ar halte, panjang halte, tinggi tempat duduk, Iebar tempat duduk, panjang tempat duduk dan tinggi sandaran tempat duduk. Hasil penelitian aspek lingkungan fisik dan psikologis ada'lah adanya atribut-atribut yang perlu diperhatikan dalam pembangunan halte yaitu kanopi pada halte nyaman, ha1te bebas dari tindakan kriminal, penerangan pada halte cukup, kebersihan halte, adanya tempat duduk pada halte, halte memiliki konstruksi yang lmat, halte nyan1an digunakan, halte tidak bocor pada sr.at hujan, tidak terdapat pedagang kaki lima dan pengemis di halte, halte dapat menampung banyak orang, penempatan halte pada lokasi yang tepat, tidak licin pada saat huja.n,desain halte, desain tempat duduk halte.Berdasarkan analisa, dibuat usulan perbaikan dengan melakukan perancanganulang mengunakan QFD untuk bentuk fisik halte dan juga usulan mengenai display dan penerangan pada halte. Kemudian halte usulan tersebut dibandingkan dengan halte yang sudah ada dengan menggunakan bantuan software Mannequin Pro 7 tmtuk mengetahui besar momen yang diperlukan dan diperoleh basil bahwa halte usulan memberikan momen yang lebih kecil dibandingkan halte yang sudah ada." /> ar halte, panjang halte, tinggi tempat duduk, Iebar tempat duduk, panjang tempat duduk dan tinggi sandaran tempat duduk. Hasil penelitian aspek lingkungan fisik dan psikologis ada'lah adanya atribut-atribut yang perlu diperhatikan dalam pembangunan halte yaitu kanopi pada halte nyaman, ha1te bebas dari tindakan kriminal, penerangan pada halte cukup, kebersihan halte, adanya tempat duduk pada halte, halte memiliki konstruksi yang lmat, halte nyan1an digunakan, halte tidak bocor pada sr.at hujan, tidak terdapat pedagang kaki lima dan pengemis di halte, halte dapat menampung banyak orang, penempatan halte pada lokasi yang tepat, tidak licin pada saat huja.n,desain halte, desain tempat duduk halte.Berdasarkan analisa, dibuat usulan perbaikan dengan melakukan perancanganulang mengunakan QFD untuk bentuk fisik halte dan juga usulan mengenai display dan penerangan pada halte. Kemudian halte usulan tersebut dibandingkan dengan halte yang sudah ada dengan menggunakan bantuan software Mannequin Pro 7 tmtuk mengetahui besar momen yang diperlukan dan diperoleh basil bahwa halte usulan memberikan momen yang lebih kecil dibandingkan halte yang sudah ada." /> ar halte, panjang halte, tinggi tempat duduk, Iebar tempat duduk, panjang tempat duduk dan tinggi sandaran tempat duduk. Hasil penelitian aspek lingkungan fisik dan psikologis ada'lah adanya atribut-atribut yang perlu diperhatikan dalam pembangunan halte yaitu kanopi pada halte nyaman, ha1te bebas dari tindakan kriminal, penerangan pada halte cukup, kebersihan halte, adanya tempat duduk pada halte, halte memiliki konstruksi yang lmat, halte nyan1an digunakan, halte tidak bocor pada sr.at hujan, tidak terdapat pedagang kaki lima dan pengemis di halte, halte dapat menampung banyak orang, penempatan halte pada lokasi yang tepat, tidak licin pada saat huja.n,desain halte, desain tempat duduk halte.Berdasarkan analisa, dibuat usulan perbaikan dengan melakukan perancanganulang mengunakan QFD untuk bentuk fisik halte dan juga usulan mengenai display dan penerangan pada halte. Kemudian halte usulan tersebut dibandingkan dengan halte yang sudah ada dengan menggunakan bantuan software Mannequin Pro 7 tmtuk mengetahui besar momen yang diperlukan dan diperoleh basil bahwa halte usulan memberikan momen yang lebih kecil dibandingkan halte yang sudah ada." /> ar halte, panjang halte, tinggi tempat duduk, Iebar tempat duduk, panjang tempat duduk dan tinggi sandaran tempat duduk. Hasil penelitian aspek lingkungan fisik dan psikologis ada'lah adanya atribut-atribut yang perlu diperhatikan dalam pembangunan halte yaitu kanopi pada halte nyaman, ha1te bebas dari tindakan kriminal, penerangan pada halte cukup, kebersihan halte, adanya tempat duduk pada halte, halte memiliki konstruksi yang lmat, halte nyan1an digunakan, halte tidak bocor pada sr.at hujan, tidak terdapat pedagang kaki lima dan pengemis di halte, halte dapat menampung banyak orang, penempatan halte pada lokasi yang tepat, tidak licin pada saat huja.n,desain halte, desain tempat duduk halte.Berdasarkan analisa, dibuat usulan perbaikan dengan melakukan perancanganulang mengunakan QFD untuk bentuk fisik halte dan juga usulan mengenai display dan penerangan pada halte. Kemudian halte usulan tersebut dibandingkan dengan halte yang sudah ada dengan menggunakan bantuan software Mannequin Pro 7 tmtuk mengetahui besar momen yang diperlukan dan diperoleh basil bahwa halte usulan memberikan momen yang lebih kecil dibandingkan halte yang sudah ada." />

