DETAIL KOLEKSI

Perancangan Hotel Resort Di Nongsa Batam Dengan Pendekatan Arsitektur Neo-vernakular


Oleh : Nadhira Aurelia

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : M. I. Ririk Winandari

Pembimbing 2 : Julindiani Iskandar

Subyek : Architecture - Resort hotels - Batam;Architecture - The neo-vernacular approach

Kata Kunci : Hotel, resort, neo-verncular, batam


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_ARS_052001500077_Halaman-Judul.pdf 3925.06
2. 2019_TA_ARS_052001500077_Bab-1.pdf 439.65
3. 2019_TA_ARS_052001500077_Bab-2.pdf 3394.77
4. 2019_TA_ARS_052001500077_Bab-3.pdf 2361.13
5. 2019_TA_ARS_052001500077_Bab-4.pdf 3097.3
6. 2019_TA_ARS_052001500077_Bab-5.pdf 1580.18
7. 2019_TA_ARS_052001500077_Daftar-Pustaka.pdf 886.81
8. 2019_TA_ARS_052001500077_Lampiran.pdf 6677.01

P Proyek Arsitektur Akhir yang berjudul Perancangan Hotel Resort di Nongsa Batam dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular. Perancangan hotel resort ini berlokasi di Nongsa Batam, Riau. Penambahan karakteristik bangunan lokal pada hotel resort sangat penting dalam rangka melestarikan budaya dan juga sebagai sarana edukasi agar wisatawan dapat mengetahui karakteristik bangunan Batam. Pada kenyataannya karakteristik Hotel Resort yang ada di Batam seluruhnya berkarakter modern , menyebabkan tidak adanya kearifan lokal yang terpancar dari bangunan Hotel Resort yang ada di Batam. Oleh karena itu diperlukan penyeimbangan dalam desain antar unsur modern dengan vernakular pada karakter sebuah bangunan guna memperkuat karakter kearifan lokal yang ada di Batam. Penerapan konsep Neo-Vernakular pada rancangan hotel resort di Nongsa Batam ini diaplikasikan pada massa bangunan, material, struktur dan respon terhadap lingkungan. Unsur vernakular yang diterapkan adalah bentuk dasar bangunan mengikuti bentuk dasar arsitektur vernakular Melayu. Material menggunakan material lokal seperti kayu tembesu, batu bata merah untuk memberikan kesan vernakular dan tropis pada bangunan hotel resort. Struktur menggunakan konsep struktur rumah panggung yang merupakan konsep vernakular melayu pada bangunan utama dan juga cottage. Unsur respon terhadap lingkungan bangunan di rancang mengikuti kontur yang semakin turun ke arah pantai dan juga penyedian area terbuka hijau untuk memberikan kesan teduh. Unsur Neo yang digunakan dalam bentuk massa , material, struktur dan respon terhadap diaplikasikan pada bentuk massa yang persegi panjang tetapi di transformasi agar terdapat kesan modern dan tidak kaku. Material baja yang digunakan sebagai frame bangunan cottage dan bangunan utama sebagai unsur neo. Struktur yang diekspose pada bagian parlour bangunan utama menggunakan struktur frame baja dan penggunaan struktur kaca secara keseluruhan. Sedangkan pada respon terhadap lingkungan menjadikan area terbuka hijau sebagai salah satu fasilitas yang melengkapi faslitas lainnya pada tapak seperti penambahan jogging track.

F Final Architecture Project entitled Designing a Resort Hotel in Nongsa Batam with a Neo-Vernacular Architecture License. The design of this resort hotel is designed in Nongsa Batam, Riau. The addition of building characteristics in hotel resorts is very important in order to preserve culture and also as an educational tool so that tourists can understand the characteristics of Batam buildings. The characteristic resorts in Batam are fully modern in character, causing no local wisdom to emanate from the Resort Hotel buildings in Batam. Therefore we need a balance in the design between not modern with vernacular on the character of a building to strengthen the character of local wisdom in Batam. The application of the Neo-Vernacular concept to the planning of a resort hotel in Nongsa Batam was applied to the mass of buildings, materials, structures and responses to the environment. The vernacular Malay applied is the basic form of the building which is taken in the form of vernacular Malay architecture. The material uses local materials such as Tembesu wood, red bricks to give a vernacular and tropical impression to the hotel resort building. The structure uses the concept of house structure on stilts which is the concept of Malay vernacular in the main building and also the cottage. There was no response to the building environment in the area that was designed to reach the coast and also the green open supply area to give the impression of shade. Neo elements used in the form of mass, material, structure and response to are applied to the form of a rectangular mass but transformed so that there is a modern impression and not rigid. The steel material used as the framework of the cottage building and the main building as neo. The exposed structure in the main living area uses a steel frame structure and uses a whole glass structure. While in response to the environment, making a green open area as a facility that complements other facilities on the site such as agreeing to the jogging track.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?