DETAIL KOLEKSI

Usulan perancangan sistem pemesanan dengan menggunakan metodologi perancangan Model Driven Deveplopment Route dan Metode Perancangan Sistem Information Engineering pada PT. Pacific Prestress Indonesia


Oleh : Tunggul Wibisono

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2004

Pembimbing 1 : Docki Saraswati

Subyek : Industrial procurement - Data processing;Management information system

Kata Kunci : ordering system, Model Driven Deveplopment Route, Information Engineering System Design Method, PT.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2004_TA_TI_06398335_Halaman-Judul.pdf 6274.72
2. 2004_TA_TI_06398335_Bab-1.pdf 1764.53
3. 2004_TA_TI_06398335_Bab-2.pdf 6567.7
4. 2004_TA_TI_06398335_Bab-3.pdf 2274.52
5. 2004_TA_TI_06398335_Bab-4.pdf 5022.54
6. 2004_TA_TI_06398335_Bab-5.pdf 14017.84
7. 2004_TA_TI_06398335_Bab-6.pdf 8704.47
8. 2004_TA_TI_06398335_Bab-7.pdf 1231.34
9. 2004_TA_TI_06398335_Daftar-Pustaka.pdf 1100.18
10. 2004_TA_TI_06398335_Lampiran.pdf 8762.78

P Pemesanan merupakan pintu pertama dari kegiatan bisnis suatu peru sahaan . Prosedur pemesanan yang jelas dan tepat akan memberikan kemudahan bukan hanya bagi calon pelanggan dalam membuat pemesanan itu sendiri, namun juga bagi pengolahan pemesanan yang dilakukan oleh pihak perusahaan .PT Pacific Prestress Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidangpembuatan barang-barang konstruksi , seperti tiang pancang (pile) ataupun gird er. Tahap pemesanan produk yang khusus ini membutuhkan prosedur yang jelas dan cepat sehingga informasi akan produk bisa didapat dengan jelas, tepat, dan cepat pula.Pada tahap p emesanan yang a da s ekarang sudah c ukup b aik di mana i nformasi produk yang akan dibuat pun sudah didapatkan dengan jelas . Hanya saja, prosedur pemesanan yang dilakukan saat ini masih secara manual sedangkan informa si produk yang akan dibuat tersebut telah terkait pada bagian-bagian lain di perusahaan . Prosedur pemesanan yang masih manual ini membuat informasi tentang produk sering kali terlambat sampai ke bagian lain yang membutuhkannya . Sehingga, sering kali terjadi proses berulang dari sistem kerja yang ada dan sering kali status dari suatu proyek pembuatan produk menjadi tidakjelas dikarenakan informasi yang belum diterima .Oleh karena itu, dibutuhkan sistem informasi yang terotomatisasi bagi prosedur pemesanan yang dapat menyampaikan informasi yang cepat dan tepat bagi bagian lain di perusahaan . Sistem informasi pemesanan ini dibuat dengan menggunakan metodologi pembuatan sistem Model Driven Development Route (MDDR) dan metode perancangan sistem Information Engineering (IE) karena MDDR merupakan metodologi yang dapat mendukung metode IE yang dapat membuat sistem informasi yang menyeluruh yang dapat mencakup keseluruhan bagian di perusahaan. Metode IE seperti yang dikemukakan oleh James Martin meliputi tahapan - tah;:i,pan sebagai berikut, yaitu : Information Strategy Planning (ISP), Business Area Analysis (BAA), System Design, dan ConstnLction . Pada system design dilakukan Process Analyst Model (PAM) yang terdiri dari diagram konteks dan Data Flow Diagram, silanjutkan dengan dilakukan pembuatan Conceptual Data Model (CDM), yang terdiri dari Entity Relat ionship Diagram , Kamus Data, Normalisasi Data, dan Physical Data Model. Adapun input adalah data Sales Order dengan output berupa Delivery Recap, selain itu disertakan juga fasilitas Order Tracking untuk mengetahui secara pasti dimana status proyek yang sedang berjalan .Departemen yang terlibat dalam pengoperasian sistem usulan ini adalah Departemen Marketing, Departemen Engineering, Departemen Solid Product, Departemen Spun Product, Departemen Fabrikasi, Departemen Pembuatan Beton, Departemen Warehouse, Departemen Purchasing, Departemen Finance, dan Departemen Delivery .

O Ordering represent first door to company business activity. Precise and clear ordering procedure will give amenity not merely to prospecting customer in making itself ordering but also to processing itself ordering done by company.P.T., Pacific Prestress Indonesia represent company which active in making of construction goods, like piling and or girder. This ordering phase require clear procedureand quickly so that product information will be clear, precise, and quickly also.Existing ordering phase is good enough, where product information to be made isalso have been clear. But, conducted ordering procedure in this time is still manually done while the product information that will be made have related with some departments in company. Ordering procedure which still manually done make information about product frequently lose time to other shares which requiring it. So that, frequently happened recuring process from existing ordering procedure and frequently status from a project is not clear because of information which not yet been accepted.Therefore, compeny required automated information system for ordering procedure to be able to submit information quickly and precisely. This ordering information system is made by using Model Driven Development Route ( MDDR)methodologies and Information Engineering (IE) as its system design method. This is because MDDR represent methodologies able to support IE method which able to make a complete information system that cover the overall of part of company. IE Method like that was mentioned by James Martin, include these following steps : Information Strategy Planning (ISP), Business Area Analysis (BAA), System Design, and Construction. System design is done by making Process Analyst Model (PAM) as context diagram arrangement, and Data Flow Diagram. Continued by making Conceptual Data Model (CDM), which consist Entity Relationship Diagram, Data's Dictionary , Data Normalization, and Physical Data Model. Input for this system is Sales Order data,and the output is Delivery Recap. Also included a feature which called Order Tracking to let the user know the status of the undergoing project exactly.Dcpartements involved in the operation of this system ar Marketing Deparment, Engineering Depa1ment, Solid Product Deparment, Spun Product Deparment, Fabrikasi Deparment, Pembuatan Beton Deparment, Warehouse Deparment, Purchasing Deparment, Finance Department, dan Delivery Departement.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?