DETAIL KOLEKSI

Analisa Dan Usulan Halte Yang Ergonomis Di Kawasan Jakarta Barat


Oleh : Simon Rustanto

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2004

Pembimbing 1 : Nora Azmi

Subyek : Human engineering;Bus stops - Design

Kata Kunci : bus stop, ergonomic, West Jakarta area


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2004_TA_TI_06300088_Halaman-Judul.pdf 4512.12
2. 2004_TA_TI_06300088_Bab-1.pdf 1027.52
3. 2004_TA_TI_06300088_Daftar-Pustaka.pdf 529.59

H Halte memilib fungsi sebagai fasilitas mnuin yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk menunggu datangnya bus atau sebagai tempat w1tuk turon dari bus agar terhindar dari kecelakaan yang mungkin te1jadi dan agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas. Halte di Jakarta khususnya di Kawasan Jakarta Barat belum dimanfaatkan secara maksimum oleh sebagian besar masyarakat karena dirasa tidak nyaman, tidak an1an, panas dan membuat lelah . Masalah-masalah tersebut menyebabkan halte tidak berfungsi efektif, sehingga dirasakan perlu untuk dilakukan analisa Human Factor dan ergonomi serta usulan perbaikan halte yang ergonomisDari penelitian pendalmluan, halte yang terpilih adalah Halte Pinangsia (depankantor Carnal" Taman Sari), Halte Tomang (depan Vijaya Tour), Halte S.Pannan (depan Walikota Lama), Halte Jalan Panjang (depan CNI). Kriteria ergonomi yang digunakan untuk pen litian adalal1 aspek antJ1ropometri , aspek lingkungan ii.sik dan psikologis. Pada aspek anthropometri, penelitian dilakukan dengan pengmnpulim spesifikasi ukuran halte terpilih dan ukuran tersebut dibandingkan dengan data anthropometri (Nurmianto,1996) sehingga diperoleh ukuran-ukuran halte ergonomis. Pada aspek lingkungan :fisik dan psikologis, penelitian dilakukan dengan ment,ll.unpulkan atribut yang diperhatikan pengguna dan menilai atribut tiap halte.Hasil penelitian aspek anthropometri adalah ukuran-ukuran ergonomis yang perlu diperhatikan dalam pembangunan halte yaitu tinggi kanopi bagian depan, ld>ar halte, panjang halte, tinggi tempat duduk, Iebar tempat duduk, panjang tempat duduk dan tinggi sandaran tempat duduk. Hasil penelitian aspek lingkungan fisik dan psikologis ada'lah adanya atribut-atribut yang perlu diperhatikan dalam pembangunan halte yaitu kanopi pada halte nyaman, ha1te bebas dari tindakan kriminal, penerangan pada halte cukup, kebersihan halte, adanya tempat duduk pada halte, halte memiliki konstruksi yang lmat, halte nyan1an digunakan, halte tidak bocor pada sr.at hujan, tidak terdapat pedagang kaki lima dan pengemis di halte, halte dapat menampung banyak orang, penempatan halte pada lokasi yang tepat, tidak licin pada saat huja.n,desain halte, desain tempat duduk halte.Berdasarkan analisa, dibuat usulan perbaikan dengan melakukan perancanganulang mengunakan QFD untuk bentuk fisik halte dan juga usulan mengenai display dan penerangan pada halte. Kemudian halte usulan tersebut dibandingkan dengan halte yang sudah ada dengan menggunakan bantuan software Mannequin Pro 7 tmtuk mengetahui besar momen yang diperlukan dan diperoleh basil bahwa halte usulan memberikan momen yang lebih kecil dibandingkan halte yang sudah ada.

B Bus stop has function as public facility which can use by society to wait of becoming of the bus or as a place to step down from bus so that can avoid from accident that might happen and avoid of traffic jam. Bus stop in Jakarta especially in West Jakarta haven't ben used to the maximum by a large number of people because they feel not comfortable, not safe, hot and tiring. That problem cause the bus stop not efective, thus needed to Human Factor analysis and ergonomics and also ergonomics bus stop recovery ideaThe chosen bus stop are the one in Pinangsia bus stop (in front of TamanSari,s camat office), Tomang bus stop (in front ofVijaya Tour), S.Parman (in front ofold Walikotamadya), Jalan Panjang (in front of CNI). The ergonomic criteria that is used in the research are anthropometries, physical enviroment and physology. For anthropometries aspect, the resarch is about collecting spesification measurement of the chosen bus stop and that measurement compared with anthropometries tabel (Nurmianto, 1996) so it can get measurement of ergonomics bus stop. For physical enviroment and physology, the research is about collecting atribute which has concern by user ang scoring each of bus stop's atribute.The result of anthropometries research is ergonomics measurement is theheight of canopy, the width of bus stop, the length of bus stop, the height of chair, the length of chair. The result of physical enviroment and physology factors is atrributes need to be considered are the use of canopy, free of criminal, have enough lighting, clean, have cair, the use of strength construction, comfortable, free of beggars and street seller, the bus stop's condition is not full of holes, good location, unslippery, good bus stop design and interesting chair design.There is proposal which can be done by QFD for the form physical of bus stop and proposal for display and lighting at bus stop. Then, the suggestion bus stop mustbe compared with the old bus stop with Mannequin Pro 7 to know about the force and the result is the suggestion bus stop is better than the old bus stop because the momen of suggestion bus stop is smaller than The old bus stop.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?