DETAIL KOLEKSI

Hubungan kuantitas kualitas air mata dengan gejala dry eye pada mahasiswa perokok

5.0


Oleh : Rizky Eka Adeliani

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1524

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Anggraeni Adiwardhani

Subyek : Dry eye syndromes;Smoking

Kata Kunci : quantity of tears, quality of tears, dry eye, smoker


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_SKD_03015167_Halaman-judul.pdf 1062.86
2. 2019_TA_SKD_03015167_Pengesahan.pdf 761
3. 2019_TA_SKD_03015167_Bab-1_Pendahuluan.pdf 695.72
4. 2019_TA_SKD_03015167_Bab-2_Tinjauan-literatur.pdf 1410.2
5. 2019_TA_SKD_03015167_Bab-3_Kerangka-konsep.pdf 831.08
6. 2019_TA_SKD_03015167_Bab-4_Metode.pdf 1234.42
7. 2019_TA_SKD_03015167_Bab-5_Hasil.pdf 743.77
8. 2019_TA_SKD_03015167_Bab-6_Pembahasan.pdf 719.8
9. 2019_TA_SKD_03015167_Bab-7_Kesimpulan.pdf 686.38
10. 2019_TA_SKD_03015167_Daftar-pustaka.pdf 934.68
11. 2019_TA_SKD_03015167_Lampiran.pdf 3428.68

M Merokok menyebabkan masalah kesehatan, salah satunya penglihatan. Paparan asap rokok di lingkungan meningkatan penguapan yang menyebabkan terjadinya hiperosmolaritas dan ketidakstabilan air mata sehingga mengakibatkan terjadinya dry eye. Penelitian ini bertujuan menilai efek merokok pada stabilitas dan produksi air mata. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan mengikutsertakan 111 mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti yang terdiri dari 56 mahasiswa perokok dan 55 mahasiswa non perokok. Subjek dipilih secara consecutive non random sampling. Analisis data menggunakan SPSS versi 25.0 dengan uji Chi Square dan Fisher dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil uji kuantitas air mata dengan uji Schirmer I pada mahasiswa perokok mayoritas didapatkan tidak normal (<10mm) dengan gejala dry eye sebanyak 7 orang (87,5%) dengan nilai p=0,019. Pada mahasiswa non perokok mayoritas didapatkan uji Schirmer I tidak normal (<10mm) dengan gejala dry eye sebanyak 5 orang (100%) dengan nilai p=0,006.Hasil uji kualitas air mata dengan uji Tear Break Up Time (TBUT) pada mahasiswa perokok didapatkan mayoritas tidak normal (<10 detik) dengan gejala sebanyak 100%, dengan nilai p=0,464. Pada mahasiswa non perokok mayoritas uji TBUT normal (10 detik) dan tanpa gejala sebanyak 17 orang (85%) dengan nilai p=0,007. Terdapat hubungan kuantitas air mata dengan gejala dry eye p=0,019, namun tidak terdapat hubungan pada kualitas air mata p=0,464.

S Smoking causes health problem, which is poor vision. Exposure to cigarette smoke in the environment increases evaporation which causes hyperosmolarity and instability of tears resulting in dry eyes. This sudy aims to assess the effects of smoking on tear stability, and tear production. The study used a cross sectional design, involving 111 Trisakti University Faculty of Economics students consisting of 56 smokers and 55 non smokers. Subject were selected by consecutive non random sampling. Data analysis used SPSS version 25.0 with Chi Square and Fisher test with significance level p<0,05. The result of the tear quantity test with Schirmer I on the smokers students shows the majority were found to be abnormal (<10mm) with symptoms of dry eye as many as 7 people (87,5%) with a value of p=0,019. In the non smoker students, it was found a majoity of abnormalities (<10mm) with symptoms of dry eye as many as 5 people (100%) with a value of p=0,006.Tear quality test results with Tear Film Break Up Time (TBUT) in smokers students found a majority of abnormalities (<10 seconds) with symptoms of dry eye as much as 100%, with a value of p=0,464. The majority of non-smokers students had normal TBUT test (10 seconds) and asymptomatic as many as 17 people (85%) with a value of p=0,007. There is a relationship between the quantity of tears with symptoms of dry eye p=0,019, but there is no relationship between the quality of tears with symptoms of dry eye p=0,464.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?