proses pengeringan hard paper super chipboard memiliki nilai persentase tertinggi yaitu4.89 %. Pada inspeksi akhir hard paper superchipboard memiliki nilai persentase cacattertinggi juga yaitu 2.97 %. Maka penelitian ini difokuskan pada hard paper super chipboard .Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan data historisdan pengamatan pada periode februari 2009, tingkat sigma pada pengukuran data variabel gramature adalah 3.26, tingkat sigma pada pengukuran data variabel internal bounding adalah 3.44. Pada inspeksi akhir tingkat sigma adalah 3.81. Pengukuran data waktu menunjukan process cycle efficiency perusahaan adalah 42.61% dan velocity process adalah 42.03 proses per jam.Permasalahan yang menimbulkan karakteristik cacat diidentifikasi dengan menggunakan diagram ishikawa dan diagram 5 Whys. Untuk mengurangi karakteristik cacat diberikan usulan pada perusahaan dengan menerapkan metode lean six sigma dandengan percobaan ekperimen 22 faktorial pada mesin dryer dan percobaan faktorial 22 padamesin rewinder dapat mengurangi tingkat cacat yang terdapat pada produk hard papersuper chipboard. Untuk meningkatkan proses efisiensi produksi usulan yang diberikan adalah pembuatan Standar Operation Prosedur (SOP) pada dua mesin yaitu mesin dryer dan mesin rewinder, program pengawasan kerja untuk operator dan pengalokasian operator pada tahap inspeksi.Setelah dilakukan implementasi 30 hari di perusahaan , terlihat adanya perbaikan.Pada proses pengeringan tingkat sigma data variabel gramature menjadi 3.91 dan tingkat sigma data variabel internal bounding menjadi 4.1 Pada inspeksi akhir tingkat sigma menjadi 4.00. process cycle efficiency meningkat menjadi 43.78%, velocity process menjadi42.80 proses per jam.

I In the field of industry , quality and speed of production are two important factors for a company in competing with other companies. Problems encountered by PT. Papertech Indonesia are manufacturing defects. Manufacturing defects can cause the price of the products below standard price.This study was carried out on the drying and ending process. In the drying process,two manufacturing defects was found , namely the grammature and the internal bounding not meeting the specification . In the ending process , three manufacturing defects was found, namely cone roll defect, inflated roll, and tom paper. Based on the percentage computation, manufacturing defect of hard paper super chipboard in the drying process has the highest percentage namely 4.89%, whereas manufacturing defect of hard paper super chipboard in the ending process has also the highest percentage, namely 2.97%. Hence the study was focused on the hard paper super chipboard.Based on the data tabulation using historical data and observation in February 2009,the measurement sigma level of variable data on the grarnmature was 3.26, the measurement of sigma level on interval bounding was 3.81. Measurement of time data was 42.61% on the cycle efficiency process of the company, and velocity process was 42.03 process per hour .Problems causing manufacturing defects were identified using ishikawa diagram and5Whys diagram . The implementation of Lean Six Sigma Method was prorosed to the company to minimize manufacturing defects. With the two experiments of 2 factorial onthe dryer machine and on the rewinder machine can minimize manufacturing defects on the hard paper super chipboard production. To improve production , Standard Operation Procedure (SOP) on the dryer machine and rewinder machine, labor supervision on the operator program, and operator supervision schedule were proposed.Having been implemented the Lean Six Sigma Method for 30 days there was improvement on the products. On the dryer process sigma level of grarnmature variable data was 3.91 and sigma level of internal bounding variable data was 4.1. On the observation of ending process, the sigrtla level was 4.00. Cycle efficiency process rose to 43.78% , and velocity process rose to 42.80 process per hour

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?