DETAIL KOLEKSI

Penerapan Fuzzy Quality Function Deployment Dan Metode Taguchi Untuk Pengembangan Produk Roti Isi Kelapa Di Anugrah Bakery


Oleh : Yanie Heriana

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2006

Pembimbing 1 : Dedy Sugiarto

Pembimbing 2 : Rina Fitriana

Subyek : Taguchi methods (Quality control);Bread - Quality control;Quality function deployment

Kata Kunci : fuzzy quality, function, deployment, taguchi method, coconut bread


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2006_TA_TI_06302197_Halaman-Judul.pdf 10087.27
2. 2006_TA_TI_06302197_Bab-1.pdf 2661.11
3. 2006_TA_TI_06302197_Bab-2.pdf 27305.34
4. 2006_TA_TI_06302197_Bab-3.pdf 38448.16
5. 2006_TA_TI_06302197_Bab-4.pdf 33522.46
6. 2006_TA_TI_06302197_Bab-5.pdf 33093.22
7. 2006_TA_TI_06302197_Bab-6.pdf 3137.43
8. 2006_TA_TI_06302197_Daftar-Pustaka.pdf 1540.92
9. 2006_TA_TI_06302197_Lampiran.pdf 43194.85

A Anugrah Bakery yang didirikan pada tahun 1990 merupakan salah satu industri yang memproduksi makanan ringan yang berupa aneka roti salah satunya adalah roti isi kelapa. Semakin ketatnya persaingan dalam industri makanan ringan khususnya roti dan keadaan pasar yang dinarnis menyebabkan Anugrah Bakery harus melakukan pengembangan produknya, agar perusahaan dapat tampil kompetitif mengikuti perkembangan pasar dan dapat memuaskan konsumen .Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : mengidentifikasikan karakteristik roti isi kelapa yang diinginkan oleh konsumen, memberikan gambaran posisi produk roti isi kelapa "Anugrah Bakery" terhadap para pesaing utamanya, menentukan karakteristik teknis beserta target yang tepat, memberikan urutan prioritas karakteristik teknis dari roti isi kelapa, menganalisa pengaruh tipe angka fuzzy, defuzzifikasi, dan penambahan optimistic index terhadap peringkat karakteristik teknis, melakukan percobaan Taguchi untuk mengetahui faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap roti isi kelapa, dan memberikan usulan pengembangan produk roti isi kelapa. Pengembangan produk roti isi kelapa tersebut dilakukan dengan menggunakan metode fuzzy Quality Function Deployment dan metode Taguchi yang memungkinkan pengembangan produk dengan mengantisipasi dan memprioritaskan kebutuhan konsumen secara menyeluruh menjadi desain produk perusahaan. Pertama, dilakukan pengidentifikasian karakteristik produk roti isi kelapa yang diinginkan konsumen dan penentuan tingkat keunggulan produk perusahaan dibanding pesaingnya. Setelah itu dilakukan penentuan hubungan antara kebutuhan dengan karakteristik teknis. Kemudian, dilakukan juga penentuan nilai target dan penyusunan prioritas dari karakteristik teknis.Untuk mengetahui tingkat kepentingan karakteristik kebutuhan, maka masing-masing karakteristik kebutuhan tersebut diubah menjadi data linguistik dan kemudian diubah menjadi angkafuzzy untuk mengurangi kesubjektifan dan kekaburan dari data linguistik. Angka fazzy yang digunakan adalah Trapezoidal Fuzzy Number. Kemudian untuk menentukan hubungan antara WHATs dan HOWs juga dilakukan pengubahan dari bahasa linguistik menjadi angka fuzzy . Setelah itu digunakan fuzzy arithmetic untuk menghitung hasil perkalian dan penjumlahan antar karakteristik teknis dengan kebutuhan konsumen dan akhimya metode defuzzifikasi digunakan iintuk mengubah angkafazzy tersebut menjadi angka crisp. Angka crisp yang kita dapat inilah yang akan menjadi tingkat kepentingan absolut pada House of Quality. Hasil dari kepentingan absoJut ini akan memberikan urutan prioritas pada karakteristik teknis sehingga perusahaan dapat mengetahui karakteristik teknis mana yang perlu untuk didahulukan.Pengolahan data dilanjutkan dengan menggunakan metode Taguchi untuk melakukanperbaikan . Karakteristik kualitas yang digunakan adalah keempukkan, dan kelembutan roti . Dengan menggunakan metode Taguchi ini didapatkan faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap keempukkan, dan kelembutan roti adalah lama pengadonan, tepung terigu, telur, susu bubuk, ragi, mentega, dan gula pasir, dan juga didapatkan setting optimum untuk komposisi bahan-bahan yang digunakan yaitu : lama pengadonan 15 menit (level 2), Tepung terigu merek Cakra Kembar (level 2), telur 8 butir (level 2), susu bubuk 100 gram (level 2), ragi 15 gram (level 1), mentega 50gr (level l) dan gula pasir 220 gram (level 2).

A Anugrah Bakery which was founded in 1990 is an industry that manufactures snacks in the form of various bread, one of which is coconut-filled bread. The stricter competition in the snack industry especially bread and dynamic market cause Anugrah Bakery to implement its product development, in order the company to be competitive in keeping with the market development and to satisfy consumers.The objectives of this research are: to identify the characteristic of coconut-filled bread that the consumers want, to describe the product position of "Anugrah Bakery" coconut-filled bread to its main competitors, to determine the proper technical characteristic and prices, to place the technical characteristic priority order from the coconut-filled bread, to analyze the influence of the type offuzzy number, defuzzification, and the addition of optimistic index to technical characteristic rating, implement some experiment Taguchi to identify the factors that has significant influence on the coconut-filled bread, and give product development proposal of coconut-filled bread. Product development of the coconut-filled bread is conducted using fazzy Quality Function Deployment method and Taguchi method that enables product devlopment by anticipating and placing priority of the consumer's need as a whole to become the company product design. First, identification of the product characteristic of the coconut-filled bread that the consumers want and the determination of the company's product advantage over its competitors. After the determination of relationship between the need and technical characteristic, then the determination of target value and priority arrangement of the technical characteristic is conducted.To identify the need characteristic significance level, each need characteristic is changed to linguistic data and then changed to fuzzy number to lower subjectivity and vagueness of the linguistic data. Fuzzy number used is Trapezoidal Fuzzy Number. Then to determine the relationship between WHATs and HOWs, modification from the linguistic language to fuzzy number is conducted After thatfuzzy arithmetic is used to calculate the results of multiplication and addition between the technical characteristic and the consumer's need and the last the defuzzification methods used to modify the fuzzy number to the crisp number. It is crisp number that we obtain that will be the absolute significance level on the House of Quality. The results of this absolute significance will give the priority order to the technical characteristic that the company may find out which technical characteristic that is necessary to be prioritized.The data processing is continued using the Taguchi method to conduct the correction. The quality characteristics employed are bread's softness and smoothness. By using this Taguchi method, we obtain factors that have significant influence on bread's softness and smoothness is the dough length, wheat flour, egg, skim milk, yeast, butter, and sugar, and optimum setting is obtained for the ingredient composition used that is: dough length of 15 minutes (level 2), wheat flour of Calera Kembar trade mark (level 2), 8 eggs (level 2), 100 grams of powder milk (level 2), 15 grams of yeast (level 1), 50 grams of butter (level I) and 220 grams of sugar (level 2).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?