DETAIL KOLEKSI

Pengaruh Rasio Kerampingan Pemotongan (8) Dan Luas Penampang Geram (a) Terhadap Gaya Potong Spesifik (ks) Untuk Proses Roughing


Oleh : Tengku Suaib

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2005

Pembimbing 1 : Triyono

Subyek : Manufacturing;Machinery - Roughing process;Engineering control

Kata Kunci : influence slenderness, underformed, toward spesific cutting, roughing process


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2005_TA_TM_06100028_Halaman-Judul.pdf 2814.49
2. 2005_TA_TM_06100028_Bab-1.pdf 824.4
3. 2005_TA_TM_06100028_Bab-2.pdf 4518.74
4. 2005_TA_TM_06100028_Bab-3.pdf 4047.17
5. 2005_TA_TM_06100028_Bab-4.pdf 6399.86
6. 2005_TA_TM_06100028_Bab-5.pdf 425.74
7. 2005_TA_TM_06100028_Daftar-Pustaka.pdf 282.46
8. 2005_TA_TM_06100028_Lampiran.pdf 1703.91

G Gaya dan Daya pemotongan merupakan informasi yang sangat penting dalam perencanaan mesin perkakas. Karena dari gaya dan daya kita dapat melihat kemampuan dari mesin perkakas yang kita gunakan. Oleh karena itu diperlukan percobaan untuk mengetahui hubungan antara luas penampang geram (A) terhadap gaya potong spesifik (ks) dan rasio kerampingan pemotongan (o) terhadap gaya potong spesifik (ks) serta daya pemesinan khususnya pada proses bubut. Besarnya gaya-gaya yang bereaksi pada pahatl benda keija selama proses pemotongan dapat diukur langsung dengan menggunakan tool dynamometer. Gaya pemotongan yang timbul dipengaruhi oleh variabel kondisi pemotongan yaitu kedalaman potong (a), gerak makan (f), kecepatan potong (v), dan materiaL Pengujian dilakukan terhadap tiga jenis material uji, yaitu baja S45C, SUS 304, dan aluminium. Pada saat melakukan pengukuran gaya potong, dapat pula dilakukan pengukuran daya potong, daya pemesinan sehingga dapat diketahui efisiensi pemesinannya. Pengukuran daya dilakukan dengan menggunakan Wattmeter dalam dua tahap. Pertama , pada kondisi tanpa beban pemotongan (pengukuran daya ide!, Nmo) dan kedua sewaktu proses berlangsung (pengukuran daya pemesinan, Nmc) dimana daya tersebut ditentukan oleh gaya-gaya pada proses pemotongan berlangsung.Hasil akhir dari pengamatan yaitu hubtmgan antara luas penampang geram (A) terhadap gaya potong spesifik (ks) dan rasio kerampingan pemotongao (o) terhadap gaya potong spesifik (ks) yang akan ditunjukkan secara gratis seta pengaruhnya terhadap daya pemesinan yang akan berpengaruh juga terhadap efisiensi pemesinan.

T The amount force and power of cutting is important infonnation in machining planning. In this final assignment observed know a correlation between slenderness of the cut (8) and area of the underfonned chip section (A) toward spesifik cutting force (ks) and power at turning process. Machining force that react to the tooVworkpiece while cutting process can be known by using tool dynamometer. It is influenced by cutting condition such as depth of cut (a), as well as cutting speed (v) and material.Three materials to be tested are steel S45C, SUS304, and Aluminium. In observation cutting force, can do measured cutting power and machine power, so that machining efficiency will be acquired. For this purpose by using a wattmeter is done with two steps. First step is in condition without cutting process (measuring idle power, Nmo) and second when cutting process in progress (measuring machine power, Nmc) where the power decided from force in cutting process is in progress.The ending of observation is correlation between slendemees of the cut (&) and area of the underformed chip section (A) toward specifik cutting force (ks) that will be indicated grapichally and then effected to machine power that will also effect the machine efficiency.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?